Menjelaskan Contoh Hewan Reptil dengan singkat

Penyu

Penyu merupakan jenis reptil dari bangsa kura-kura yang telah hidup sejak 145 juta tahun yang lau. Penyu menurut data ilmuwan merupakan hewan yang seusia dengan dinosaurus.

Penyu mempunyai sepasang tungkai yang berfungsi membantunya berenang di air. Sehingga binatang melata ini sering juga disebut duyung. Penyu bernapas dengan paru-paru. Meskipun sebagian besar hidupnya di laut, ia akan sesekali naik ke permukaan untuk mengambil napas. Kehidupan penyu pada umumnya suka berimigrasi dengan jarak yang sangat jauh yakni 3.000 kilomter . Dan ia menempuh jangkaun tersebut dalam waktu 58 – 73 hari.

Penyu Hijau (Chelonia mydas)

Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah penyu laut besar yang masuk ke dalam keluarga Cheloniidae. Hewan melata air ini dapat hidup dan bertahan di hampir semua laut tropis dan subtropis terutam di Samudra Antalntik dan Samudara Pasifik.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom Animalia
Filum Chordota
Class Reptilia
Ordo Testudines
Famili Cheloniidae
Genus Chelonia
Spesies Chelonia mydas (Penyu Hijau)

Kata hijau diambil dari lemak yang menempel di bagian bawah cangkang mereka. Inilah alasan kenapa para ilmuwan menyebut reptil ini dengan penyu hijau. Menurut data para ilmuwan zoologi terdapat 100.000 ekor penyu hijau hilang atau terbunuh di kepulauan Indonesia – Australia.

Secara fisik penyu hijau berwarna kuning kehijaun atau coklat hitamn gelap. Cangkangnya apabila dilihat dari atas seperti telur bulat dan kepala relatif kecil dan tumpul. Setiap penyu memiliki panjang mulai dari 80 – 150 cm dengan berat bisa mencapai 132 kg. Makanan penyu laut adalah tumbuhan laut seperti rumput laut dan alga. Hewan melata ini menyebar di kawasan pesisir Afrika, India dan Asia Tenggara serta di sepanjang pesisir Australia dan Kepulaun Pasifik Selatan.

Fakta menunjukkan bahwa sekitar 70% penyu hijau terdampar bahkan mati di pesisir Kepulauan Hawai. Penyebab kematian penyu hijau secara pasti belum di ketahui. Namun untuk saat ini ia mati karena tumor di bagian tubuhnya. Dewasa ini keberadaan penyu hijau hampir punah. Sebab banyak pemburu ilegal membunuh dan menguliti cangkangnya untuk hiasan.Sedangkan telur dijadikan sebagai protein yang bernilai tinggi dan obat yang manjur. Kemudian dagingnya sebagai makanan yang enak.

Selain itu ada beberapa ancaman yang sangat serius terhadap menurunnya keberadaan penyu hijau di seluruh dunia. Diantaranya adalah hilang dan rusaknya habitat aslinya. Makna habitat asli disini adalah tidak adanya lagi tempat yang layak bagi penyu hijau untuk meletakkan telur-telur dan tempat penyu hijau mencari makan yakni terumbu karang mengalami kerusakan akibat sedimentasi. Setiap tahun ada 80.000 penyu hijau ditangkap dan dibunuh di Baja, Califortnia dan di kawasan Asia Tenggara terkhusus Bali. Mereka para pemburu ilegal menangkap penyu hijau untuk diawetkan dan dijual sebagai cinderamata bagi para wisatawan.

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) adalah jenis penyu yang keberadaanya hampir punah dan penyu in masuk ke dalam famili Cheloniidae. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) menyebar di seluruh dunia dengan 2 subspesies yang berbeda yakni Eretmochelys imbricata imbricata dan Eretmochelys imbricata bissa. Eretmochelys imbricata imbricata terdapat di laut Atlantik dan Eretmochelys imbricata bissa terdapat perairat Indo-Pasifik.

Tidak ada ciri unik dari penyu ini, karena hampir sama dengan penyu pada umumnya. Namun tubuhnya berbentuk datar dengan karapaks sebagai pelindung dan pada lengannya seperti sirip yang berfungsi untuk berenang di samudra terbuka. Perbedaan penyu sisik atau Eretmochelys imbricata dengan penyu lainnya adalah terletak pada paruyhnya yang melengkung dengan bibir bagian atas sediki menonjol serta tambilan pinggir cangkangnya seperti gergagji.

Ciri khas dari penyu sisik ini adalah mampu berubah warna berdasarkan temperatur air tempat dia berada. Secara umumny apenyu sisik akan menghabiskan hidupnya di laut terbuka, akan tetapi sesekali ia akan ke sungai maupun laguna yang dangkal. Hal sangat disayangkan adalah tidak adanya rasa empati manusia terhadap keberadaan penyu sisik ini. Sehingga menurut data dari WCU ( World Conservation Union), penyu sisik masuk ke dalam hewan yang hampir punah atau kritis. Para pemburu ilegal ini memanfaatkan cangkang penyu sisik sebagai material utama untuk bahan dekorasi atau hiasan rumah.

Oleh karena itu badan yang bertanggung jawab melindungi spesies hewan punah yakni CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) melarang dan menindak lanjuti bagi siapa saja yang mengambil dan menangkap serat menjual penyu sisik dalam bentuk apapun.

Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)

Penyu Lekang (Lepidochelys olivachea) merupakan jenis penyu yang hampir mirip dengan penyu hijau namun kepalanya lebih besar dan karapasnya lebih langsing dan bersudut.Dibandingkan dengan penyu hijau, penyu lekang berwarna hijau pudar yang mempunyai 5 atau lebih sisik lateral di bagian samping tubuhnya.

Penyu lekang abapila dibandingkan dengan ketujuh jenis penyu yang ada, ia merupakan penyu terkecil yang pernah ada. Dan di Indonesia sendiri ada sekitar 1000 sarang penyu lekang yang dilindungi. Penyu lekang termasuk jenis penyu karnivora. Karena makanan kesehariannya adalah kepiting, kerang, udang dan remis yang bisa mereka temukan di sungai ataupun laut.

Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) adalah hewan melata yang keempat terbesar di dunia setelah jenis buaya. Penyu raksasa satu ini masuk ke dalam jenis suku Dermochelydae. Kalau ditengah masyarakat penyu ini lebih dikenal dengan penyu raksasa, kantong atau mabo. Sedangkan dalam bahasa inggris penyu ini disebut dengan Leatherback sea turtle.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom Animalia
Filum Chordota
Class Reptilia
Ordo Testudines
Famili Cryptodira
Genus Dermochelys
Spesies Dermochelys coriacea

Penyu raksana ini sangat mudah ditandai yaitu dari karapaksnya yang berbentuk seperti garis-garis belimbing. Uniknya pada bagian karapaksnya tidak ditutupi oleh tulang melainkan hanya ditutupi oleh kulit dan daging yang berminyak. Kemudian untuk penyu belimbing yang masih anakan, kepalanya berbentuk bulat dan tanpa sisik. Sangat berbeda dari jenis penyu lain. Penyu belimbing memiliki paruh yang lemah dan tidak tajam serta tidak mempunyai permukaan penghancur atau pelumat makanan.

Bentuk tubuh dari penyu belimbing jantan adalah lebih pipih dibandingkan dengan penyu belimbing betina. Plastron memiliki cekungan ke dalam. Begitu juga dengan panggulnya sempit. Karapasnya berwananya kehitaman atau coklat tua dengan bercak putih dan bercak hitam di bagian bawahnya. Hewan melata ini bisa berukuran 700 kg dengan panjang mampu mencapai 3,05 meter. Penyu belimbing apabila jalan di darat termasuk hewan melata yang paling lambat gerakannya akan tetapi jika di air atauy laut kecepatannya bisa mencapai 35 km/jam. Dan termasuk hewan melata tercepat di dunia.

Penyu belimbing tersebar di kawasan tropis dan subtropis serat di Samudra Hindia, Pasifik dan Atlantik. Indonesia merupakan populasi terbesar penyu ini berada. Sama halnya dengan jenis penyu lain, hewan reptil ini berimigrasi dari satu pantai ke pantai lain untuk mencari sarang bertelur. Dan masa imigrasi hewan ini antara 2 – 3 tahun dengan rentang waktu istirahat adalah 9 – 10 hari.

Untuk bisa bertahan hidup penyu belimbing akan mengkonsumsi ubur-ubur yang bisa diperolehnya di permukaan bawan laut dan apabila hendak bertelur maka bisa menghasilkan 80 -100 butir. Faktanya setalah masa menetas hanya sedikit penyu belimbing yang mampu bertahan dan selamat sampai ke laut. Selebihnya diburu atau dimangsa oleh manusia atau predator lainnya. Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) adalah salah satu jenis penyu yang langka dan wajib dilindungi. Di Indonesia sendiri ada keputusan menteri yang melindunginya yakni Keputusan Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/5/1978.

Penyu pipih (Natator depressus)

Penyu pipih (Natator depressus) adalah jenis penyu yang endemik yang memiliki karapas rendah namun berkubah dengan tepi terbalik. Panjang karapsanya bisa mencapai 90 – 95 cm dengan warna zaitu keabuan dan plastron berwana krim. Namun untuk anak bayi pipih, karapasnya berwana abu-abu dengan sisik yang khas bergaris hitam. Sedangkan untuk plastron dan karapasnya berwarna putih.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom Animalia
Filum Chordota
Class Reptilia
Ordo Testudines
Famili Cheloniiidae
Genus Natator
Spesies Natator depressus

Istilah natator diambil dari bahasa latin yang artinya perenang dan depressus bermakna pipih. Jadi apabila digambungkan Natator depressus adalah penyu pipih perenang. Penyu pipih (Natator depressus) tersebar luas di lepas pantai Papua Nugini, pantai utara Australia, teluk, perairan yang dangkal, peraitan berumput dan terumbu karang serta muara dan laguna.

Uniknya dari perseberan tersebut Penyu pipih (Natator depressus) hanya membuat sarang di bagian utara Australia. Yakni dimulai dari Exmouth hingga Taman Konservasi Mon Repos di Queesland.Secara anatomi Penyu pipih (Natator depressus) memiliki karapas dengan panjang rata-rata 90 cm. Dengan bentuk seperti kubah dengan tepi terbalik dan empat pasang sisik rusuk yang berjumlah kurang dari sisik rusuk dari penyu lainnya.

Di posisi bagian atas akan terdapat perut dengan warna abu-abu zaitu dan sedikit lebih pucat. Serta sepasang sisik tunggal di bagian depan kepala. Inilah yang membedakan antara jenis penyu lainnya.Keunikan dari Penyu pipih (Natator depressus) adalah ia memproduksi jumlah telur yang sedikit namun ukurannya jauh lebih besar dari jenis penyu lain. Sekali memproduksi telur berjumlah 55 butir.

Keunikan yang kedua yaitu proses perkawinan hanya terjadi di laut. Dan untuk penyu jantan tidak akan pernah kembali ke pantai. Proses perkawinan ini berlangsung kurang lebih 1,5 jam. Apabila telah selesai proses perkawinan maka seekor penyu betina akan meletakkan telur di pantai dengan menggunakan sirip depan untuk menggali dan sirip belakang untuk menuutup lubang pasir.Telur yang mereka letakkan rentan terhadap predator seperti goanna pasir dan dingo serta rubah merah. Dan yang sedihnya lagi manusia juga ikut serta menangkao telur untuk dijadikan makanan yang mengandul nilai gizi tinggi.

Hal perlu diketahui adalah penyu pipih hanya melakukan masa kawin 2 – 3 tahun sekali. Dan apabila telah ke sampai ke laut sulit bagi predator untuk memangsanya karena ukuran tubuhnya cukup besar. Kecepatan berenang Penyu pipih (Natator depressus) saat di laut bisa mencapai 29 kilometer per jam. Dan makanan utama mereka adalah lamun, invertebrata laut termasuk moluska, ubur-ubur dan beberapa jenis udang serta ikan.

Penyu tempayan (Caretta caretta)

Penyu tempayan (Caretta caretta) adalah spesies terakhir dari jenis penyu yang hidup di dunia. Penyu tempayan (Caretta caretta) juga merupakan jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia.Penyu tempayan (Caretta caretta) ialah jenis penyu yang paling langka dan dilindungi oleh pemerintahan Indonesia khususnya dan PBB secara umum. Istilah lain yang dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah penyu bromo atau dalam bahasa inggris disebut Loggerhead. Dibandingkan dari jenis penyu lain, Penyu tempayan (Caretta caretta) memilikii kepala yang berukuran besar dan rahang yang kuat. Panjang hewan melata ini bisa mencapai 90 cm dengan berat dewasa 135 kg.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom Animalia
Filum Chordota
Class Reptilia
Ordo Testudines
Famili Cheloniidae

Dengan ukuran berat tubuh yang besar tersebut menjadikan Penyu tempayan (Caretta caretta) sebagai penyu terbesar kedua setelah penyu belimbing. Karapas Penyu tempayan (Caretta caretta) terbilang keras dengan warna coklat kemerahan atau kuning orange. Pada karapasnya terdapat empat pasang sisik coactal dan lima buah sisik vertebral. Akan tetapi plastronnya berwana kuning pucat. Pada bagian leher Penyu tempayan (Caretta caretta) berwarna coklat serta pada bagian bawahnya berwarna kuning. Begitu juga dengan kepala memiliki warna dengan karapas, Akan tetapi untuk anakannya berwana coklat.

Penyu tempayan (Caretta caretta) hidup di daerah tropis dan subtropis yakni di Samudra Antlantik, hindia, Pasifik dan Laut Mediterania. Penyeberannya pun sangat luas, hampir semua negara memiliki jenis Penyu tempayan (Caretta caretta) ini. Khusus untuk Indonesia, Penyu tempayan (Caretta caretta) hanya mampir saja adapun belum pernah ada data yang menunjukkan bahwa Penyu tempayan (Caretta caretta) pernah meletakkan telur di pesisir pantai Indionesia.

Penyu tempayan (Caretta caretta) termasuk hewan karnivora. Yakni mekanan kepiting, ubur-ubur, kerang, ikan dan lain sebagainya. Namun untuk anakannya mengkonsumsi rumput laut dan alga. Belum diketahui berapa banyak populasi yang masih hidup, akan tetapi di Indonesia sendiri semua jenis penyu termasuk Penyu tempayan (Caretta caretta) adalah hewan melata yang dilindungi oleh undang-undang.

Kura-Kura

Sebagian orang mengira bahwa antara kura-kura dan penyu adalah hewan melata yang sama bentuknya. Akan tetapi kedua jenis hewan ini merupakan reptil yang berbeda bentuk namun satu ordo. Kura-kura masuk ke dalam famili Testudinidae dan merupakan hewan vertebrata berkaki empat serta bersisik. Cangkangnya terdiri dari dua bagian yaitu karapas dan plastron.

Menurut data yang dimuat oleh para ahli taksonomi bahwa kura-kura terbagi menjadi dua jenis yaitu kura-kura darat (land toroise) dan kura-kura air tawar (fresswater tortoise). Khusus untuk kura-kura air tawar akan kita bahas di subjudul selanjutnya. Ada 11 jenis kura-kura darat. Tahukah Anda apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

Aldabra (Aldabrachelys gigantea)

jenis kura-kura yang paling besar kedua di dunia. Ukuran kura-kura tersebut bisa mencapai 100 kg. Kura-kura Aldabra selain memiliki ukuran tubuh yang besar namun juga memiliki usia yang panjang yakni bisa mencapai 255 tahun.

Secara spesifik Aldabra memiliki canhkang yang berbentuk kubah besar. Fungsi untuk melindungi dir dari serangan pemangsa. Leher pada hewan melata ini memiliki panjang yang luar biasa. Sehingga sangat mudah baginya untuk meraih dedaunan yang tinggi. Rata-rata ukuran tubuh Aldabra jantan adalah 1,1 meter sedangkan untuk Aldabra betina yaitu 0,9 meter.

Galapagos (Chelonoidis nigra)

Galapagos merupakan hewan melata terbesar pertama di dunia. Ukurannya bisa mencapai 1,87 atau 6,1 kaki. Dengan berat berkisar 272 hingga 317 kg. Kura-kura ini dapat ditemukan di Kepulauan Galapagos. Untuk memperoleh dedaunan yang tinggi, galapagos memanfaatkan lehernya yang panjang untuk meraih dedaunan tersebut.

Meskipun ukuran tubuhnya besar bukan berarti hewan ini termasuk karnivora, melainkan jenis hewan herbivora. Makanan yang biasa dia konsumsi adalah dedauan yang hijau dan segar. Karena keberadaanya tinggal sedikit maka Convention on International Trade Endangered Species of Wild Fauna dan Flora mengumumkan bahwa galapagos termasuk ke dalam hewan yang wajin dilindungi.

African Spurred Tortoise (Centrochelys sulcata)

African Spurred Tortoise sering disebut juga kura-kura Sulcata. Hewan melata ini bisa ditemukan di sebelah selatan Gurun Sahara tepatnya di bagian utara Afrika. Sulcata berasal dari bahasa latin yang artinya kerutan. Hal ini sesuai dengan bentuk tubuhnya yang dipenuhi kerutan di bagian sisiknya.

African Spurred Tortoise merupakan hewan sebangsa kura-kura terbesar ketiga setelah 2 contoh hewan kura-kura diatas. Ukuran berat badannya mencapai 105 kg dengan panjang per ekor 83 cm. Hewan ini mampu hidup mulai usia 50 – 150 tahun. African Spurred Tortoise banyak dijadikan hewan peliharaan sebab warna dan bentuknya terbiulang unik serta menarik perhatian.

Buaya / Crocodile

Jika Anda melihat buaya menelan, itu tidak ada apa-apanya- pada kenyataannya, buaya sering menelan batu-batu besar yang tetap tinggal di perut mereka, membantu mereka untuk menggiling dan mencerna makanan mereka (seperti rempela burung) dan juga bertindak sebagai pemberat suatu untuk membantu mereka menyelam lebih dalam.

Saltwater Crocodile atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan buaya air asin, merupakan reptil terbesar di dunia. Tumbuh dengan panjang lebih dari 6 meter (20 kaki). Buaya ini memiliki gigi raksasa yang diklaim dapat menghancurkan tengkorak sapi di rahang reptil tersebut. Bahkan, ada mood tertentu yang bisa membawa makhluk hidup buas ini untuk menyerang manusia.

Area populasi buaya ini hidup di wilayah Australia. Selain itu, buaya air asin juga berkembangbiak mulai dari Asia Tenggara hingga Australia. Dari namanya, diketahui buaya jenis ini juga bisa hidup di laut seperti yang pernah ditemukan di laut Jepang.

Konon, eksistensi buaya ini telah ada atau lebih tua dari dinosaurus, sehingga buaya air asin mampu memberi informasi sekilas mengenai nenek moyang hewan raksasa yang pernah hidup di zaman prasejarah.

Ular

Ular adalah salah satu makhluk paling ditakuti di muka bumi dan banyak orang percaya bahwa mereka bertanggung jawab atas kematian orang banyak. Namun pada kenyataannya, di Amerika Serikat, empat kali lebih banyak orang mati oleh lebah tawon daripada gigitan ular! Ular yang bertanggung jawab atas kematian manusia bukanlah raja kobra tetapi carpet viper yang hidup di wilayah dari Afrika Barat ke India. selain itu, meskipun Mamba hitam secara luas dianggap ular paling beracun , Cobra Asia membunuh lebih banyak orang, embuatnya menjadi ular yang lebih mematikan.

Bunglon

Bunglon akan mengubah warna tubuh mereka tidak hanya untuk kamuflase dan untuk berbaur dengan latar belakang, tetapi juga sesuai dengan cahaya, suhu dan bahkan suasana hati-nya! Satu hal lagi yang unik tentang bunglon – mereka adalah satu-satunya binatang yang dapat menggerakan dan memfokuskan mata mereka secara terpisah, mata mereka berputar ke arah yang berbeda dan memberi mereka kemampuan untuk melihat dalam dua arah yang berbeda dan fokus pada objek terpisah secara bersamaan.

Lanjut tentang bunglon, bunglon juga satu-satunya binatang yang dapat memanjangkan lidahnya sampai 3 kali lebih panjang dari tubuhnya untuk menangkap makanan. lidah ini terlempar keluar dari mulut dengan kecepatan sangat tinggi dan menjerat mangsanya menggunakan ujung lidahnya yang lengket.

Komodo Dragon

Hewan ini dijuluki sebagai the king of lizard. Komodo ini juga disebut sebagai hewan pemburu mematikan yang memiliki panjang hingga 3 meter (10 kaki). Hewan ini biasanya berburu di sore hari, menyergap mangsanya dengan menggunakan cakarnya yang tajam dan kuat.

Memiliki ekor yang kuat dan memiliki racun yang mematikan. Istilah Dragon, tampaknya tepat untuk nama komodo dengan ukuran besar serta tampak seperti monster ganas yang siap menerkam mangsanya. Selain itu, air liur Komodo Dragon ini mengandung bakteri yang bernama virulent strains. Setiap gigitan komodo bisa mengakibatkan infeksi yang fatal

Tuatara / iguana 

Jenis iguana ini memang tidak memiliki ukuran besar , namun hewan ini merupakan kerabat terdekat dari reptil dan ular yang pernah hidup di era Mesozoic, sekira 250 juta tahun lalu. Tuatara memiliki kaki dan struktur otak yang sangat mirip dengan hewan amfibi.

Kabarnya, hewan ini memiliki tiga kelopak mata di setiap matanya serta mata ketiga yang disebut parietal eye. Kemungkinan mata ketiga ini berfungsi untuk mendeteksi siklus siang dan malam. Selain itu, tulang punggung hewan ini menyerupai ikan, sedangkan rusuknya seperti yang dimiliki pada burung. Tuatara hidup di pulau lepas pantai, wilayah Selandia Baru.