Menjelaskan Contoh Pranata Sosial dengan singkat

Pranata Keluarga

Berikut adalah sebuah kasus keluarga yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia :

Ario Kiswinar Teguh tidak di akui sebagai Anak oleh Mario Teguh

Melalui sebuah acara televisi, Ario Kiswinar Teguh memberikan paparan bahwa dirinya tidak diakui sebagai anak oleh pengacara kondang Mario Teguh. Pada acara tersebut kiswinar membawa beberapa bukti yang menyatakan bahwa dirinya adalah anak yang sah dari Mario Teguh. Barang bukti tersebut diantaranya adalah Akta Kelahiran Ario Kiswinar Teguh dan foto-foto masa kecilnya bersama Mario Teguh.

Karena pernyataan yang di lontarkan oleh Ario, Mario Teguh pun angkat bicara dan membuat klarifikasi melalui acara televisi. Beliau mengungkapkan sebuah fakta pahit yang terjadi di masa lalu antara dirinya dengan mantan istrinya alias Ibunda Ario Kiswinar Teguh. Mario Teguh yang sangat menyayangi Ario ketika ia masih muda kemudian mengetahui bahwa anak yang ia sayangi itu adalah anak dari hubungan antara mantan istrinya dengan orang ketiga yang disebutnya dengan Mr. X. Mr. X adalah sesosok orang yang sangat dihormati oleh Mario Teguh. Mengetahui hal itu, Mario Teguh pun memutuskan untuk bercerai dengan Ibunda Ario sepuluh tahun yang lalu. Mario Teguh kemudian mengundang Ario Kiswinar Teguh untuk melakukan Tes DNA bersamanya, demi membuktikan apakah Ario benar-benar anak dari Mario Teguh dan Ibunda Ario.

Berdasarkan fakta yang ada dan keterangan-keterangan berita dari berbagai sumber, penulis menganalisis bahwa kasus ini sangat cocok dijadikan contoh nyata dalam pranata keluarga. Berikut analisis penulis :

  1. Perlakuan Mario Teguh terhadap Ario telah bergeser dari fungsi pranata keluarga, yaitu fungsi status. Berdasarkan bukti yang ada Ario Kiswinar Teguh layak mendapatkan status sebagai seorang anak motivator terkenal.
  2. Perceraian antara Mario Teguh dengan Ibunda Ario adalah sesuatu yang melenceng dari fungsi keluarga, yaitu fungsi afeksi. Dengan berpisah nya suami istri, maka salah satu orang tua akan jarang memberikan kasih sayangnya kepada anak. Dan ini dapat menyebabkan tekanan batin tersendiri pada si anak.

Pranata Ekonomi

Berikut adalah contoh kasus pranata ekonomi yang berhubungan dengan fungsi nya yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

Produksi Samsung Galaxy Note 7 di hentikan sementara

Perusahaan teknologi terkenal, Samsung, memutuskan menghentikan produksi handphone nya untuk sementara. Setelah di produksi ke berbagai negara besar, terutama Amerika dan Australia, banyak laporan konsumen yang telah menggunakan Samsung Galaxy Note 7 bahwa Handphone tersebut meledak ketika digunakan yang diduga bersumber dari baterai handphone. Daya baterai yang terlalu cepat habis meskipun di gunakan dengan normal.

Karena mendapatkan laporan tersebut perusahaan samsung langsung menghentikan produksi dan disribusi terhadap Samsung Galaxy Note 7.

Berdasarkan fakta yang didapat dari berbagai sumber, berikut adalah analisis penulis mengenai kasus ini :

  1. Samsung adalah sebuah perusahaan yang memproduksi teknologi sebagai kebutuhan masyakarat. Maka kasus ini sangat cocok dalam pranata ekonomi.
  2. Sebagai sebuah perusahaan, Samsung telah melakukan ketiga fungsinya dengan baik, yaitu produksi dan distribusi serta mengawasi jalannya konsumsi masyarakat.
  3. Namun dalam menjalankan fungsi nya, Samsung masih memiliki kekurangan di karenakan proses produksi nya yang kurang maksimal sehingga menyebabkan konsumen melapor mengenai efek samping yang fatal saat menggunakan Barang yang di produksi.
  4. Penyelesaian masalah yang dilakukan sangat tepat yaitu menghentikan produksi Samsung Galaxy Note 7 agar tidak menimbulkan korban akibat ledakan baterai handphone tersebut.

Pranata Pendidikan

Pendidikan merupakan institusi yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas. Berikut ada sebuah kasus yang dapat menjadi satu pembahasan penting mengenai pranata ini.

Full Day School

Siapa pun yang menyukai berita pasti telah membaca wacana tersebut yang di paparkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Wacana tersebut merupakan sebuah ide yang berasal dari amanat Presiden yaitu Nawacita. Full Day School dikaitkan oleh Mendikbud sebagai bagian dari implementasi mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia

Menteri Muhadjir Effendy ingin mengikuti negara-negara maju yang telah menerapkan sistem tersebut, salah satunya ialah negara Finlandia. Berikut terdapat tiga alasan penting mengapa Full Day School akan dilaksanakan.

  • Tidak ada Mata Pelajaran
    Dalam praktiknya, full day school dimaksudkan untuk menambah waktu anak-anak di sekolah hingga pukul 5 sore, yang semula hanya sampai pukul 1 siang. Dengan sisa waktu tersebut, siswa dapat mengembangkan dirinya dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.
  • Orang Tua bisa menjemput anak ke sekolah
    Orang tua yang bekerja hingga sore hari bisa menjemput anaknya pasca pulang bekerja, sehingga anak-anak tetap aman karena berada di sekolah hingga orang tua pulang bekerja.
  • Sertifikasi Guru
    Program ini pula membantu para guru untuk mendapatkan sertifikasi mengajar 24 jam.
    Program ini dicanangkan sejak bulan Agustus 2016 kemarin dan sudah mulai diterapkan di Provinsi Sulawesi Utara.

Kasus Pranata Sosial dalam keluarga :

Pada umumya orang mempercayai bahwa suatu perkawinan adalah sesuatu yang sacral, oleh karenanya setiap keluarga berupaya menjaga agar tetap utuh. Meski demikian perkawinan terkadang harus menghadapi kenyataan bahwa ikatan yang mempertalikan suami istri terputus, sehingga terjadilah perpisahan atau perceraian. Selain itu juga ada beberapa problem keluarga yang lain, yaitu kekerasan di dalam rumah tangga, seperti pemukulan, dan juga broken home.

Untuk mempelajari kekerasan terhadap pasangan, beberapa sosiolog telah mempelajari korban secara mendalam (Goetting 2001), sedangkan sosiolog lain telah mewawancarai suatu sampel representative dari pasangan Amerika Serikat (Straus dan Gelles 1988; Straus 1992). Meskipun tidak disepakati oleh semua sosiolog (Dobash dkk. 1992, 1993; Pagelow 1992), Murray Straus menyimpulkan bahwa suami dan istri berpeluang sama untuk menyerang satu sama lain. Meskipun kesetaraan gender ada, dampak dari kekerasan menunjukkan hal yang sebaliknya. 85 persen dari mereka yang cedera adalah perempuan (Renisson 2003).

Sebagian besar alasannya tentu saja karena sebagian besar suami lebih besar dan lebih kuat dibandingkan istri mereka, sehingga para istri berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam pertempuran antar jenis kelamin (secara harafiah). Kekerasan terhadap perempuan berhubungan dengan struktur masyarakat yang mendiskriminasikan gender. Karena mereka dibesarkan dengan norma yang mendorong agresi dan penggunaan kekerasan, beberapa orang laki – laki merasa bahwa berhak mengendalikan perempuan.

Jika mereka mengalami frustasi tentang hubungan yang mereka jalani, atau bahkan peristiwa di luar hubungan itu sendiri, beberapa laki – laki mengarahkan kemarahan mereka pada pada istri bahkan anak – anaknya. Pertanyaan sosiologis mendasar ialah bagaimana cara mensosialisasikan para suami untuk menangani frustasi dan perbedaan pendapat tanpa harus berpaling  ke kekerasan (Rieker dkk. 1997). Masalah pertengkaran tersebut akan dapat berkelanjutan sehingga menjadikan suatu percerai.

Pembahasan kasus :

Setelah mempelajari perceraian dan penganiayaan keluarga, orang dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa pernikahan jarang berhasil. Untuk mengetahui apa yang membuat suatu perkawinan yang berhasil, sosiolog Jeanette dan Robert Lauer (1992) mewawancarai 351 pasangan yang telah menikah selama lima belas tahun atau lebih. Terdapat 51 pasangan tidak memiliki perkawinan yang bahagia, tetapi pasangan tersebut tetap memutuskan untuk tidak bercerai karena alasan agama, tradisi keluarga, atau “demi anak”.

Di sisi lain, 300 pasangan yang merasa bahagia, semuanya menganggap pasangan mereka sebagai teman terbaik mereka, menganggap perkawinan sebagai komitmen seumur hidup, bahwa perkawinan bersifat sacral, percaya bahwa pasangan mereka telah tumbuh menjadi seseorang yang semakin menarik seiring dengan waktu, dan sangat menginginkan agar hubungan mereka langgeng. Sosiolog lain telah menemukan bahwa semakin baik hubungan pasangan dengan mertua, semakin bahagia perkawinannya (Bryant dkk. 2001).

Dari jurnal di atas juga dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa penyebab perceraian karena perselingkuhan dari pihak suami atau istri, faktor ekonomi dalam keluarga. “jika seorang istri berpenghasilan lebih tinggi daripada suaminya, pernikahannya lebih berpeluang kandas; jika seorang suami berpenghasilan lebih tinggi daripada istrinya, peluang terjadinya perceraian lebih sedikit” Alex Heckert, Thomas Nowak, dan Kay Snyder (1995).

Perceraian akan membawa dampak diantaranya tidak berjalannya fungsi seks dan reproduksi, tidak berfungsinya sosialisasi (anak menjadi terlantar karena kurang perhatian dari anggota keluarga, terutama orang tua yang bercerai), fungsi afeksi dan perlindungan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Daftar Pustaka
Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L. 1999. Sosiologi; Edisi Keenam Jilid I. Jakarta: PT Erlangga.
Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (ed.). 2006. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kamanto Soenarto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.
1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Masri Singarimbum dan Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.
Mohammad Nazir. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
M. James Henslin Sosiologi dengan Pendekatan Membumi Penerbit Erlangga.
Sunarto Kamanto Pengantar Sosiologi.Soerjono Soekanto. 1990. Sosiologi Suatu Pantantar; Edisi Baru Keempat, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soerjono Soekanto. 1985. Kamus Sosiologi;
Edisi Baru. Jakarta: Rajawali Pers.
Soerjono Soekanto. 2002. Mengenal Tujuh Tokoh Sosiologi. Jakarta: PT RajaGrafiondo Persada
Tim Sosiologi. 2004. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas 1 SMA. Jakarta: PT Yudhistiransert contents
Nasikun. 1996. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Dyole Paul Johnson. 1981. Teori-teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT Gramedia.
Margaret M. Poloma. 1998. Sosiologi Kontemporer. Terjemahan dari Contemporary Sociological Theory. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. 1986. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yasbit FE UI.Sunarto, Kamanto. 2004. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia: Jakarta
http://sosiologismancis.blogspot.co.id/p/pranata-sosial-1.html
http://dzakibelajar.blogspot.co.id/2015/01/pranata-sosial.html