Menjelaskan Ciri-ciri Vakuola Tumbuhan dengan singkat

  1. Pada protista vakuola kontraktil berfungsi sebagai pengatur air.
  2. Pada sel dewasa tumbuhan, vakuola cenderung lebih besar dan tunggal, disebut vakuola sentral yang menempati ruang sel sekitar 80% atau lebih.
  3. Pada sel hewan, vakuola cenderung lebih kecil, dan digunakan secara temporer untuk menyimpan bahan-bahan atau untuk mengangkut bahan.
  4. Tonoplas merupakan bagian yang sangat penting dan terintegrasi dengan jaringan sistem membran (endomembran).
  5. Merupakan tempat menyimpan senyawa organik seperti protein yang ditumpuk dalam vakuola sel dalam benih.
  6.  Merupakan tempat penimbunan ion anorganik yang utama dari sel tumbuhan, seperti kalium dan klorida.
  7. Sebagian vakuola mengandung banyak pigmen yang mewarnai sel tersebut : pigmen merah dan biru dari mahkota bunga yang membantu memikat serangga penyerbuk untuk datang ke bunga tersebut.
  8. Pigmen warna tersebut sedemikian terkonsentraspi pada vakuola sel epidermis sehingga pigmen itu menutupi warna hijau kloroplas.
  9.  Membantu melindungi tumbuhan melawan pemangsanya karena mengandung senyawa yang beracun atau beraroma tak sedap bagi hewan.
  10. Vakuola besar sel tumbuhan berkembang dari penggabungan vakuola-vakuola yang lebih kecil, yang diambil dari retikulum endoplasma dan badan golgi.
  11. Bentuk dan ketegaran jaringan yang tersusun dari banyak sel yang hanya memiliki dinding primer; adalah akibat adanya air dan bahan terlarut yang menekan dari dalam vakuola. Tekanan timbul karena osmosis.
  12. Ada aspek penting lain dari vakuola yang membuat tumbuhan nampak seperti yang klta lihat. Untuk mempertahankanh idupnya, tumbuhan perlu menyerap cukup banyak air, unsur mineral, karbon dioksida, dan cahaya matahari. Setiap faktor tersebut, bahkan cahaya matahari sering langka atau sedikit sekali diperoieh dari lingkungan. Luas permukaan yang besar sangat memudahkan penyerapan keempat faktor tersebut oleh tumbuhan: akar yang bercabang-cabang mengasuki sejumlah besar volume tanah, permukaan dedaunan menangkap cahaya matahari dan menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Cara organisme mendapatkan permukaan yang luas dimulai dengan memiliki volume yang cukup besar dan kemudian memecah-mecah menjadi lapisan tipis seperti dedaunan, atau menjadi struktur sempit panjang seperti akar atau jarum-jarum konifer. Tumbuhan mempunyai volume cukup besar karena vakuolanya terisi air dengan jumlah lebih besar daripada yang dimiliki protoplasma sel lain. Jika sel tumbuhan hanya mengandung protoplasma tanpa vakuola seperti halnya sel hewan, maka sel tumbuhan hanya dapat mempunyai sebagian kecil dari luas permukaannya sekarang.
  13. Bagi hewan, amatlah penting memiliki volume yang kompak dengan permukaan yang terbatas dan protoplasma yang pekat agar dapat menghasilkan energi dan mengurangi kelembaban untuk bergerak.
  14. Fungsi vakuola tumbuhan : memelihara turgor & mempertahankan volume yang besar  merupakan fungsi yang statis.
  15. Konsentrasi bahan terlarut di vakuola hampir setinggi konsentrasi garam di air laut dan di sitosol (umumnya 0,4-0,6 M).
  16. Bahan terlarut dalam vakuola :
    -berbagai garam
    -molekul organik kecil (gula dan asam amino)
    -beberapa protein
    -molekul lain.
  17.  Vakuola tumbuhan mengandung bahan yang bisa meracuni sitoplasma, misalnya hasil metabolisme sekunder (contohnya alkaloid, dan berbagai senyawa bermolekul gula).
  18. Vakuola kadang juga mengandung kristal; kristal kalsium oksalat lazim didapatkan pada beberapa spesies.
    Beberapa hasil buangan sel dan kelebihan mineral dalam tumbuhan terperangkap di vakuola karena kondisinya berubah ketika memasuki lingkungan baru di vakuola yang, sekurang-kurangnya, sering lebih asam daripada sitosol.
  19. Enzim di vakuola mencerna berbagai macam bahan yang diserap ke dalam vakuola, termasuk mencerna sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah. Hal ini mungkin terjadi sewaktu protoplas sel kayu rusak dan mati. Dalam hal ini, vakuola berlaku sebagai lisosom, yaitu organel sel yang umum didaputi di sel hewan beberapa cendawan, dan protista. Lisosom mengandung enzim pencerna (hidrolitik) yang memecah bahan yang diserapnya, atau enzim ini mencerna protoplasma setelah sel mati dan merusak membran lisosom.
  20. Enzim pengurai protein sel hanya sekitar 10% terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi dan 90% terdapat pada sel khamir. Enzim ini berada di vakuola.
  21. Vakuola mempunyai peranan penting dalam homeostatis, yaitu mempertahankan pH sitosol yang konstan. Kelebihan ion hidrogen di sitosol akan dipompa masuk ke vakuola.
  22. Rasa masam yang tajam pada jeruk karena konsentrasi aram sitrat yang tinggi di vakuola merupakan contoh yang jelas. Vakuola yang demikian memiliki pH-sampai 3,0 padahal pH sitosol di sekitarnya antara 7,0 dan 7,5 (mendekati netral).
  23. Asam organik lain dipunyai oleh vakuola tumbuhan sekulen CAM (tumbuhan dengan metabolisme asam Crassulaceae), yang menghasilkan asam pada malam hari dan mengolahnya dalam fotosintesis pada siang hari.
  24. Kebanyakan vakuola agak bersifat asam (pH = 5-6). Telah terbukti melalui percobaan bahwa bila pH di sekitar sel tumbuhan berubah secara drastis, perubahan itu terlihat pada pH vakuola, sedangkan pH sitosol tetap konstan.
  25. Fosfat dan nitrat adalah contoh ion esensial yang disimpan dalam vakuola. Jika tingkat fosfat dan nitrat di sitosol turun terlalu rendah, maka kedua ion ini keluar dari vakuola dan masuk ke sitosol. Hal yang sama terjadi pula pada gula, asam amino, dan banyak bahan cadangan lain.
  26. Senyawa terlarut dalam vakuola menentukan sifat osmotiknya dan karena itu juga menentukan sifat osmotik sitosol yang menyertainya (sitosol dan vakuola selalu berimbang).
  27. Dalam peran vakuola dalam homeostasis, ada beberapa pengecualian. Senyawa tertentu seperti prolin (suatu asam amino) muncul di dalam jaringan yang berada di bawah keadaan rawan air atau rawan garam, tapi konsentrasi tinggi itu terjadi di sitosol. Senyawa tersebut berfungsi melindungi enzim sitosol dari lingkungan rawan air dan rawan garam itu.
  28. Beberapa reaksi kimia pada sel hidup terjadi di vakuola. Misalnya, tahap akhir sintesis etilen (suatu pengatur tumbuh berbentuk gas) sebagian besar berlangsung pada tonoplas vakuola, dan bermacam perubahan bentuk gula juga terjadi di sana.
  29. Jika sel mati tonoplas kehilangan sifat selektif permeabelnya sehingga enzim hidrolitik lolos dan mengakibatkan penghancuran diri sel.
  30. Tanaman tertentu yang menghasilkan getah lateks, alkaloid, tanin, minyak terpentin menyimpannya di dalam vakuola. Pada tanaman karet dan tanaman lain yang menghasilkan lateks, memilliki penampungan khusus untuk menyimpan lateksnya di dalam organel yang disebut Lasifer.
  31. Vakuola juga terdapat pada protozoa. Vakuola protozoa berupa vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.
  32. Mekanisme pertahanan hidup tumbuhan bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya.
    – Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel.
  33. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia
  34. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
  35. Vakuola sel hewan : banyak dengan ukuran yang relatif kecil
  36. Vakuola sel tumbuhan : sedikit tapi ukurannya besar
  37. Vakuola merupakan organel bermembran yang berisi cairan vakuola.
  38. Vakuola pada sel tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi yang lebih nyata dibandingkan dengan vakuola pada set hewan.
  39. Tumbuhan yang masih muda memiliki sel dengan vakuola berukuran kecil, tetapi pada tumbuhan yang bertambah besar dan dewasa, vakuola tampak membesar bahkan mendominasi sitoptasma dan mendesak sitoplasma ke tepi dinding sel.
  40. Vakuola Makanan adalah organisme yang makan dengan cara fagositosis mengelilingi mangsanya dengan bagian dari membran plasmanya, dan menelannya dengan memfusikan membran yang mengelilinginya dan memindahkannya (sekarang disebut vakuola makanan), ke dalam sitosol. Pada sitoplasma sel, vakuola bergabung dengan lisosom untuk pencernaan. Nutrient yang sudah tercerna dipindahkan ke dalam sitosol untuk digunakan, dan bahan-bahan yang tidak tercerna dibentuk ke dalam vakuola sisa yang akan dikeluarkan dari dalam sel dengan kurang lebih suatu proses yang berkebalikan dengan proses penelanan tadi.
  41. Vakuola Kontraktil dimiliki oleh beberapa protista yang hidup di air. Vakuola kontraktil adalah suatu struktur yang mengumpulkan air dan memasukkannya ke dalam selnya dari lingkungan, dan secara periodic mengeluarkan air yang sudah dikumpulkan ke lingkungan luar dengan mengkontraksikan vakuola seperti sebuah pori,
  42. Vakuola Tumbuhan Pusat adalah sebuah organela yang dibatasi membran yang sangat besar, yang terisi cairan. Vakuola tumbuhan pusat dimiliki oleh semua sel tumbuhan yang hidup dan sudah dewasa. Vakuola ini menempati lebih dari 90-95% volume dan sel yang dewasa.
  43. Tonoplas sangat tidak permeabel terhadap air dan materi-materi yang larut dalam air.
  44. Fungsi vakuola pusat tumbuhan :
    – Menyimpan produk metabolik termasuk berbagai ion dan nutrient, seperti glukosa, asam amino, kalium dan klorida.
    – Pigmen tanaman yang larut air (antosianin, termasuk pigmen bit, betasianin) – – Senyawa toksik
    – Metabolit sekunder
    – Pertahanan tumbuhan melawan predator yang tidak diinginkan
  45. Tekanan turgor penting dalam meningkatkan ukuran dan area permukaan sel tumbuhan selama pertumbuhan sel. Tekanan ini juga memberi kekuatan sitoplasma melawan membran plasma dan dinding sel yang membantu untuk membuat sel tetap kaku.
  46. Pada saat tumbuhan kehilangan turgor, mereka akan layu, suatu keadaan yang secara biologis dikenal sebagai plasmolisis.