Menjelaskan Cara dan Sikap  seorang peneliti dengan singkat

Cara berfikir seorang peneliti

Penelitian merupakan kegiatan mulia, karena penelitian memiliki manfaat untuk mencapai tujuan sosial yang diinginkan. Disinilah pentingnya pemikiran seorang peneliti sosial. Manfaat atau mudarat suatu penelitian tergantung dari pemikiran seorang peniliti. Namun hasil penelitian juga tidak hanya ditentukan latar belakang pemikiran seorang peneliti. Contoh kasus saja, seorang penelitian yang meneliti tentang korupsi. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kemiskinan rakyat karena banyaknya uang negara di korupsi oleh oknum pemerintah dan penegak hukum. Tetapi apa yang terjadi? Seorang peneliti itu malah dipenjara, karena dituduh mencemarkan nama baik. Jadi manfaat penelitian tidak hanya dipengaruhi oleh latar belakang pemikiran seorang peneliti. Manfaat penelitian dapat mengenai tujuan, juga dipengaruhi oleh sasaran penelitian (pemerintah, penegak hukum, dan rakyat).

Secara umum cara berfikir seorang peneliti ada tiga macam, yaitu; berfikir skeptis, berfikir analitis, dan berfikir kritis. Seorang peneliti diharapkan memiliki dan menggunakan cara berfikir tersebut di atas dalam melaksanakan penelitian. Adapun penjelasan dari tiga macam cara berfikir seorang peneliti adalah sebagai berikut;

  • Berfikir skeptif artinya peneliti yang memiliki pikiran untuk menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan
  • Berfikir analitis yaitu peneliti yang memiliki pikiran untuk selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang ada pada penelitianya.
  • Berfikir kritis yaitu peneliti yang memiliki pikiran untuk menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan data yang ditemukan di lapangan.

Sikap Seorang Peneliti

Sikap merupakan perbuatan yang berdasarkan pada pendirian dan keyakinan. Seorang peneliti disarankan memiliki sikap yang objektif, kompeten, faktual, jujur, dan terbuka. Berikut adalah penjelasan dari sikap-sikap yang dimiliki seorang peneliti.

  1. Obyektif, artinya haras dapat memisahkan antara pendapat pribadi yang biasanya sifatnya subyektif dengan fakta/ data yang diperoleh dari lapangan
  2. Kompeten, artinya memiliki kemampuan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik peelitian tertentu
  3. Faktual, artinya harus bekerja berdasarka fakta yang diperoleh
  4. Jujur, artinya tidak measukan keinginan sendiri ke dalam data
  5. Terbuka, artinya bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya