Menjelaskan Enzim Berperan dalam Proses Fertilisasi dengan singkat

Untuk membantu proses atau berjalan fertilisasi, terdapat beberapa enzim yang berperan dalam proses fertilisasi, yaitu Spermatozoa akan mengeluarkan enzim yang terdiri dari :

  1. Hyaluronidase
    Hyaluronidase, enzim yang dihasilkan dalam testis. Untuk melarutkan asam hyaluronad yang meyelimuti sel-sel granulosa pada sekeliling ovum (corona radiata). Peranan hyaluronidase banyak juga yang meragukan, karena meski beberapa hewan tidak mengandung enzim ini, namun masih dapat membuahi ovum.
  2. Antifertilizin
    Antifertilizin, sebagai lawan dari fertilizin yang dihasilkan oleh ovum. Jika fertilizin bertindak sebagai antigen maka antifertilizin merupakan antibodinya. Oleh adanya interaksi antara kedua zat tersebut terjadi agglutinasi spermatozoa yang ada disekitar ovum, sehingga ada sebagian yang menumbuk ovum lalu mencoba untuk menerobos masuk.

    Sebagaimana halnya fertilizin, antifertilizin juga bersidfat speific. Sukar sekali terjadi proses agglutinasi jika perjumpaan gamet itu berbeda species. Berbeda spesies berarti berbeda pula susunan asam amino dan monosakarida pada molekulnya, dan dinding bonding-sitenya pun berbeda, keduanya tidak memiliki kecocokan dalam hal struktur. Antifertilizin terdiri dari molekul protein asam, dan dapat dilepaskan dari spermatozaa dengan berbagai cara, seperti pembekuan atau pemanasan. Zat ini juga dapat dibebaskan dari spermatozao setelah diagglutinasi dengan meneteskan fertilizin kedalam semen. Oleh adanya agglutinasi tersebut antifertilizin keluar, dan spermatozoanya tidak akan mampu lagi membuahi.

  3. Akrosin
    Akrosin, merupakan semacam protease yang dapat memecah protein mirip dengan tripsin yang dihasilkan oleh pancreas, untuk mencernakan protein dalam usus. Zat ini keluar dari akrosom spermatozoa , ketika terjadir reaksi akrosom zat ini dapat menghancurkan zona pellucida. Dan tidak seluruh daerah zona ini akan dihancurkan, hanya disuatu tempat kecil yang cukup sebagai jalan masuk spermatozoa kedalam ovum.

  4. Zat penelur
    Zat penelur,bekerja untuk merangsang betina agar mengeluarkan telur, sebagai zat penyeimbang zat yang dikeluarkan oleh betina, ini terdapat pada hewan yang melakukan pembuahan eksternal. Selain zat yang dsebutkan diatas, spermatozoa juga meiliki flagellum yang dapat membantunya dalam bergerak mendekati ovum, dan memungkinnya aktif berenang dalam lendir semen hingga menerobos zona pellucida dari ovum.