Menjelaskan Contoh Moral Dalam Kehidupan Sehari-hari dengan singkat

Dalam kehidupan sehari-hari moral manusia akan di tempa dan diuji setiap saat dimanapun berada. Moral banyak terdapat dalam kehidupan manusia sehari-hari dan selalu dituntut untuk menggunakan moral untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Dengan menggunakan moralnya, seseorang akan dihormati dan akan timbul rasa saling menghormati satu sama lain. Oleh dan sebab itu, moral akan sering kita jumpai dalam kehidupan kita baik kita sebagai pelakunya atau sebaliknya. Dengan demikian moral dapat kita bagi dalam 2 jenis.

  1. Moral Dalam Adat Istiadat

Dalam adatistiadat, sering kita jumpai keberadaan moral. Manusia akan dituntut moralnya dan dinilai moralnya oleh manusia lain dengan adatistiadat atau kebiasan yang sudah ditanamkan dalam kehidupan bersosial. Banyak contoh yang sering dijumpai bahwa dalam hari lepas hari dan dalam lingkungannya, manusia sering menggunakan moral dalam mejalankan adatistiadatnya. Manusia akan akan dituntut jika memasuki sebuah lingkungan atau tempat dengan adat istiadatnya.

Baca Juga : 

Seseorang harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dengan segala tata aturan yang sudah berlaku didalamnya. Sebagai contoh kecil jika kita memasuki sebuah gedung kantor kita wajib untuk melaporkan diri kepada security, agar kita dapat dilayani dengan sopan. Dan masih banyak contoh lainya yang sering kita jumpai setiap saat. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa moral yang ada didalam diri seseorang akan selalu dituntut keberadaannya setiap saat, dimanapun kita berada.

  1. Moral dan Hukum

Sebagaimana terdapat hubungan erat antara moral dan agama, demikian juga antara moral dan hukum. Kita mulai saja dengan memandang hubungan ini dari segi hukum. Hukum membutuhkan moral. Dalam kekaisaran Roma sudah terdapat pepatah Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang jika tidak disertai dengan moralitas?”Hukum tidak berarti banyak, kalau tidak dijiwai oleh moralitas.

Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan norma moral. Di sisi lain, moral juga membutuhkan hukum. Moral akan mengawang-awang saja, kalau tidak diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dan moralitas.

Etika dan moral sama artinya, tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.

Daftar Pustaka:

  • Dariyo,Agoes.2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor : Ghalia Indonesia.
  • Hurlock,Elizabeth B.2003.Psikologi Perkembangan Edisi kelima.jakarta:Erlangga
  • Santrock,John W. 2007. Remaja Edisi 11 Jilid 1. Jakarta :Erlangga.
  • Abineno Dr.J.L.Ch. (1996), Sekitar Etika dan Soal-Soal Etis”, PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta.
  • Sirait, Drs. Jerry. R.H. dkk (1993), ”Diktat mata kuliah pendidikan Etika (Kristen)”, Departemen Mata Kuliah Dasar Umum Universitas Kristen Indonesia.