Tujuan pembentukan IDB

Tujuan pembentukan IDB. IDB adalah lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi negara anggota dan masyarakat muslim dinegara bukan anggota dengan berlandaskan prinsip-prinsip Syariah.

Tujuan pembentukan islamic development bank (IDB) adalah :

  • menigkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi negara – negara anggotanya
  • Meningkatkan dan memajukan pertumbuhan ekonomi di negara – negara anggotanya
  • meningktakan kesejahteraan masyarakat baik secara individu maupun kelompok dengan meggunakan prinsip – prinsip syariah

Negara aggota IDB

Untuk menjadi anggota IDB, setiap negara terlebih dahulu harus menjadi anggota OKI, bersedia memenuhi kewajiban berupa pembayaran penyertaan modal minimal sebesar ID2.500.000, mengikuti peraturan yang berlaku serta memperoleh dukungan minimal sebesar 2/3 dari jumlah Gubernur IDB yang ada.

Sampai dengan akhir tahun 2000, negara anggota IDB telah berjumlah 54 negara, yaitu : Afghanistan, Albania, Algeria, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Brunei Darussalam, Burkina Faso, Cameroon, Chad, Comoros, Djibouti, Egypt, Gabon, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Indonesia, Iran, Irak, Jordan, Kazakstan, Kuwait, Kyrgyz, Lebanon, Libya, Malaysia, Maldives, Mali, Mauritania, Morocco, Mozambique, Niger, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Syria, Tajikistan, Togo, Tunisia, Turkey, Turkmenistan, Uganda, Uni Emirates Arab, Yemen.

Jelaskan latar belakang berdirinya IDB!

Lahirnya IDB berhubungan dengan konflik Timur Tengah dengan Israel pada Oktober 1973 di mana mendapat perhatian serius dari negara barat. Pada saat itu dibutuhkan bantuan dan kerja sama untuk membantu sesama Negara Muslim.

Solidaritas negara-negara Arab memperluas masalah tersebut dengan mendirikan sebuah kerjasama bebasis Islam. Perlahan kerjasama ini menjadi lahan untuk membangun sebuah institusi ekonomi yang dapat membantu perkembangan pembangunan negara-negara Islam.

Ide pendirian Bank Islam pertama kali dibicarakan di konferensi Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam yang kedua di Karachi pada Desember 1970. Agenda pertemuan tersebut adalah “Economic, Cultural, and Social Co-operation among Participating States” salah satu pembahasannya adalah Bank Muslim Internasional untuk perdagangan dan pembangunan.

Pada 1975, berdirilah IDB (Islamic Development Bank) yang didirikan di Jeddah, Arab Saudi. Sebagai sebuah lembaga perbankan internasional, IDB dipercayai dengan fungsi mendorong perdagangan asing dan kerja sama ekonomi di negara-negara Islam. Juga, melakukan penelitian untuk memungkinkan kegiatan ekonomi, keuangan, dan perbankan di negara-negara Islam untuk menyesuaikan diri dengan syariah.

Peranan IDB adalah

  • Kerjasama ekonomi dan perdagangan antara negara-negara anggota;
  • Pembiayaan proyek di sektor publik dan swasta;
  • Bantuan pembangunan untuk pengentasan kemiskinan;
  • Bantuan teknis untuk pengembangan kapasitas;
  • Pembiayaan perdagangan;
  • Bantuan dan beasiswa khusus untuk negara-negara anggota dan komunitas Muslim di negara-negara non-anggota;
  • Bantuan darurat; dan
  • Layanan konsultasi untuk entitas publik dan swasta di negara-negara anggota.
  • Pembiayaan UKM;
  • Mobilisasi sumber daya;
  • Investasi ekuitas langsung di lembaga keuangan Islam;
  • Pertanggungan asuransi dan reasuransi untuk investasi dan kredit ekspor;
  • Program penelitian dan pelatihan di bidang ekonomi dan perbankan Islam;
  • Investasi dan pembiayaan awqaf;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *