Menjelaskan Contoh Teks Anekdot Menyindir dengan singkat

Sindir-menyindir merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, sindir-menyindir ini terjadi antara tetangga, teman, bahkan hingga tingkat elit DPR di senayan.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot menyindir berikut ini.

22. Judul: Giliran

Tiga orang cewek dengan pakaian seksi lewat di depan sekelompok pemuda. Seorang pemuda kemudian bersiul. Tiga cewek tersebut berhenti dan menatap marah.

Cewek 1 : Eh, Bang. Kalau punya mata tuh dijagain, ya. Jangan buat melototin paha perempuan
Cowok 1 : Eh, Neng. Kalau situ punya dada dikibar-kibar, paha diumbar, bibir nyambar-nyambar, nggak usah sok jual mahal.

Contoh teks anekdot menyindir di atas ditujukan kepada laki-laki dan perempuan yang tidak menjaga aurat dan pandangan.

23. Judul: Nunggu

Jaini dan Jamilah adalah kakak beradik yang jarang akur. Dari kecil sampai SMA masih saja suka bertengkar.

Satu hari Jaini melihat Jamilah mau pergi nongkrong dengan teman-temannya sambil berpakaian seronok.

Jaini : Woi, kalau punya aurat tuh ditutup rapat. Masak mau nunggu jadi mayat baru tutup aurat?
Jamilah : Hilih, gayamu, Bang. Ke masjid saja dulu, sana! Masak mau nunggu disolatin dan jadi mayit baru ke masjid.

Contoh teks anekdot menyindir di atas ditujukan kepada perempuan yang tidak menjaga aurat dan laki-laki yang enggan ke masjid.

24. Judul: Kamu Bisa Apa?

Kamidi baru awal-awal bergabung dengan sebuah kelompok pengajian. Ia baru  memahami bahwa ada banyak bid’ah yang terjadi di masyarakat.

Ketika ada yang mengajaknya berjabat tangan setelah salat, ia tidak mau. “Bid’ah,” katanya. “Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya enggak pernah begini, nih.”

Ketika ada yang mengajaknya ikut tahlilan selama 3 hari di rumah tetangga yang meninggal, ia menolak. “Bid’ah itu. Setiap bid’ah sesat, tiap sesat tempatnya di neraka,” jelasnya. “Enggak pernah tahlilan ada  dicontohkan di zaman Nabi Muhammad, SAW.”

Mukidi, yang sudah eneg dengan kelakuan Kamidi menukas, “Halah, dulu Rasul SAW mengajak orang-orang supaya masuk Islam. Ini orang udah Islam, malah kamu kafir-kafirkan.”

Contoh teks anekdot menyindir di atas memuat kritikan yang ditujukan kepada orang yang suka menyalahkan kelompok selainnya.