Menjelaskan Ciri-Ciri Pubertas dengan singkat

Anak yang merasakan masa pubertas sekitar dua tahun atau kurang dirasakan sebagai anak yang cepat ma tang, sementara yang membutuhkan tiga hingga empat tahun untuk menuntaskan peralihan menjadi dewasa dirasakan sebagai anak yang lambat matang. Anak perempuan ingin lebih cepat matang dikomparasikan anak laki-laki.

Ciri-ciri anak yang merasakan masa pubertas ialah sebagai inilah (Soetioe, 1982:5–6):

  1. Mencari pergaulan di luar keluarga, usaha mencungkil diri dari ikatan keluarga.
  2. Minat subjektif dan sosial, timbul ke dalam batin sendiri.
  3. Kepribadian tumbuh dan si puber mengejar diri sendiri, ia mulai menganalisis hidupnya.
  4. Penemuan nilai-nilai, sikapnya menjadi emosional.
  5. Daya pikir mencungkil sifat-sifat konkret dan mengarah ke sifat-sifat abstrak.
  6. Perkembangan anak laki-laki dan anak wanita berbeda.
  7. Anak puber merasakan sikap ketidak-tenangan, tidak sebanding dan mengindikasikan sifat yang bertentangan.

Adapun ciri-ciri jasmani anak yang menginjak masa pubertas ialah sebagai inilah (Sujanto, 1996:172–173):

  • Kelenjar untuk anak laki-laki mulai menghasilkan cairan yang terdiri atas sel-sel sperma dan untuk anak wanita kelenjar kelaminnya mulai menghasilkan sel telur.
  • Anak laki-laki merasakan mimpi basah sementara anak perempuan merasakan menstruasi.
  • Tubuh mulai berkembang, sampai-sampai tampak pada anak laki-laki dadanya meningkat dengan otot-otot yang powerful dan anak perempuan, pinggulnya mulai melebar.
  • Mulai tumbuhnya rambut-rambut di bagian-bagian tertentu baik anak laki-laki maupun anak perempuan.
  • Anak laki-laki lebih tidak sedikit bernafas dengan perut sementara anak wanita lebih tidak sedikit bernafas dengan dada.
  • Suara mulai pulang menjadi lebih besar atau parau.
  • Wajah anak laki-laki lebih terlihat persegi sementara wajah anak wanita lebih terlihat membulat.
  • Motorik anak (cara bergerak) mulai berubah, sehingga teknik berjalan anak laki-laki dan anak perempuan merasakan perubahan. Anak laki-laki terlihat lebih kaku dan kasar, sedang anak wanita tampak lebih canggung.
  • Mulai menghias diri, baik anak laki-laki maupun anak perempuan berjuang menarik perhatian dengan memamerkan segala perkembangannya, namun dengan malu-malu.
  • Sikap batinnya kembali menuju dalam, sampai-sampai timbul rasa percaya diri.
  • Perkembangan tubuhnya menjangkau kesempurnaan dan pulang harmonis.

Baca Juga :