Menjelaskan Diagnosis Laboratorium dengan singkat

  Untuk isolasi dan identifikasi bakteri Escherichia coli dari bahan pemeriksaan klinik dipakai metode dan media sesuai dengan metode untuk bakteri enterik lain. Spesimen yang digunakan untuk spesimen uji laboratorium diagnostik tergantung dari lokasi proses penyakit yaitu urin, darah, pus, cairan spinal, sputum.

Untuk identifikasi bakteri Escherichia coli digunakan MPN (Most Probable Number), karena Escherichia coli termasuk dalam bakteri coliform, salah satu bakteri indikator penentu kualitas air bersih. Salah satu syarat air bersih yaitu nilai MPN kurang dari 2.

Diagnosis laboratorium penyakit diare yang disebabkan Escherichia coli masih sulit dilakukan secara rutin, karena pemeriksaan secara tradisional dan serologi sering kali tidak mampu mendeteksi kuman penyebabnya.  Deteksi sebagian strain Escherichia coli pathogen memerlukan metode khusus untuk mengindentifikasi toksin yang dihasilkan.

Sampai saat ini metode yang ada masih memerlukan tes dengan binatang percobaan dan kultur jaringan yang cukup mahal dan kurang praktis.  Beberapa metode baru berdasarkan tes imunologi dan teknik hibridasi DNA sudah dikembangkan, tetapi belum beredar di pasaran luas, misalnya :

Tes Elisa ( Enzyme-linked immusorbent assay ) particle agglutination methods Co-agglutination dengan protein A Staphylococcus aureus yang telah berikatan dengan antibody terhadap enterotoksin Escherichia coli hibridasi DNA-DNA pada koloni kuman atau langsung pada specimen tinja.