Komponen Sistem saraf pada Manusia

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Sistem saraf memungkinkan manusia untuk mengenali dan mendeteksi berbagai perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar tubuh dan membuat tubuh mampu menyesuaikan diri dengan perubahan itu. Unit struktural terkecil yang mengatur kinerja sistem saraf adalah sel saraf atau yang biasa disebut neuron.

KOMPONEN SISTEM SARAF MANUSIA

  1. Sel Saraf (neuron)

Sel saraf adalah unit fungsional dan struktural terkecil penyusun sistem saraf. Terdapat sangat banyak sel saraf yang terhubung satu sama lain di dalam tubuh manusia. Sekelompok sel saraf akan membentuk jaringan saraf. Sel saraf berfungsi menerima rangsangan (impuls) dan memberikan pesan tentang impuls tersebut ke otak, setelah pesan diterima, otak akan memberikan sinyal tanggapan melalui sel saraf sehingga tubuh akan memberikan respon terhadap rangsangan tadi.

Dendrit

Dendrit (dari bahasa Yunani dendron, “pohon”) adalah cabang dari Neuron. Sel-sel saraf di otak disebut Neuron. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.

Badan sel

Bagian sel menyimpan inti sel (nukleus) dan anak inti (nukleolus), berjumlah satu atau lebih yang dikelilingi sitoplasma granuler. Dalam sitoplasma badan sel juga terdapat badan Nissl yang merupakan modifikasi dari retikum endoplasma kasar. Badan Nissl mengandung protein yang digunakan untuk mengganti protein yang habis. Selama metabolisme, protein ini juga bermanfaat untuk pertumbuhan neuron. Jika badan sel rusak, maka serabut-serabut neuron akan mati.

Selubung Mielin

Pada sel saraf, selubung Mielin adalah lapisan fosfolipid yang membungkus akson secara konsentrik. Sel Schwann merupakan sel yang membentuk selubung pada sistem saraf tepi, sedangkan oligodendrosit merupakan sel yang membentuk selubung yang sama pada sistem saraf pusat. Selubung mielin merupakan ciri khas vertebrata (gnathostome), tetapi selubung yang mirip dengan mielin juga telah berevolusi secara paralel dalam beberapa invertebrata

Inti sel (Nukleus)

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.

Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Akson

Akson atau (neurit)adalah sel yang panjang, tipis dan membawa impuls elektrikal sel tubuh neuron atau soma, sel ini juga dilindungi oleh Selubung Mielin. Akson adalah jalur transmisi utama sistem saraf dan mereka membantu membuat saraf. Akson individual berukuran sekitar satu mikrometer 1μm. Akson terpanjang pada tubuh manusia, adalah saraf skiatik yang menjalankan dari basis tulang belakang ke jari besar tiap kaki. Saraf skiatik ini dapat terbentang sekitar satu meter atau lebih panjang.

Nodus Ranvier

Nodus ranvier adalah bagian agak menyempti pada akson yang tidak dilapisi selubung mielin. Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls, dengan adanya nodus ranvier maka impuls dapat meloncat dari satu nodus ke nodus lainnya sehingga lebih cepat sampai ke tujuan.

Sel schwann

Sel schwann adalah sel pada akson (neurit) yang berfungsi untuk memberikan nutrisi dan membantu regenerasi dari akson (neurit).

  1. Sel glia (neuroglia)

Sel glia (neuroglia) adalah sel yang mendukung dan menunjang sel saraf (neuron). Beberapa fungsi utama dari sel glia antara lain adalah menyediakan nutrisi, memantau fungsi neuron, membentuk selubung mielin, menjaga homeostasis (keseimbangan), berpartisipasi dalam transmisi sinyal di sistem saraf, dan menghancurkan patogen yang dapat menginfeksi sel saraf. Beberapa jenis sel glia antara lain adalah astrosit, oligodendrosit, glioblast, dan sel schwann.

  1. Impuls saraf

Impuls sarafa adalah pesan (rangsangan) dalam bentuk arus listrik yang menjalar sepanjang serabut saraf. Impuls dapat terjadi karena adanya perubahan potensial listrik antar bagian luar dengan bagian dalam sel saraf. Ketika suatu sel saraf tidak sedang menghantarkan listrik, maka sel saraf tersebut sedang dalam keadaan istirahat.