Menjelaskan Contoh Teks Anekdot Nasihat dengan singkat

Teks anekdot nasihat merupakan nasihat yang disampaikan dalam bentuk anekdot. Tujuannya adalah agar yang dinasihati tidak sakit hati dan terkesan lebih lembut, dibandingkan dengan nasihat langsung.

Contoh teks anekdot nasihat dapat dipelajari di bawah ini.

43. Judul: Makan Permen

Domon merupakan anak yang gemar sekali  makan permen. Suatu hari, ketika sedang makan permen di sekolah, mama dari Anggi, temannya mengingatkan.

“Dek, kamu masih kecil, nggak boleh makan permen. Nanti giginya bolong-bolong, lho,” katanya.

“Iya, tante,” jawab Domon sambil membuang permennya.

Ketika istirahat, Domon ke warung sekolah untuk membeli permen. Kebetulan disana ada mama Anggi lagi. Melihat Domon membeli permen, mama Anggi pun mengingatkan lagi.

“Dek, daripada buat beli permen, mendingan uangnya kamu tabung. Lagian, permen kan nggak bagus, banyak gula. Bikin kamu gendut dan bolong giginya.”

Domon jadi merasa tidak enak. Ia pun menjawab, “Iya, Tante.”

Pulang sekolah, Domon mampir ke warung di seberang sekolah. Di sana, ia hendak membeli  permen lagi. Sedang mencoba membeli  permen, mama Anggi melihatnya.

“Lho, Dek, kamu  masih mau  beli permen lagi? Hati-hati lho, kalau sudah kena penyakit gua dari kecil, bisa mati  nanti, nggak berumur panjang.”

Domon yang dari tadi pagi belum merasakan permen jadi agak gusar. “Iya, Tante. Nenek saya juga udah 100 tahun, masih hidup sehat dan umur panjang.”

“Ya, kan? Pasti karena nggak makan permen,” ujar mama Anggi.

“Bukan, Tante. Tapi karena nenek saya nggak suka mencampuri urusan orang lain,” tukas Domon sambil beranjak pergi.

44. Judul: Kredit

Domon baru saja sampai ke rumah dari sekolah. Ia sedang makan siang ketika tiba-tiba terdengar ketukan dan salam dari arah pintu. Tiba-tiba, ibunya menarik Domon dan berkata, “Nak, kamu buka pintu dan bilang ke om-om yang di depan kala mama lagi nggak ada.”

“Memangnya itu siapa, Ma?” tanya Domon.

“Biasa, tukang kredit keliling. Jangan lupa bilang mama lagi nggak ada, ya. Mama mau ngumpet di kamar dulu,” pesan mama Domon sambil masuk kamar tidur.

Domon pun membuka pintu rumah.

“Dek, mamanya ada?” tanya tukang kredit itu.

“Om tukang kredit  ya? Kata mama, mama lagi nggak ada. Mama mau ngumpet di kamar dulu,” jawab Domon, polos.

“Hoo.. yaudah, bilang mamamu ya, anak kecil jangan diajari bohong. Nanti nyesal sendiri jadi orang tua,” kata tukang kredit dengan suara agak keras.

45. Anak Pintar

Domon pergi ke rumah teman kelasnya, Dimin, dan mengajaknya bermain.

Domon : Lagi apa, kamu? Main, yuk!
Dimin : Aku nggak bisa pergi. Disuruh mama jagain kandang ayam, soalnya ayamnya mau dijual. Ini mama lagi ke rumah yang mau beli.
Domon : Oh, kalau gitu gampang. Kita bawa aja kandangnya sekalian. Jadi kita tetap bisa main, dan kamu juga bisa jagain kandang.
Dimin : Oh, iya. Pintar kamu, Mon.

Mereka pun pergi bermain sambil membawa kandang ayam yang berbentuk keranjang itu.