Menjelaskan Gangguan Sistem Pencernaan Pada Manusia dengan singkat

Berikut ini terdapat beberapa gangguan sistem pencernaan pada manusia, sebagai berikut:

1. Diare

Diare ialah peningkatan frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam sehari disertai evolusi konsistensi menjadi lebih cair. Kondisi ini dapat disebabkan oleh evolusi pola makan, infeksi rotavirus, atau bakteri. Diare bisa dilangsungkan selama sejumlah hari sampai berminggu-minggu.

Selain mengakibatkan perubahan frekuensi dan konsistensi BAB, diare juga dapat mengakibatkan penderitanya merasakan kram perut, demam, kembung, dan mual.

2. Sembelit

Konstipasi atau sembelit ialah perubahan frekuensi BAB menjadi lebih jarang dan disertai dengan kendala BAB. Hal ini dapat disebabkan oleh menurunnya pergerakan usus. Umumnya seseorang dirasakan mengalami sembelit saat frekuensi buang air besarnya tidak cukup dari 3 kali dalam seminggu.

3. Wasir (hemoroid)

Wasir terjadi saat pembuluh darah vena yang terletak di luar atau di dalam drainase anus (rektum) merasakan pembengkakan. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi sekitar 50% penderitanya berusia di atas 50 tahun. Wasir dapat memunculkan nyeri dan gatal pada anus, benjolan di anus, serta keluarnya darah saat BAB. Kadang wasir juga dapat membuat penderitanya susah untuk duduk.

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung terjadi saat asam lambung naik mengarah ke kerongkongan. Kondisi ini diakibatkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di dalam drainase kerongkongan unsur bawah.

Pada orang sehat, katup itu akan berkontraksi dan memblokir saluran kerongkongan sesudah makanan turun ke lambung. Namun pada penderita GERD, katup yang lemah mengakibatkan kerongkongan tetap terbuka, sampai-sampai asam lambung naik ke kerongkongan.

5. Tukak lambung

Tukak lambung ialah luka pada lapisan lambung dan usus halus unsur atas. Pengikisan dan luka itu umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau pemakaian obat pereda nyeri dalam jangka panjang.