Menjelaskan Contoh Teks Anekdot Komedi dengan singkat

Komedi merupakan sandiwara ringan yang mengandung kelucuan. Meski terkadang diwarnai dengan sindiran, komedi sering berakhir dengan bahagia dan menyenangkan. Karena merupakan sandiwara, contoh teks anekdot komedi sering dibuat dalam bentuk dialog atau naskah drama.

Contoh teks anekdot komedi yang menarik dan kreatif dapat dilihat di bawah ini.

58. Judul: Aku Tahu

Sandoro merupakan seorang pengusaha yang sukses. Selain kaya, ia juga memiliki istri yang cantik dan setia.

Suatu saat, ia terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Saat merasakan kepayahan, ia memanggil istrinya.

Sandoro : Istriku, rasanya sebentar lagi aku akan meninggalkanmu. Maukah kau memaafkanku.
Istri : Tenang, mas. Semua kesalahanmu pasti kumaafkan.
Sandoro : Dulu aku pernah bilang ke luar negeri untuk urusan bisnis. Sebenarnya aku waktu itu aku liburan berdua dengan sekretarisku ke Maldive. Tolong maafkan aku, ya..
Istri : Iya, Mas. Aku memaafkanmu untuk itu.
Sandoro : Waktu itu juga, aku pernah menyuruhmu bersama anak-anak menengok nenek mereka di kampung. Sementara aku tetap bekerja di kota. Sebenarnya waktu itu aku berselingkuh dengan pembantu kita. Mau kan kamu maafin aku.
Istri : Tenang, mas. Untuk itu juga aku sudah maafkan kamu.
Sandoro : Kamu sungguh baik hati, dik. Aku merasa menyesal sudah berbuat curang padamu.
Istri : Tak perlu menyesal, Mas. Aku sudah tahu semuanya. Makanya aku yang masukkan racun ke dalam makananmu. Barusan juga sudah kutambah dosisnya. Sebentar lagi pasti selesai. Sabar, ya..

Sandoro pun pergi dengan penuh pengampunan dari istrinya.

59. Judul: Pingsan

Patmo merupakan seorang walikota yang sukses. Ia berhasil menapaki jenjang karir dan politiknya secara mulus. Setelah pensiun, ia tinggal berdua dengan istrinya, sementara semua anaknya sudah bekerja.

Ketika pernikahan mereka memasuki usia emas (50 tahun), ia mengajak istrinya berbincang-bincang.

Patmo : Istriku, kini pernikahan kita sudah mencapai golden period. Aku ingin mengakui sebuah kesalahan yang pernah kulakukan di masa lalu.
Istri : Kesalahan apa itu,Mas?
Patmo : Berjanjilah untuk memaafkanku terlebih dahulu.
Istri : Baiklah, Mas. Apapun itu, aku memaafkanmu.
Patmo : Makasih, Dek. Dulu, sebenarnya aku pernah selingkuh dengan Ratna yang menjadi sekretarisku, tapi hanya selama 1 bulan. Dan hanya sekali itu. Maafkan aku, ya.
Istri : Oh, iya, Mas. Aku juga mau cerita, tapi Mas janji jangan marah dan maafkan aku ya.
Patmo : Iya, dik. Apapun yang kamu  lakukan, pintu hatiku pasti terbuka untukmu.
Istri : Mas ingat waktu masih di perusahaan lama? Mas mengeluh susah naik pangkat. Saat itu tiba-tiba mas dinaikkan pangkatnya. Sebenarnya waktu itu aku menemui bos Mas dan memuaskannya.
Patmo : Yaudah, dik. Tidak apa-apa, toh itu semua demi aku.
Istri : Makasih, Mas. Tapi ada lagi. Mas ingat waktu mas mau diangkat jadi presiden direktur, ada rapat pemegang saham. Keputusan tinggal di tangan seseorang anggota. Waktu itu, aku pergi menemui anggota tersebut dan memuaskannya.
Patmo : (mulai menelan ludah) Tidak apa-apa, dik. Aku juga yang menikmati hasilnya.
Istri : Makasih, Mas. Tapi ada lagi. Mas ingat waktu sudah jadi walikota. Ada rapat penentuan kebijakan kota. Waktu itu ada 3 fraksi yang beranggotakan 60 orang tidak setuju, lalu tiba-tiba mendukung. Sebenarnya saat itu aku …

Patmo pun keburu pingsan terlebih dahulu…

60. Judul: Yang Mana?

Sandi merupakan manajer dalam sebuah perusahaan di kota. Suatu hari ia pegi ke pedesaan dan melihat kumpulan domba yang aneh, sebagian berwarna hitam, sebagian putih. Sandi pun menemui penggembala tersebut.

Sandi : Dombanya kok bisa beda-beda begini, Pak. Diberi makan apa?
Penggembala : Domba yang mana, Mas, hitam atau putih?
Sandi : Yang hitam?
Penggembala : Biasa, Mas. Rumput aja.
Sandi : Kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.
Sandi : Kalau dijual, kira-kira berapaan, Pak?
Penggembala : Domba yang mana, Mas, hitam atau putih?
Sandi : Yang hitam?
Penggembala : Biasa, Mas. Sekitar 2 – 3 jutaan per ekor.
Sandi : Kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.
Sandi : (agak kesal) Kok bapak kalau saya tanya, selalu ngasih pilihan hitam atau putih?
Penggembal : Soalnya, kalau  domba yang hitam memang punya saya sendiri, Mas.
Sandi : Hoo.. bilang dong. Lah, kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.

Sandi pun langsung ke lapangan, mengajak domba bertengkar.