Menjelaskan Asal Usul Suku Mentawai dengan singkat

Kepulauan ini terdiri dari 70 kepulauan kecil dengan pulau utama yaitu Sipora, Siberut, Pagai unsur utara dan Pagai selatan.

Penduduk yang menempati pulau ini terdiri dari sejumlah suku, sementara suku Mentawai asli mayoritas mendiami wilayah Siberut.

Nenek moyang suku pribumi Mentawai diandalkan sudah menempati kepulauan tersebut semenjak 2000 sampai 500 tahun sebelum masehi, sampai-sampai masyarakat Mentawai yakin bahwa mereka terdapat sebelum penjajah tiba.

Namun saat Belanda mulai menguasai dan menjajah Indonesia, terjadilah hejolak antara asli dan penjajah terutama dalam urusan klaim kepulauan Mentawai.

Belanda terus mengemukakan klaim atas kepulauan Mentawai sebagai unsur dari Hindia Timur.

Namun negosiasi yang dilaksanakan oleh tetua adat suku leluhur Mentawai membuahkan hasil yang meenyenangkan yaitu dibebaskannya masyarakat Mentawai guna hidup dengan teknik dan adat istiadat mereka tanpa terdapat campur tangan dari Belanda.

Kuatnya adat-istiadat masyarakat Mentawai juga diperlihatkan saat mulai hadirnya semua misionaris yang memiliki tidak sedikit tujuan mulai dari berniaga hingga menyebarkan doktrin agama.

Namun masyarakat Mentawai selalu menampik kedatangan misionaris yang dirasakan akan memprovokasi adat Mentawai yang telah ada.

Kemudian ketika penjajah Jepang tiba, mulainya semua dukun atau kerei dipaksa guna kerja.

Jepang memberikan tidak sedikit tekanan untuk masyarakat adat Mentawai sampai ancaman penganiayaan dan pembunuhan.

Setelah Indonesia dapat mengambil kemerdekaannya, pemmerintah mulai menciptakan aturan baru untuk masing-masing suku tergolong Mentawai.

Adanya aturan yang diciptakan pemerintah bertujuan unttuk mempersatukan seluruh suku di Indonesia atas nama bangsa Indonesia.

Sehingga masyarakat adat Mentawai pun harus mengerjakan adaptasi kebiasaan guna menjangkau tujuan dan pandangan hidup hidup bangsa Indonesia swngan berpegang pada Pancasila.

Adanya tidak sedikit faktor mulai dari aturan pemerintah dan sejarah di masa lampau, membuat kebiasaan Mentawai merasakan pergeseran bahkan ada sejumlah wilayah yang telah tidak menjalankan adat istiadat yang ada.

Akan tetapi, disebabkan adat istiadat suku pribumi Mentawai pun sangat kuat, masih terdapat kebudayaan yang tetap dijaga di tengah-tengah modernisasi yang terjadi ketika ini.

Wilayah Siberut yang menjadi distrik terluas dari kepulauan Mentawai masih dihuni oleh suku pribumi Mentawai yang menjaga kebudayaan peninggalan dari nenek moyang mereka.