Menjelaskan Agama dan Kepercayaan Suku Tengger dengan singkat

Pada masa sekrang orang Tengger menggolongkan kepercayaan mereka ke dalam agama Hindu Darma, kepercayaan mereka lebih dipengaruhi oleh kepercayaan setempat. Mereka percaya kepada Sang Hyang Agung, roh para leluhur, hukum karma, reinkarnasi dan moksa.

Kepercayaan mereka kepada roh dipersonifikasikan antara lain sebagai danyang “makhluk halus penunggu desa atau tempat tertentu” yang dipuja disebuah tempat yang disebut punden. Biasanya dibawah pohon besar atau batu besar. Roh leluhur pendiri desa sering mendapat pemujaan yang lebih besar dan dalam kehidupan sehari-hari dipuja di sanggar pemujaan. Sekali setahun diadakan pemujaan roh leluhur di Kawah Gunung Bromo. Upacara itu lebih dikenal dengan Kasoda, ajaran agama itu mereka satukan dalam kitab suci yang disebut primbon yang aslinya ditulis di atas daun lontar.

Baca Juga : 

Dalam kepercayaan mereka orang Tengger sepanjang tahun menjalankan sejumlah upacara yang bersifat massal maupun individu, antara lain upacara Kasodo, Unan-unan, Pujan, Barikan, Nglukat atau Entas-Entas. Semua dilaksanakan menurut waktu yang telah ditetapkan berdasarkan perhitungan tradisional mereka. Orang Tengger membagi satu tahun menjadi dua belas bulan yakni kasa, karo, ketiga, kapat, kalima, kanem, kapitu, kawolu, kasanga, kesepuluh, kadesta dan kasodo.