Menjelaskan Contoh Analisis APBD Kota Depok Tahun 2010-2012. dengan singkat

Berikut ini adalah data APBD Kota Depok tahun 2010-2012 yang akan dianalisa :

Adapun komponen yang membentuk APBD diatas terdiri dari 4 bagian, yaitu ringkasan pendapatan, belanja, suplus/defisit dan pembiayaan.

  • Pendapatan

Bagian ini melihat perubahan dalam berbagai komponen pendapatan. Untuk pemerintah daerah yang ada di Indonesia, pendapatan utamanya berasal dari tiga sumber :

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi
  • Transfer dari puast, dan
  • Pendapatan lainnya.

Mengingat rata-rata sumber pendapatan pemerinath daerah didominasi oleh dana perimbangan yaitu sekitar 80-90%, maka sumber pendapatan pemda dalam kondisi dependable (ketergantungan).

  • Belanja

Bagian ini menujukkan perkembangan total belanja dalam periode 3 (tiga) tahun. Selain itu, akan ditujukkan pula perubahan dalam jenis belanja sehingga dapat diketahui jika ada satu komponen yang berubah relatif terhadap komponen lain. Untuk pemda di Indonesia, klasifikasi belanja secara ekonomi dibagi ke dalam 10 (sepuluh) jenis , yaitu :

  1. Belanja Pegawai
  2. Belanja Barang dan Jasa
  3. Belanja Modal
  4. Belanja Bunga
  5. Belanja Subsidi
  6. Belanja Hibah
  7. Belanja Bantuan Sosial
  8. Belanja Bagi Hasil Kepada Prop/Kab/Kota dan Pemdes
  9. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Prop/Kab/Kota dan Pemdes
  10. Belanja Tak Terduga.
  • Surplus/Defisit

Pada bagian ini ditunjukkan aktual pendapatan, belanja, dan surplus/defisit dalam periode 3 (tiga) tahun. Pada dasarnya, dari bagian ini dapat terlihat “surplus/defisit” secara Nasional. Namun, tidak seperti private sector, surplus yang besar tidak diharapkan terjadi karena hal ini dapat mengindikasikan bahwa pemerintah daerah tidak memberikan pelayanan publik secara optimal dalam beberapa hal.

  • Pembiayaan

Pos ini menggambarkan transaksi keuangan pemda yang dimaksudkan untuk menutup selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah, jika Pendapatan lebih kecil maka terjadi defisit dan akan ditutupi dengan penerimaan pembiayaan, begitu juga sebaliknya.