Menjelaskan CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF dan Contoh Kalimat juga Strukturnya dengan singkat

Kalimat dinyatakan dapat memberikan informasi kepada pembaca secara tepat dan akurat seperti yang diharapkan penulis (efektif), apabila memiliki ciri-ciri yaitu : kesatuan gagasan, kesepadanan, keparalelan, kehematan, kelogisan, kecermatan, kebervariasian, ketegasan, ketepatan, kebenaran struktur, dan keringkasan.

  1. Kesatuan gagasan

Kalimat efektif hanya mengandung satu gagasan. Perhatikan kalimat berikut yang mempunyai lebih dari satu gagasan.

Contoh: Melihat perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi yang semakin padat namun tidak didukung dengan perekonomian yang cukup dan tanpa kita sadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana dan prasarana yang memadai.

Kalimat tersebut mempunyai tiga gagasan:

  1. Perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi yang semakin padat.
  2. Perkembangan itu tidak didukung dengan perekonomian yang cukup.
  3. Kita tidak menyadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana dan prasarana yang memadai.

Saran perbaikan kalimat tersebut:

Perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi semakin padat, tetapi tidak didukung oleh perekonomian yang cukup dan sarana dan prasarana yang memadai.

  1. Kesepadanan

Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu:

  • Memiliki subjek dan predikat yang jelas

Contoh:

  • Tidak diharapkan oleh bangsa mana pun, tetapi kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah. (Tidak efektif)

(Apa atau siapa yang tidak diharapkan oleh bangsa mana pun?)

  • Krisis ekonomi tidak diharapkan oleh bangsa mana pun, tetapi kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah. (Efektif)

(Krisis ekonomi memperjelas apa yang tidak diharapkan oleh bangsa mana pun)

  • Kata depan tidak berada di depan subjek

Contoh:

  • Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour. (Tidak efektif)

(Bagi di depan subjek)

  • Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour.(Efektif)
  • Konjungsi intrakalimat tidak dipakai di dalam kalimat tunggal.

Contoh:

  • Saksi tidak hadir. Sehingga persidangan ditunda minggu depan.

(Sehingga di awal kalimat)

  • Saksi tidak hadir sehingga perseidangan ditunda minggu depan.

(sehingga di tengah kalimat)

  • Predikat tidak didahului konjungsi yang.

Contoh:

  • Supporter timnas Indonesia yang mengenakan baju merah putih.

(yang di depan predikat)

  • Supporter timnas Indonesia mengenakan baju merah putih.
  • Subjek tidak ganda.

Contoh:

  • Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa.

(Apa subjeknya: pembangunan jalan itu atau kami?)

  • Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa. (Subjek: saya)
  1. Keparalelan (Kesejajaran)

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata atau makna yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

Contoh:

  • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kalimat efektif. (Tidak paralel)
  • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif. (Paralel)
  • Ami menulisi surat. (Tidak paralel makna)
  • Ami menulis surat. (Paralel)
  1. Kehematan

Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

Contoh:

  • Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren. (Tidak hemat)
  • Saya tidak suka buah apel dan duren. (Hemat)
  • Menghindari kesinoniman dalam kalimat

Contoh:

  • Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. (Tidak hemat)
  • Saya hanya memiliki 3 buah buku. (Hemat)
  • Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

Contoh:

  • Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Tidak hemat)
  • Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Hemat)
  1. Kelogisan

Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD.

Contoh:

  • Waktu dan tempat kami persilahkan! (Tidak logis)
  • Bapak kepala sekolah, kami persilahkan maju ke mimbar! (Logis)
  1. Kecermatan

Kalimat efektif ditulis secara cermat, tepat dalam diksi sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda dan kerancuan dalam kalimat.

Contoh:

  • Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (Tidak cermat)
  • Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (Cermat)
  • Bayi yang mendapat ASI lebih sedikit mengandung virus dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu botol. (Tidak cermat)
  • Bayi yang mendapat ASI akan lebih sedikit mengandung virus dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu botol. (Cermat)

Kecermatan juga diperlihatkan dengan tidak mengulang kata-kata yang sama yang bukan bertujuan penekanan seperti contoh berikut.

Contoh:

  • Pengumuman itu akan diumumkan kepada umum 2 minggu lagi. (Kurang cermat)
  • Pengumuman itu akan diumumkan kepada publik 2 minggu lagi. (Cermat)
  • Diharapkan proposal beserta keseluruhan kelengkapannya dapat melengkapi persyaratan administrasi proyek. (Kurang cermat)
  • Diharapkan proposal beserta seluruh kelengkapannya dapat memenuhi persyaratan administrasi proyek. (Cermat)
  1. Kebervariasian

Kalimat yang efektif menunjukkan penggunaan kalimat yang tidak monoton. Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia. Selain itu, variasi dalam panjang-pendek kalimat dan penggantian unsur di awal kalimat juga menandakan kefektifan kalimat.

Contoh:

  • Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua.
  • Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada anaknya.
  • Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan anak.
  1. Ketegasan

Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokoknya sehingga ide pokoknya menonjol di dalam kalimat tersebut.  Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

  • Meletakan kata yang ditonjolkan di awal kalimat

Contoh:

  1. Sudah saya baca buku itu. (penekanan pada baca buku)
  2. Buku itu sudah saya baca. (penekanan pada Buku itu)
  • Mengurutkan kata secara bertahap.

Contoh:

  1. Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. (Tidak efektif)
  2. Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur. (Efektif)
  • Mempertentangkan ide yang ditonjolkan

Contoh:

  1. Perusahaan itu tidak bangkrut, tetapi berkembang dengan pesat.
  2. Surti kurus, tetapi jago makan.
  • Menggunakan partikel penekanan

Contoh:

  1. Buanglah semua sampah itu!
  2. Jangankan emas uang pun aku tak punya.
  • Mengulang kata

Contoh:

  • Suroto ayah yang baik, ayah yang rela berkorban demi anak-anaknya.
  • Sudah merupakan kewajiban bagi mahasiswa untuk belajar, belajar, dan belajar.
  1. Ketepatan

Setiap kata yang digunakan perlu dipilih secara tepat dan cermat sehingga dapat mewakili tujuan, maksud, atau pesan penulis.

Contoh:

  • Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian berada dalam satu ruangan. (Tidak tepat)
  • Ketujuh korban, saat ditemukan warga dan aparat kepolisian, berada dalam satu ruangan. (Tepat)
  • Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian di dalam satu ruangan (Tepat)
  1. Kebenaran struktur

Kalimat efektif mengandung kebenaran struktur bahasa Indonesia, artinya unsur-unsur yang digunakan dalam kalimat tidak memakai unsur-unsur asing, atau daerah. Sebagai contoh, pemakaian unsur bahasa Inggris which, where tidak benar jika disepadankan dengan konjungsi dimana, di mana, atau yang mana dalam bahasa Indonesia. Penggunaan kata tersebut perlu dihindari. Begitu pula unsur bahasa daerah sebaiknya tidak dipakai dalam tulisan.

Contoh:

  • Kota dimana dia lahir kini hancur karena gempa. (Tidak benar)
  • Kota tempat dia lajir kini hancur karena gempa. (Benar)
  • Pemerintah akan membangun sebuah sekolah yang mana sekolah itu adalah satu-satunya sekolah yang ada di Desa Sipiongot. (Tidak benar)
  • Pemerintah akan membangun sebuah sekolah yang merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Desa Sipiongot. (Benar)
  • Dengan kita punya kemampuan menggunakan teknologi baru, segala pekerjaan akan lancar. (Tidak benar)
  • Dengan kemampuan kita menggunakan teknologi baru, segala pekerjaan akan lancar. (Benar)
  1. Keringkasan

Dalam menulis ditemukan pemakaian kata dan kelompok kata yang sebenarnya memiliki makna yang sama. Dalam hal ini kelompok kata merupakan bentuk panjang, sedangkan kata merupakan bentuk ringkas atau pendek.

Contoh:

  • Kami mengadakan penelitian anak jalanan di Jakarta. (Bentuk panjang)
  • Kami meneliti anak jalanan di Jakarta. (Bentuk ringkas)
  • Pak Sanusi selalu memberi nasihat kepada anak-anaknya. (Bentuk panjang)
  • Pak Sanusi selalu menasihati anak-anaknya. (Bentuk ringkas)
  • Mahasiswa mengadakan diskusi mengerjakan tugas dari dosen. (Bentuk panjang)
  • Mahasiswa berdiskusi mengerjakan tugas dari dosen. (Bentuk ringkas)

 

Ciri CIri Kalimat Efektif Secara Umum :

  1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.
  2. Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.
  3. Menggunakan diksi yang tepat.
  4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  6. Melakukan penekanan ide pokok.
  7. Mengacu pada kehematan penggunaan kata.
  8. Menggunakan variasi struktur kalimat.