Menjelaskan Bahasa Suku Tomini dengan singkat

Suku Tomini memiliki bahasa yang agak berbeda dengan bahasa Poso “Bare’e” dan bahasa Ledo. Suku Tomini sendiri memiliki 2 sub-suku yakni Suku Tialo dan Suku Lauje. Istilah Tomini sendiri lebih merujuk kepada kelompok masyarakat yang berada disekitar teluk Tomini.

Sedangkan di teluk Tomini dihuni oleh beberapa kelompok masyarakat seperti suku Lauje, Tialo, Bajau, Togian, dan lain-lain. Tapi yang mengklaim diri sebagai penduduk asli daerah Teluk Tomini ialah suku Lauje dan Suku Tialo, sehingga kedua suku inilah yang lebih sering disebut sebagai orang Tomini.

Baca Juga : 

Mata Pencaharian Suku Tomini

Makanan pokok mereka pada awalnya ialah sagu, kemudian mereka mulai pertanian di ladang dengan menanam padi dan jagung. Sistem irigasi mulai dikenal tahun 1900-an. Tanaman komoditi yang dikembangkan, kopra, cengkeng dan kopi. Meramu hasil hutan dan berburu masih dilakukan sebagian kelompok sebagai mata pencaharian.

Kekerabatan Suku Tomini

Sistem hubungan kekerabatannya bilateral dan memakai prinsip garis hubungan keturunan yang ambilineal. Pada zaman dulu mungkin terjadi pelapisan sosial yang agak tajam karena pengaruh sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan kecil, sekarang pelapisan sosial lama itu boleh dikatakan sudah hilang.

Adat Perkawinan

Sistem adat perkawinan suku Tomini ialah seorang perantara merundingkan mas kawin untuk mempelai perempuan yang tergantung dari status sosial perempuan tersebut. Pernikahan antar sepupu bisa diterima dan poligami diizinkan walau tidak banyak dilakukan. Setelah menikah pasangan pengantin biasanya tinggal dengan keluarga besar mereka sampai anak pertama lahir.

Baca Juga : 

Tempat Tinggal (Rumah)

Pemukiman suku Tomini berbentuk rumah panggung, Suku Tomini yang tinggal di daerah pesisir membangun rumah di sepanjang garis pantai teluk Tomini. Sedangkan yang lebih ke pedalaman dan dataran yang lebih tinggi membangun rumah diatas bukit dan lereng-lereng bukit.