Menjelaskan Faktor Persebaran Makhluk Hidup dengan singkat

Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor tersebut dikelompokkan dalam faktor fisik dan faktor non fisik.

Iklim

  • Curah Hujan
    Di daerah yang jumlah curah hujannya selalu ada sepanjang tahun ada terdapat vegetasi hujan. Semakin berkurang jumlah curah hujan, maka tanaman yang didapati sudah bukan berupa hutan lagi, akan tetapi berupa semak belukar atau padang rumput. Dan di daerah gurun, dimana curah hujannya sangat kecil maka vegetasi yang ada bergantung pada musim-musim yang ada hujannya. dengan adanya curah hujan yang tinggi, maka tanaman dan hewan dapat hidup dengan baik, karena tersedinya makanan.

    Berdasarkan Kebutuhan airnya, tanaman dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu : Hygrophytes, yaitu tanaman yang hidup dalam kondisi jumlah air banyak. Contoh : bakau Mesophytes, yaitu tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah sedang. Seperti halnya tanaman pada umumnya. Xerophytes, yaitu tanaman yang hidupnya disesuaikan dengan kadar air yang ada. Untuk mengimbangi efek kekeringan ini, maka daun dilapisi lilin untuk mengurangi transpirasi kulit pohon menjadi tebal dan sistem akar menjadi dalam Contoh : kaktus

  • Suhu
    Keadaan temperatur di bumi berbeda-beda karena pengaruh dari intensitas penyinaran matahari. Semakin tinggi suhu, semakin bervariatif jenis tanaman, sebaliknya, semakin jauh dari matahari, tanaman semakin sedikit bahkan tidak tumbuh.
  • Kelembaban Udara
    Jumlah uap air yang dikandung udara akan mempengaruhi penyebaran flora. Semakin lembab, jenis tanaman semakin bervariatif. Pada udara kering, tanaman akan semakin sedikit jenisnya, bahkan ada tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah kelembaban yang tinggi.
  • Angin
    Angin sangat besar pengaruhnya terhadap proses penguapan dan transpirasi bagi tanaman. Misalnya : angin Bahorok yang dapat mengeringkan perkebunan tembakau di Delli, demikian pula dengan adanya angin dingin, angin laut, dsb. adanya arah angin yang bertiup pada suatu daerah akan mempengaruhi perkembangbiakan hewan. Selain itu, angin yang bertiup kencang juga sangat membahayakan manusia.
  • Sinar Matahari
    Sinar matahari bagi tumbuhan diperlukan untuk pembuatan zat hijau daun atau klorofil.Tanaman yang kurang mendapat sinar matahari akan sulit mengalami perkembangan karena sinar matahari mempunyai fungsi yang penting dalam pembakaran klorofil.Matahari yang menyinari permukaan bumijuga berpengaruh dalam perkembangbiakan hewan.Sinar matahari yang terang mengakibatkan sulit berkembangbiak dengan baik karena menghalangi proses persalinan.

Tanah

Tanah juga mempengaruhi pertumbuhan berbagai jenis tanaman.Tidak semua tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada berbagai lahan,tergantung dari unsur hara,jenis tanah,dan tingkat kesuburan.Hewan yang menempati alam semesta juga bergantung dari ketersediaan makanan.Tanah yang subur akan banyak didiami oleh tumbuhan dan hewan.

Relief (Ketinggian tempat)

Tinggi rendahnya permukaan bumi akan berpengaruh pada kandungan udara dan penyinaran matahari. Daerah yang rendah banyak di tumbuhi tanaman yang lebat, sedangkan pada daerah yang tinggi akan jarang ditumbuhi tanaman. Semakin tinggi suatu daerah maka akan semakin jarang janis tanaman yang dapat tumbuh. Begitu juga dengan hewan akan berjumlah sedikit pada daerah yang tinggi.

Faktor non fisik (Biotik) :

  • Tumbuhan
    Misalnya tumbuhan besar melindungi tumbuhan yang ada di bawahnya atau diantaranya.
  • Binatang
    Pengaruh binatang terhadap binatang (insekta) dan penyebaran biji (burung atau tupai).
  • Manusia
    Manusia dapat mengubah seluruh pertumbuhan melalui penebangan, pengairan, pemupukan, penanaman kembali. Demikian juga, misalnya mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan lahan industri serta daerah pemukiman.
  • Jaring-jaring makanan
    Jaring-jaring makanan yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Jaring jaring makanan memiliki pengaruh yang besar juga terhadap persebaran makhluk hidup, adanya jaring jaring makanan ini akan menjadikan bertahannya suatu populasi hewan atau tumbuhan, atau justru sebagai penghambat kehidupan mereka karena tidak sesuainya lingkungan dan populasi yang ada diwilayah setempat .
  • Kemampuan Beradaptasi
    Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk tetap hidup dengan baik. Makhluk hidup akan mampu bertahan dalam lingkungannnya, dimana ketika mereka memiliki kamampuan untuk baradaptasi sebagai wujud pencegahan serangan dari musuh atau pertahanan diri. Namun tidak semua makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan memiliki kemampuan untuk berdapatasi, melainkan hanya hewan dan tumbuhan tertentu.