Menjelaskan Alat Gerak dan Makanan Protozoa dengan singkat

Alat Gerak Protozoa

Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok, diantaranya (Suharto. 2004):

1. Rhizopoda

Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Jenis yang paling mudah diamati adalah amoeba. Ektoamoeba adalah jenis amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.

2. Flagellata (Mastigophora)

Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dan dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. a. Fitoflagellata
    Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya: Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.
  2. b. Zooflagellata
    Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas). Contohnya: Trypanosoma gambiens, Leishmania.

3. Ciliata (Ciliophora)

Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.

4. Apicomplexa (Sporozoa)

Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Hidupnya parasit pada manusia dan hewan. Contoh:
Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Gregarina.

Pengambilan Makanan Protozoa

Protozoa adalah penghuni tempat tempat basah dan berair yang kaya zat organik, seperti selokan, sawah, parit, sungai, waduk, laut, atau hidup parasit didalam tubuh organisme lain. Ditempat tempat yang tergenang air dan mengandung rumput kering juga sering didapatkan protozoa. Pada lingkungan yang tidak menguntungkan,protozoa dapat membungkus diri sebagai kista yang tersusun dari bahan kalsium karbonat (CaCO3).

Menurut Irianto (2009), protozoa dalam pengambilan makanannya dilakukan dengan cara berikut:

  • Holozoik, yaitu mengambil makanannya dari mikroorganisme lain seperti bakteri atau ganggang (alga).
  • Saprofit, yaitu mengambil makanannya dari bahan bahan hancuran tumbuhan yang ada disekitarnya.
  • Saprozoik, yaitu mengambil makanannya dari hewan hewan yang telah mati.
  • Holozoik, yaitu dengan melakukan fotosintesis