Menjelaskan Faktor Pembentuk  Keragaman Budaya dengan singkat

Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan identitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan local yang sangat beragam.

Keberagaman kebudayaan terbentuk bukan dengan sendirinya. Fakor utama pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor lain, yaitu :

  1. Lingkungan

Kondisi alam dimana manusia tinggal akan sangat mempengaruhi corak budaya yang mereka munculkan. Masyarakat petani akan memunculkan alat alat pertanian seperti cangkul, alaat pembajak tanah dan lain lain. Begitu pun masyarakat nelayan juga akan memunculkan alat alat untuk menangkap ikan. Keadaan lingkungan tempat tinggal masyarakat menentukan sistem mata pencaharian masyarakat tersebut, sehingga memunculkan berbagai mata pencaharian.

  1. Pertemuan bangsa bangsa

Perpindahan bangsa bangsa pendukung kebudayaan Dongson dari Yunan (Cina Selatan) ke Nusantara menyebabkan masyarakat Nusantara mengenal kebudayaan perunggu, cara melebur dan mencetak logam. Candi candi di Indonesia seperti Borobudur dan Prambanan tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha dari India. Begitu pula pertemuan bangsa bangsa yang disebabkan karena penjajahan dan perdagangan juga akan sangat mempengaruhi keanekaragaman kebudayaan yang ada di indonesia.

  1. Kepercayaan yang kuat dan mengakar

Misalnya orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa roh orang yang meninggal akan tetap abadi selama jasad/jenazahnya masih utuh. Karena itu jenaza para raja dirawat dan diawetkan, kemudian ditempatkan pada tempat tempat yang kokoh agar tetap aman. Maka muncullah teknologi bangun piramida yang sangat hebat dan teknik pengawetan mayat (Mumi) yang terkenal.

  1. Faktor Ras

Penelitian Antropologi Fisis menyatakan bahwa perbedaan antar ras (induk bangsa) terletak pada ciri ciri tubuhnya. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa selain segi fisiknya, ada perbedaan juga pada segi jiwa dan rohaninya Perbedaan itu memungkinkan adanya perbedaan budaya.