Menjelaskan Faktor Utama Penentu Laju Fotosintesis dengan singkat

Dalam proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yakni faktor dapat mempengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak mempengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis.

Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya matahari, sehu lingkungan serta konsentrasi karbondioksida (CO2). Dalam faktor lingkungan ini dikenal sebagai faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis. Nah berikut ini faktor utama penentu laju fotosintesis yaitu:

Intensitas Cahaya “Pancaran”, Panjang Gelombang Dan Suhu

Pada awal abad ke-120 Frederick Frost Blackman dan Albert Einstein meneliti pengaruh intensitas cahaya “Pemancaran” dan suhu terhadap tingkat asimilasi karbon. Dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu:

  • Pada sushu tetap, tingkat asimilasi karbon beragam dengan pemancaran pada awalnya meningkat seiring peningkatan pemancaran. Akan tetapi pada tingkat pemancaran yang lebih tinggi, hubungan ini tidak berlangsung lama dan tingkat asimilasi karbon menjadi konstan.
  • Pada pemancaran tetap, tingkat asimilasi karbon meningkat seiring suhu meningkat pada cakupan terbatas. Pengaruh ini dapat dilihat hanya pada tingkat pemancaran yang tinggi. Pada pemancaran yang rendah, peningkatan suhu hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap tingkat asimilasi karbon.

Tingkat Karbondioksi Dan Fotorespirasi

Ketika konsentrasi karbondioksi meningkat, tingkat gula yang dihasilkan oleh reaksi yang bergantung pada cahaya meningkat hingga dibatasi oleh faktor-faktor lainnya. Rubisco, enzim yang meningkatkan karbondioksida pada reaksi gelap, memiliki afnitas pengikatan untuk karbon dan oksigen. Yang ketika konsentrasi karbondioksida tinggai, RuBisCo akan memfiksasi karbondioksida. Akan tetapi apabila konsentrasi karbondioksida rendah, RuBisCo akan mengikat oksigen dan bukan karbondioksida. Yang dalam proses ini disebut dengan fotorespirasi yakni menggunakan energi tapi tidak menghasilkan gula.