Menjelaskan Contoh Teks Anekdot Pendidikan dengan singkat

Contoh teks anekdot pendidikan termasuk banyak beredar di masyarakat. Ini menandakan bahwa pendidikan masih menjadi sesuatu yang harus mendapatkan banyak perbaikan.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot pendidikan berikut ini.

19. Judul: Pekerjaan Orang Tua

Di kelas 1 SD Sukamandi, Bu Indah sedang mengampu materi tentang cita-cita dan pekerjaan.

Bu Indah : Cita-citanya? Dan harus belajar apa supaya cita-cita tercapai?
Mawar : Saya Bu. Saya mau belajar matematika, karena cita-cita saya jadi pedagang seperti ibu saya.
Bu Indah : Bagus sekali, Mawar. Belajar yang rajin, ya. Tepuk tangan untuk Mawar… Oke, yang lain?
Marco : Saya, Bu. Saya mau belajar huruf A sampai G, karena cita-cita saya ingin jadi musisi seperti ayah saya.
Bu Indah : Bagus, Marco. Belajar lagi lebih banyak ya, biar jadi musisi hebat. Ada yang lain?
Merry : Saya, Bu. Saya mau belajar huruf A dan H saja.
Bu Indah : Lho… kenapa begitu, Merry?
Merry : Iya, Bu. Saya nggak tahu pekerjaan Ibu saya apa. Tapi kalau malamnya ibu teriak, “Ah.. Ah..,” besoknya pasti punya banyak uang.
Bu Indah : (Tepok jidat.) Ok. Rapikan buku, kita langsung pulang.
Murid : Horee..

Contoh teks anekdot pendidikan ini memberikan kritik/saran kepada orang tua untuk memperhatikan sikapnya sebagai contoh bagi anaknya.

20. Judul: Nggak Ngaruh

Awang adalah guru  yang terkenal sibuk di  kalangan murid SD Sukamandi. Ia sering ikut berbagai rapat, hingga jarang hadir di kelas. Biasanya hanya datang untuk memberi tugas, lalu ditinggal.

Satu hari, ia memberikan tugas kepada kelas 5 untuk meringkas 1 bab pelajaran IPS.

Bejo, sebagai murid yang paling lambat dalam hal menulis merasa frustasi. Ia tidak mau  melanjutkan menulis. Tapi, malah merobek buku paketnya, dan menstaplesnya ke buku catatan.

Kebetulan sekali, besoknya Pak Awang masuk kelas. Ia langsung memeriksa catatan para murid. Akhirnya ia sampai pada Bejo.

Pak Awang : Bejo, ini apa maksudnya buku kamu?
Bejo : Ringkasan, Pak.
Pak Awang : Ringkasan itu yang penting-penting saja. Lagian, kamu disuruhnya nulis, bukan nempelin materi yang di buku.
Bejo : Buat saya semuanya penting, Pak. Lagian Bapak nggak ngajarin mana yang penting, mana yang enggak. Kalau Cuma disuruh belajar dari buku, ada atau nggak ada Pak guru, nggak bakal ngaruh juga.
Pak Awang : (Diam seribu bahasa.)

Contoh teks nasihat pendidikan tersebut memberikan kritik kepada guru agar bersungguh-sungguh dalam mendidik dan mengajar.

21. Judul: Soal yang Mudah

Ketika penilaian tahap akhir di SD Sukamandi, Bu Wati sedang mengawasi murid kelas 4.

Ujian sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Hingga saat ini, murid-murid terlihat tegang. Bu  Wati ingin membuat mereka lebih rileks.

Bu Wati : Gimana, anak-anak, soalnya mudah semua, kan?
Murid-murid : Mudah, Bu guru.
Bu Wati : Alhamdulillah, kalau memang gampang semua.
Ngadimin : Soalnya sih gampang semua, Bu. Tapi jawabannya yang susah.
Bu Wati : Kok, bisa? Memangnya kamu tidak belajar, Ngadimin?
Paimin : Dia mah nggak pernah belajar, Bu. Tiap malam ngajakin mabar Mobile Legend.
Bu Wati : Hemm.. pantess..

Contoh teks anekdot pendidikan di atas memberikan kritik kepada pelajar yang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk main game..