Menjelaskan Contoh Larutan Garam dengan singkat

Kehidupan Sehari-hari

Contoh Soal 1

Berikut ini adalah beberapa contoh beserta penyelesaian soal-soal yang berkaitan dengan hidrolisis garam yang baru saja kita pelajarai bersama :

1. Berapakah pH larutan dari 100 mL larutan natrium sianida 0,01 M? (Ka HCN = 10-10)

Penyelesaian dan Jawaban:

Larutan natrium sianida terbentuk dari campuran basa kuat (NaOH) dengan asam lemah (HCN). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

NaCN(aq) →  Na+(aq) +  CN(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion CN. Konsentrasi ion CN adalah 0,01 M. Dengan demikian,  pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

  • [OH-]  =  {(Kw /Ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2
  • [OH-]  =  {(10-14 / 10-10)(0,01)}1/2
  • [OH-]  =  10-3 M

Dengan demikian, pOH larutan adalah 3. Jadi, pH larutan garam tersebut adalah 11.

2. Berapakah pH larutan dari 200 mL larutan barium asetat 0,1 M? (Ka CH3COOH = 2.10-5)

Penyelesaian dan Jawaban:

Larutan barium asetat terbentuk dari campuran basa kuat (Ba(OH)2) dengan asam lemah (CH3COOH). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

Ba(CH3COO)2(aq) →  Ba+2(aq) +  2 CH3COO(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion CH3COO. Konsentrasi ion CH3COO adalah 0,2 M. Dengan demikian, pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

  • [OH-]  =  {(Kw /Ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2
  • [OH-]  =  {(10-14 / 2.10-5)(0,2)}1/2
  • [OH-]  =  10-5 M

Dengan demikian, pOH larutan adalah 5. Jadi, pH larutan garam tersebut adalah 9.

3. Hitunglah pH larutan NH4Cl 0,42 M! (Kb NH4OH = 1,8.10-5)

Penyelesaian dan Jawaban:

Larutan amonium klorida terbentuk dari campuran basa lemah (NH4OH) dengan asam kuat (HCl). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam.

NH4Cl(aq) →  NH4+(aq) +  Cl(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion NH4+. Konsentrasi ion NH4+ adalah 0,42 M. Dengan demikian, pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

  • [H+]  =  {(Kw /Kb)([ion yang terhidrolisis])}1/2
  • [H+]  =  {(10-14 / 1,8.10-5)(0,42)}1/2
  • [H+]  =  1,53.10-5 M

Dengan demikian, pH larutan garam tersebut adalah 4,82.

Contoh Soal 2

a.Percobaan pertama

  1. Timbang 5,58 gram garam dapur (NaCl)
  2. Masukan garam dapur ke dalam gelas kimia yang berisi air ml, kemudian diaduk
  3. Masukan larutan garam dapur tadi ke dalam labu ukur
  4. Tambahkan air sampai volume mencapai 100 ml, kemudian aduk

 b. Percobaan kedua

  1. Masukan larutan HCl 3M + air ke dalam gelas kimia
  2. Lalu campurkanlarutan HCL tersebut dengan 100 ml HCL 1M
  3. Setelah itu ukur hingga volume mencapai 100 ml, kemudian diaduk

Kesimpulan

a. Kesimpulan pertama

Dari pengamatan dan pratikum laboratorium, kelompok kami dapat mengetahui bahwa,membuat larutan garam dapur 100 ml NaCl 1M dengan cara melarutkan garam dapur seberat 5,85 gram + air hingga mencapai volume 100 ml.  Sedangkan dari hasil pratikum kimia ini kelompok kami memperoleh data konsentrasi dari Larutan NaCl adalah 1M

b. Kesimpulan kedua

Dari pengamatan dan pratikum laboratorium, kelompok kami dapat mengetahui bahwa, membuat larutan HCL 100 ml 1M dengan cara  mengencerkan larutan 33,33 ml HCL 3M + air hingga mencapai volume 100 ml.

Saran
Dalam melakukan praktikum pembuatan larutan garam harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Karena, apabila praktikum tidak teliti atau salah dalam menghitung massa maka akan mempengaruhi pada proses pembuatan larutan Maka dari itu, dalam praktikum ini harus hati-hati dan teliti.

Contoh Soal 3

Salah satu cara memperoleh senyawa garam adalah dengan cara mereaksikan zat asam dengan zat basa. Reaksi ini dikenal dengan reaksi penggaraman atau disebut juga reaksi netralisasi. Dalam kehidupan sehari-hari garam yang sering digunakan antara lain: garam dapur (NaCl), garam inggris (MgSO4) sebagai obat pencahar, soda kue (NaHCO3) sebagai pengembang roti, monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa.

Sifat garam tergantung pada asam dan basa pembentuknya. Garam yang berasal dari reaksi antara asam dan basa dapat bersifat asam, basa atau netral.

Garam yang bersifat asam, memiliki pH < 7, berasal dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Contoh: NH4Cl (amonium klorida / salmoniak), dan NH4NO3 (amonium nitrat).

Garam yang bersifat basa, memiliki pH > 7, berasal dari reaksi antara asam lemah dan basa kuat. Contoh: KNO2 (kalium nitrit), NaHCO3 (natrium bikarbonat / soda kue), NaCH3COO (natrium asetat), KCN (kalium sianida / potas), dan KF (kalium fosfat).

Garam yang bersifat netral, memiliki pH = 7, berasal dari asam kuat dan basa kuat.
Contoh: NaCl (natrium klorida), KI (kalium iodida), dan KNO3 (kalium nitrat).

  • garam dapur, NaCl → Na+ + Cl-
  • besi sulfat, Fe2(SO4)3 → 2Fe3+ + 3SO3-4