Hubungan Sejarah Dengan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya

Pengertian sejarah

Menurut Wikipedia, sejarah adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan. Jika kita membaca silsilah raja-raja akan tampak seperti gambar pohon dari sederhana dan berkembang menjadi besar, maka sejarah dapat diartikan silsilah keturunan raja-raja yang berarti peristiwa pemerintahan keluarga raja pada masa lampau.

Pengertian ilmu sosial

Menurut Wikipedia, Ilmu sosial (bahasa Inggris: social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metode kuantitatif, dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku, dan interaksi manusia pada masa kini, dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.

Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metode kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin, dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial, dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial. Penggunaan metode kuantitatif, dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi, dan konsekuensinya.

Hubungan Sejarah dengan Sosiologi

Sejarah menyajikan kehidupan manusia ditengah lingkungan geografis dan sosialnya. Setiap masyarakat manusia senantiasa terikat oleh struktur sosial, proses-proses sosial serta perubahan demi perubahan yang melibatkan jalinan unsur-unsur sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dengan lapisan dan stratanya masing-masing. peristiwa sejarah banyak menampilkan konflik, persaingan dan kerjasama antar manusia yang perlu dipahami dari perspektif sosiologis.

Hubungan Sejarah dan Antropologi

Pada dasarnya sejarah lebih banyak memfokuskan kajiannya pada manusia dan masalahnya. Letak geografis, kondisi alam, perekonomian dan intensitas relasi antar manusia banyak mempengaruhi corak kebudayaannya. Perkembangan sejarah sendiri memperlihatkan bahwa kebudayaan manusia senantiasa berkembang seiring perkembangan hubungan antar manusia yang semakin intens. Perubahan-perubahan tertentu yang dialami manusia memperlihatkan kuatnya pengaruh budaya mereka sendiri maupun budaya luar yang saling jalin-menjalin, yang tidak hanya menjadi faktor pemicu perubahan, melainkan juga mempengaruhi pola pikir dan sikap mereka dalam menghadapi setiap masalah. Hal ini menyebabkan sejarah tidak dapat menghindar dari keharusan untuk mengapresiasi antropologi sebagai salah satu perangkat kajian dan analisisnya. Pola-pola peristiwa sejarah sendiri pada dasarnya memperlihatkan pergeseran pola-pola kebudayaan, termasuk pola pikir dari masa ke masa, pada suatu wilayah dan wilayah lain.

Hubungan Sejarah dengan Ilmu Politik

Politik merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi terjadinya perubahan. Pentas sejarah manusia bahkan sangat didominasi oleh pergulatan politik yang menyebabkan terjadinya perubahan demi perubahan, tidak hanya dalam hal pemerintahan, melainkan juga wilayah, pola hidup dan pola hubungan yang kemanusiaan yang lebih luas. Hal ini menjadikan penyelidikan sejarah tidak mungkin menghindarkan dari pemanfaatan ilmu politik sebagai perangkat analisis.

Hubungan Sejarah dengan Ilmu Ekonomi dan Geografi

Letak suatu wilayah (geografis) dan perkembangan perekonomiannya merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Malaka dan Papua merupakan dua wilayah dengan intensitas alur transportasi laut berbeda berdampak berbeda terhadap perkembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakatnya. Kaitan antara letak geografis dan kondisi ekonomi merupakan variabel perubahan dan dinamika yang tidak dapat dihindarkan untuk dijadikan bahan kajian maupun perspektif tinjauan kesejarahan. Oleh karena itu, analisis sejarah juga membutuhkan pemahaman keduanya secara memadai.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *