Menjelaskan Definisi Uang dengan singkat

Uang dalam kehidupan sehari-hari memegang peranan yang sangat penting, terutama bagi perputaran roda perekonomian suatu wilayah tertentu. Dalam segi teori uang di definisikan sebagai sesuatu yang secara umum diterima di dalam pembayaran,untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasaserta untuk pembayaran utang-utang.Uangjuga dapat didefinisikan sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat tukar,sebagai unit penghitung, sebagai alat penyimpan nilai/dayabeli,dan sebagai standar pembayaran yang tertangguhkan.

Kemudian pengertian uang juga dapat dikelompokkan menurut tingkat liquiditasnya. Yaitu :

  • M1 adalah uang kartal (currency) yang beredar di masyarakat plussimpanan dalam bentuk uang giral (demanddeposits). Disebut juga uang beredar dalam arti sempit atau narrow money.
  • M2 adalah M1 plus tabungan (saving deposits) dan depositober jangka (timedeposits) pada bank umum. Disebut juga uang beredar dalam arti luas atau broad money.
  • M3 adalah M2 plus simpanan pada lembaga keuangan nonbank. Seluruh simpanan yang ada pada bank dan lembaga keuangan non bank tersebut disebut uang kuasi atau quasi money.

Berdasarkan ketiga definisi uang tersebut, tingkat liquiditas yang paling tinggi adalahM1, karena proses untuk menjadikan M1 ke dalam uang tunai adalah yang paling cepat. Selanjutnya uang juga dapat berupa benda apa saja yang dapat diterima masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah dan ditetapkan oleh undang-undang Negara.

Uang dapat dibuat dari logam emas,perak dan logam biasa atau terbuat dari batu, ternak atau kertas dan lain sebagainya. Namun demikian, ada lima prasyarat atau kriteria yang dapat dipakai untuk menjadikan benda sebagai alat tukar atau uang.Adapun kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Portability, atau mudah dibawa dan mudah untuk ditransfer.
  2. Durability, atau secara fisik tahan lama.Karena itu barang yang tidak tahan lama tidak layak dijadikan uang,misalnya kecap.
  3. Divisibility, atau mudah dan dapat dibagi-bagi menjadi besar,sedang dan kecil, sehingga mudah untuk dibelanjakan. Misalnya nilai transaksi perdagangan yang berjumlah besar seharusnya menggunakan uang yang berjumlah besar pula,tetap ini laitransaksi yang berjumlah kecil sebaiknya menggunakan satuan mata uang yang lebih kecil juga. Contoh satuan mata uang yang bernilai Rp.1000,-,Rp.500,- dan lain sebagainya. Karena itusapi misalnya sangat sulit untuk dijadikan sebagai uang.

  4. Standar dizability, atau menstandarkan nilai dan kualitas. uang serta dapat dibedakan dengan barang lainnya.Hal ini berarti harus ada prasyarat stability ofvalue, dimana manfaat dari dijadikannya uang adalah nilai uang itu harus dijaga supaya tidak berfluktuasi secara berlebihan. Sebab sebagian masyarakat ada menyimpan kekayaaannya dalam bentukuang, sehinggabila uang berfluktuasi terlalu cepat dan dalam skala besar,maka orangtidak akan dapat menerimanya.

  5. Recognizability,atau mudah dibedakan dan dikenal secaraumum. Sedang dalam buku lain disebutkan acceptability andcognizability, artinya prasyarat utama dari sesuatu barang yang pantas dijadikan uang adalah dapat diterima dan diketahui secara umum.Dengan kata lain,diterima sebagai alat pembayaran, sebagai alat penyimpan kekayaan atau daya beli,sebagai alat tukar dan alat satuan hitung seperti fungsi dan peran uang yang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat.

Apapun bentukdan rupa uang,secara alamiah dan secara inheren, uang mempunyai pengertian riilbahwa uang merupakan klaim  seseorang yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa dalam ekonomi.