Menjelaskan dengan singkat

Masyarakat dan kebudayaan (dimensi sosial) merupakan dua dimensi yang memiliki kaitan yang bersifat kausal namun mandiri. Dalam konteks ini tampak bahwa kebudayaan (perasaan, cipta, dan karya) yang telah dipelajarinya pada bangku sekolah hendaknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan riil peserta didik sehari-hari. Individu sebagai bagian integral dari masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menemukan berbagai alternatif terhadap berbagai fenomenasosial yang ada dan berkembang di masyarakatnya.

 

Pemahaman yang memadai tentang kebudayaan dan seperangkat konflik yang ada di masyarakat merupakan sebuah kewajiban bagi kehidupan mannsia, baik yang diperoleh di sekolah maupun dari interaksi sosial, akan dapat melatih pesertadidik untuk bersikap dan berperilaku yang antisipatif terhadap dampak negatif yang timbul dalam kehidupan bennasyarakat.

Hal ini didasari oleh rasional, bahwa fenomena sosial dan kebudayaan dewasa ini telah memasuki hampir setiap aspek kehidupan umat manusia termasuk dalam bidang pendidikan, untuk ini pendidikan hendaknya diposisikan dalam konteks sosial budaya, agar tidak terjadi benturan-benturan yang mengarah pada terjadinya turbulensi sosial, yang pada akhirnya menyebabkan penderitaan bagi masyarakat yang berkepanjangan.

Dimensi konflikyang dimaksud dalam konteks ini adalah dinamika sosial-budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan manusia di masyarakat yang kadangkala melahirkan berbagaikonflik yang dapat mengancam keutuhan dari masyarakat itn sendiri. Masyarakat dan seperangkat aturan hidup yang ada dan diadakan di tengah-tengah masyarakat merupakan sumber dari pembelajaran civic.

Sebagai salah satu disiplin dalam tataran keilmuan dalam nimpun ilmu-ilmusosial, civic pada hakikatnya adalah disiplin yang memfokuskan kajiannya padanilai-nilai Pancasila, sosial-budaya bangsa Indonesia, hukum, politik, dan pendidikankewarganegaraan.

Melalui pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan tata aturan bernegara, dengan berbagai fenomenanya, peserta didik diharapkan terampil dalam mencermati berbagai persoalan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya dalam bingkaian nilai, moral, prinsip, dalil, dan teori-teori pendidikan kewarganegaraan (civic), sehingga mereka manipu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebudayaan berperan dalam menjadikan kehidupan manusia dalam masyarakat lebih baik, baik dalam kapasitasnya sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial, sehingga pengembangan kebudayaan secara substansial diarahkan pada upaya perbaikan piranti-piranti kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Model Resolusi Konflik (MRK) sebagai sebuah model pembelajaran padadasarnya merupakan suatu gerakan revolutif yang interdisipliner dalam pembelajaran civicyang dikembangkan untuk menstimulasi dan eksplorasi hubungan antara masa lain,sekarang, dan masa yang akan datang dalam balutan konflik yang multidimensi sehingga setiap orang berkewajiban memiliki pengetahuan dan keterampilan menyelesaikan konflik yang ada di masyarakatnya bagi kesejahteraan umat manusia (NCSS,2000).