Menjelaskan Contoh Analisis Kebutuhan dengan singkat

Secara teoritis, konsep pecahan merupakan topik yang lebih sulit dibandingkan dengan bilangan bulat (Mark, 1988). Karena dalam mempelajari konsep pecahan sangat memungkinkan terjadinya miskonsepsi pada diri siswa. Selain materi pecahan yang memang sulit, anak dalam tataran sekolah dasar selalu mempunyai keingian-keinginan untuk bermain, karena hal itu sudah merupakan bagian dari hidupnya.

Dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari betapa gembiranya saat anak-anak menonton film kartun dan membaca komik. Untuk itu perlu dipikirkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai untuk siswa. Hal ini sesuai dengan yang yang diungkapkan oleh Risman (2003) untuk menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak bisa berprestasi ada tiga C yang harus diperhatikan, yaitu children (anak), content (materi), dan context (situasi). Lebih lanjut Risman menjelaskan perlakuan yang tepat dan materi yang sesuai tidak akan mempunyai efek yang positif jika tidak disampaikan pada situasi (context) yang tepat.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, perlu kiranya suatu tindakan guru untuk mencari dan menerapkan suatu model pembelajaran alternatif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika khususnya konsep pecahan dengan memperhatikan tingkat perkembangan jiwa anak didik.

  • Tahap Pelaksanaan

Untuk penerapan media ini harus melalui 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan (plan): perencanaan tindakan (Plan Action) dan perencanaan penelitian (Plan Research), (2) tindakan (act): pelaksaaan tindakan (implement action) dan pengamatan tindakan (monitor action), (3) penyelidikan (research): mendapatkan data (produce data) dan analisis data (analyse data), dan (4) refleksi (reflect). Dari keempat tahap tersebut membentuk suatu siklus.

  1. Tahap Perencanaan (plan), meliputi:

    1. menyusun rencana pembelajaran.
    2. menyusun komik yang akan digunakan sebagai media pembelajaran.
    3. menyiapkan bahan/alat peraga yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan
    4. menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan oleh pengamat saat pelaksanaan tindakan.
  2. Tahap Pelaksaan Tindakan (act)

Pelaksanaan tindakan yang dimaksud adalah melaksanakan pembelajaran konsep pecahan dengan menggunakan media komik dan mengamati aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

  1. Tahap penyelidikan (Research)

Pada tahap ini meliputi menghasilkan data (produce data) dan analisis data (analyse data).

Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dalam suatu proses. Proses dalam hal ini berarti bahwa pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakan secara intensif. Setiap kali pemberian tindakan berakhir, maka data yang terkumpul dianalisis berdasarkan hasil observasi, hasil kerja siswa, hasil terakhir dan hasil wawancara.

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992), yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi data.

  1. Tahap Refleksi (reflect)

Pelaksanaan kegiatan refleksi, peneliti melakukan diskusi dengan pengamat untuk menjaring hal-hal yang terjadi sebelum dan selama tindakan berlangsung berdasarkan hasil tes, hasil pengamatan, hasil wawancara, dan catatan lapangan dengan subyek penelitian agar dapat diambil kesimpulan dalam merencanakan tindakan selanjutnya.