Menjelaskan Fenomena Di Laut Menurut Pembuktian Al-qur’an dengan singkat

Berikut ini terdapat beberapa fenomena di laut, sebagai berikut:

1. Misteri Tiga laut yang di jelaskan dalam al-qur’an

sebagai berikut:

  • Laut Hitam

Laut hitam terletak di antara eropa barat dan asia. Laut ini tidak berwarna hitam seperti yang kita kira.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laut ini terlihat berwarna hitam antara lain: adanya lapisan hydrogen sulfida yang terdapat disekitar 200 meter dari bawah permukaan laut yang didukung oleh Mikroba unik menghasilkan sedimen hitam. Dan letak geografisnya yang sering diselimuti awan yang gelap maka pantulan di air laut akan menjadi gelap juga.

Laut Hitam dipenuhi banyak misteri hingga sampai saat ini masih diselidiki.Salah satu misteri yang terungkap adalah ditemukannya sungai besar dibawah laut hitam.Sungai ini merupakan satu-satunya sungai yang masih aktif yang pernah ditemukan di dasar laut.Perbedaan kadar garam antara laut dan sungai inilah yang menyebabkan aliran sungai membentuk alur-alur dan genangan yang cukup dalam. Para ilmuwan memperkirakan sungai ini termasuk sungai terbesar keenam di dunia.

Selain itu ditemukan adanya struktur bangunan dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki dari permukaan laut. Para peneliti memperkirakan usia bangunan ini adalah sekitar 7500 tahun. Mereka memperkirakan bagunan tua itu adalah dulunya suatu perkampungan yang tenggelam akibat banjir besar yang terjadi pada masa Nabi Nuh as.Seperti yang dijelaskan dalam Q.S Al- Ankabut:14

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

“ Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim”.

  • Laut Mati

Laut Mati bisa juga disebut sebagai laut garam atau laut asin yang membujur diantara daerah israel dengan daerah otoritas palestina dan jordania. Dinamakan laut mati dikarenakan tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan hidup di laut ini.Laut mati mempunyai kadar garam tertinggi dari lautan yang ada di dunia ini. Di laut ini kita dapat mengapung diatas permukaan airnya.Selain itu, laut mati mempunyai lumpur yang berkhasiat menghaluskan kulit.

Fakta dan sejarah mengungkapkan tempat laut mati ini merupakan tempat diazabnya kaum Nabi Luth yang perbuatannya tidak pernah dilakukan kaum-kaum sebelumnya yaitu melakukan homoseksual yaitu suka sesama jenis. Sehingga Allah mengutus Nabi Luth pergi ke kota sodom untuk memberi ajakan agar bertobat kepada Allah SWT.Seperti yang dijelaskan dalam Q.S Asy-syu’ara’:161-166

إِذ قالَ لَهُم أَخوهُم لوطٌ أَلا تَتَّقونَ ﴿١٦١﴾إِنّى لَكُم رَسولٌ أَمينٌ ﴿١٦٢﴾فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطيعونِ ﴿١٦٣﴾وَما أَسـَٔلُكُم عَلَيهِ مِن أَجرٍ ۖ إِن أَجرِىَ إِلّا عَلىٰ رَبِّ العٰلَمينَ﴿١٦٤﴾أَتَأتونَ الذُّكرانَ مِنَ العٰلَمينَ ﴿١٦٥﴾وَتَذَرونَ ما خَلَقَ لَكُم رَبُّكُم مِن أَزوٰجِكُم ۚ بَل أَنتُم قَومٌ عادونَ﴿١٦٦﴾

“ mengapa kamu tidak bertakwa?” sungguh aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus ke padamu), maka kamu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, dan aku tidak akan meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu ; imbalan-ku hanya dari Tuhan seluruh alam, mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki diantara manusia (berbuat homoseks), dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas.”

Kaum luth tidak perduli dengan apa yang disampaikan Nabi Luth kepadanya bahkan mereka selalu menentang,  menyombongkan diri, dan mencemoohkan. Walaupun demikian Nabi Luth selalu sabar dan tabah, tetap menjalankan dakwahnya mengajak kaumnya untuk bertobat kepada Allah dan bertawakal.Namun mereka tidak ada yang mau beriman dan tetap menjalankan perbuatan keji dan mungkar itu, malah mereka hendak mengusir Nabi Luth. Mereka kaum Luth berkata :

“ datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang yang benar” (Qs. Al-ankabut : 29 ).

Nabi Luth memohon kepada Allah agar kaumnya di beri azab, dan doa Nabi Luth dikabulkan oleh Allah. Pada malam harinya Nabi Luth pergi meninggalkan kota sodum, dan ketika waktu subuh Allah menimpakan azab yang sangat pedih di kota sodom itu. Allah berfirman :

“ maka ketika datang azab kami, kami menjungkir balikan negeri kaum Luth, dan kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu dan siksaan tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim.” (Qs. Hud : 82-83 ). Hal ini dapat dibuktikan, ketika daerah tersebut mengalami gempa bumi yang dahsyat ditemukan rangka-rangka manusia.

  • Laut Merah

Seorang peneliti ahli fisika mencoba menemukan misteri yang ada di laut merah. Dia melakukan penjelajahan di pusat teluk aqobah dinyatakannya warna air di laut ini tidak berwarna merah, warna laut ini samasaja seperti laut-laut yang ada.Dia hanya menemukan kumpulan alang-alang yang tumbuh subur dikarenakan tumbuh di air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya pendapat orang-orang salah tentang warna air tersebut dikarenakan salah paham mengartikan dalam bahasa inggris alang-alang disebut “reed” namun masyarakat sekitar mengucapkan “red” berarti merah karena keberadaan alang-alang disekitar laut tersebut mereka mengatakan “red sea” yang berarti Laut merah. Adapun penjelasan lain tentang warna air laut tersebut adalah ketika musim panas datang tampak warna air tersebut merah dikarenakan di laut ini ada jutaan ganggang, plankton, dan kuda laut yang memiliki warna merah. Sebenarnya air ini berwarna biru jernih.

Dibalik semua itu ada misteri yang dijelaskan dalam Al-Quran yaitu kisah Nabi Musa as yang pernah membelah laut tersebut menjadi dua untuk menyebranginya karena kaum Nabi Musa yang dikejar oleh bala tentara Fir’aun.Setelah kaum Nabi Musa sampai di ujung tepi laut merah, laut tersebut kembali seperti semula sehingga Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di laut tersebut. Allah berfirman :

وَجٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا۟ عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوا۟ يٰمُوسَى اجْعَل لَّنَآ إِلٰهًا كَمَا لَهُمْ ءَالِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ ﴿الأعراف:١٣٨﴾

“ Dan kami Selamatkan Bani Israil menyebrangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah)…”. (Qs. Al-a’raf: 138).

Kisah ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar Laut merah yang ditemukan oleh seorang arkeologi pada akhir tahun 1988 menurut pengakuannya mereka menemukan kerangka manusia dan kuda.

2. Dua Laut yang Tidak Pernah Tercampur

Allah berfirman dalam Q.S. Ar-Rahman :19-20

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu.Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Namun kedua laut tersebut tidak mencampur, seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas.

Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari laut tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari samudera atlantik ini menyusup di bagian bawah air laut samudera atlantik dengan kedalaman 1000 meter dari permukaan airnya.

3. Sungai Dibawah Laut

Allah berfirman dalam Q.S. Al- Furqan: 53

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Seorang ahli selam  terkemuka dari prancis bernama Mr.Jacques Yves Costeau menemukan beberapa kumpulanmata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yangasin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasikeduanya. Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.

Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu punterus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia punmenceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentangbertemunya dua lautan yang tidak tercampur ( suratAr-Rahman ayat 19-20). Ayat itu berbunyi:

Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya adabatas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannyamelihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.AlQur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman yang belum ada peralatan selam canggih untuk mencapai lokasi yang jauhterpencil di kedalaman samudera.Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomenaganjil 14 abad yang silamakhirnya terbukti pada abad 20.Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memangsesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlakbenar.

4. Gunung Api di dalam Laut

Sejak 1.400 tahun lalu Al-quran telah menjelaskan tentang fenomena ini.Bahkan hal ini juga tersabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.Dalam Q.S Ath-Thur ayat 6, Allah berfirman:

Artinya :“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api,”

Nabi SAW juga bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan,” (HR Abu Daud).

Ayat Al-Qur’an itu telah menjelaskan sruktur bumi itu sendiri.Ini terbukti dengan teori pemisahan lantai laut yang menyebabkan magma di bawah kerak bumi keluar dengan tekanan yang kuat ke permukaan di bawah laut.Pada pertengahan tahun 1990-an, dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut. Para ilmuwan tersebut, menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut.

Di dasar laut itulah, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api di daratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan. Tidak tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanis didalam air tersebut ternyata mencapai 2310C. Mereka menemukan fakta bahwa fenomena alam itu terjadi akibat aliran lava vulkanis yang terjadi di dasar laut, layaknya gunung api bila di daratan.

5. Kegelapan dan Gelombang di Dasar Laut

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nur: 40

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.”

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda. Gelombang ini dinamakan gelombang internal meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan.Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam.

Manusia tidak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan baru-baru ini mampu menemukan informasi sangat rinci tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini merupakan salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

Daftar Pustaka:

  • LKS Geografi Semester Genap
  • Wardiyatmoko,K. 2012. Geografi SMA/MA Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
  • Moh. Pabundu Tika, Hermawanto, Amin dan Anik Arofah. 2007. Pengetahuan Sosial Geografi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
  • Sugiyanto. 2007. Khazanah Geografi 1. Solo : PT. Wangsa Jatra Lestari.