Menjelaskan Diagnosis Bakteri Mycoplasma dengan singkat

a. Anamnesis

Gejala dari infeksi Mycoplasma pneumonie biasanya non-spesifik.Masa inkubasi antara 2 – 4 minggu.11 Onset dari infeksi ini biasanya didahului dengan demam, malaise dan batuk.Suhu tubuh jarang mencapai lebih dari 38.5˚ C. Batuk merupakan penanda seseorang itu terkena infeksi M. pneumoniae.Batuk terjadi 2 – 5 hari. Frekuensi batuk dan parahnya batuk akan meningkat selama beberapa hari setelah onset.

Pada pasien yang mengalami perkembangan infeksi ke arah infeksi saluran napas bagian bawah, gejala yang lebih nyata akan muncul yaitu batuk non produktif yang semakin parah. Kadang ditemukan sputum berwarna putih atau disertai bercak darah dan nyeri dada bagian parasternal.Jarang terjadi batuk dengan sputum purulen.5 Sesak napas tidak ditemui pada penderita M. pnuemoniae tetapi penderita dapat memberikan tanda dan gejala seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik eksarsebasi.

b. Pemeriksaan Fisis

Demam dan batuk merupakan manifestasi yang selalu ditemukan hampir 100% pada penderita pneumonia mikoplasma.Faring terlihat eritematous tanpa pembesaran kelenjar getah bening± 50% dan infeksi telinga sekitar 20%.Malaise kira – kira 75% dari penderita dan sakit kepala sering mengawali gejala.5Penderita pneumonia mikoplasma pada pemeriksaan fisik terlihat seperti tidak sakit.

Penderita jarang ditemui dalam sakit berbaring atau perawatan di rumah sakit karena masih bisa beraktivitas seperti orang sehat (Walking pneumonia) namun pada pemeriksaan fisik (auskultasi) ditemukan ronki basah hampir pada 75% dari kasus dan biasanya di lobus bawah. Selain itu mengi didapatkan pada 30 – 40% kasus dan biasanya pada pasien yang lebih besar. Sangat jarang ditemukan pneumonia fulminan dengan kegagalan pernapasan namun hal ini bisa saja terjadi.2Ciri khas dari infeksi mikoplasma ini adalah ketidaksamaan antara pemeriksaan fisik dan hasil foto thoraks yang terbukti pasien mengalami pneumonia. Hal ini sama ditemui pada anak penderita TB paru yang secara umum tampak tidak sakit tetapi hasil foto thoraks menunjukkan gambaran khas TB paru.

Temuan diagnostik pneumonia karena infeksi M. pneumoniae dapat dibandingkan dengan penyebab penyebab lain pneumonia atipikal yaitu Chlamidya pneumoniae dan Legionella pneumophila seperti pada tabel di bawah ini.

c. Pemeriksaan Penunjang

Pada infeksi Mycoplasma pneumoniae, tidak terdapat gejala klinik khusus atau tes laboratorium khusus untuk benar-benar dapat mendiagnosa infeksi mikoplasma stadium awal.4 Jumlah leukosit darah dan hitung jenis darah biasanya dalam batas normal.Laju endap darah (LED) dapat meningkat selama perjalanan klinis penyakit.

Kadang – kadang terjadi hemolisis subklinis. Anak yang menderita penyakit sel sabit memperlihatkan leukositosis polimorfonuklear yang nyata. Pada pemeriksaan fotothoraks dapat ditemukan gambaran infeksi Mycoplasma penumoniae yaitu keterlibatan kedua bagian paru yang bersifat multifokal atau difus dan bisa terdapat retikular infiltrat.2,8 Pada kasus yang jarang bisa juga ditemukan efusi pleura.6 Pembesaran kelenjar limfe pada bagian hilus bisa terlihat pada 7 – 22% pasien anak.

Kultur yang dilakukan pada medium khusus yang memperlihatkan M. pneumoniae biasanya tidak dapat terdeteksi pada awal minggu pertama.4 Kultur dari sputum atau hapusan tenggorokan dengan menemukan M. pneumoniae merupakan diagnosa pasti tetapi hal ini tidak dilakukan secara rutin oleh karena memakan waktu yang lama, 2 – 3 minggu baru ada pertumbuhan kuman, sehingga tidak dapat dipakai sebagai diagnosa untuk memberikan terapi inisial.5 Beberapa cara pemeriksaan serologi untuk mendeteksi M. pneumoniae meliputi complement fixation test, ELISA, cold aglutinin,dan rapid microagglutinin.6Peningkatan titer aglutinin dingin sama atau lebih besar dari 1 : 64 dapat menyokong diagnosa tetapi tes aglutinin tidak spesifik untuk pneumonia mikoplasma karena dapat positif juga pada penyakit lain misalnya penyakit anemia hemolisis, penyakit liver dan virus lainnya.5