Menjelaskan Biogum Dihasilkan Mikroba dengan singkat

Sel mikroba yang mampu untuk menghasilkan polisakarida dapat dibagi menjadi 3( tiga ) tipe yaitu

  1. polisakarida ekstraseluler,
  2. polisakarida  struktural,
  3. polisakarida  intraseluler.

Polisakarida estraseluler ialah bentuk penimbunan mikroba pada kondisi sekitarnya, sedangkan polisakarida struktural ialah salah satu komponen dari struktural sel dan juga Polisakarida intraseluler, yang berguna sebagai energi cadangan untuk sel

Sel mikroba yang mampu menghasilkan polisakarida dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu polisakarida ekstraseluler, struktural, dan intraseluler. Polisakarida estraseluler merupakan bentuk penimbunan mikroba terhadap kondisi sekitarnya, sedangkan polisakarida struktural merupakan salah satu komponen struktural sel dan Polisakarida intraseluler, yang berfungsi sebagai energi cadangan untuk sel (Hardjanto, 1999).

Polisakarida ekstraseluler dikenal sebagai biogum yang dapat diklasifikasikan dalam dua bentuk yaitu kapsul dan komponen lendir. Kapsul yang menyatu dengan dinding sel ini dapat dibuktikan secara strukturalnya berupa mikrokapsul, sedangkan komponen lendir yang terpisah, tertimbun dalam jumlah yang besar diluar sel, kemudian didifusi ke dalam media kultur. Selama pertumbuhan, biogum ekstraseluler berperan dalam pembentukan tekstur kenyal pada koloni bakteri pada medium padat atau menyebabkan peningkatan kekentalan pada media cair (Pangestiningsih, 1998).

Biogum ekstraseluler yang diproduksi oleh sel mikroba akan disekresikan mengelilingi sel dan berfungsi untuk melindungi mikroba dari dehidrasi, fagositosis, dan partikel-partikel asing lainnya di sekitar mikroba sehingga mikroba dapat bertahan pada berbagai perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena fungsinya sebagai pelindung sel mikroba maka biogum bersifat stabil dan hidrofilik (Hardjanto, 1999).