Mengapa Awan Mengapung di Udara

Yang dimaksud dengan awan adalah sesuatu yang merujuk kepada massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain.

Awan berasal dari proses penguapan air yang ada di permukaan bumi, air danau, laut, sungai, dan air lainnya. Akibat dari pemanasan terutama pemanasan sinar matahari, air menguap lalu uap air melayang ke langit karena sifat uap air yang ringan.

Di ketinggian tertentu pada titik keseimbangan akibat tekanan udara dari sekelilingnya stabil, tekanan dari bawah, atas, dan samping, kumpulan uap air akan berhenti dan membentuk awan. Awan terbentuk karena uap air berada pada ketinggian langit yang suhunya dingin sehingga mengalami pemadatan (kondensasi) menjadi dalam bentuk cair (embun) atau padat (kristal es).

Awan terdiri dari kumpulan partikel atau butiran-butiran es dalam jumlah banyak. Butiran-butiran es yang membentuk awan ukurannya sangat kecil, tidak saling menempel satu dengan lainnya, dan ringan. Tekanan udara panas dari bumi dalam bentuk aliran udara ke atas mampu menopang berat atau menahan gravitasi sehingga awan tidak jatuh.

Akan tetapi pada malam hari dan menjelang pagi jika tekanan udara rendah yang biasa terjadi di daerah pegunungan, awan dapat turun ke bumi dalam bentuk kabut atau awan yang tidak pekat. Di daerah pegunungan dengan ketinggian di atas tiga ribu meter di atas permukaan laut, gumpalan awan yang pekat pun mempunyai peluang turun permukaan bumi, menutupi puncak gunung, tetapi tidak jatuh gubrak.

Pada saat sinar matahari pagi bersinar, suhu udara berangsur-angsur naik lalu perlahan-lahan kabut yang menyelimuti puncak gunung akan akan naik pula ke langit.

Awan akan bergerak dari daerah tekanan udara tinggi ke daerah tekanan udara rendah terbawa angin yang mendorongnya. Pada daerah tekanan udara rendah dan suhu rendah, awan akan bertemu dalam jumlah besar dan membentuk butiran-butiran es/salju ukuran kecil.

Apabila butiran-butiran es bersatu akan menjadi ukuran lebih besar. Ketika suhu udara di atmosfir melampaui titik leleh es maka partikel es yang membentuk awan akan berubah bentuk menjadi butiran air. Pada saat tekanan udara tidak mampu menopang awan dalam bentuk butiran air atau salju maka butiran air atau salju akan jatuh yang dinamakan hujan jika udara hangat atau hujan salju jika udara sangat dingin.

Awan akan jatuh ke bumi dalam bentuk air jika udara sekitarnya lebih rendah dari titik leleh es pada tingkat kelembaban udara tertentu. Butiran-butiran air dengan ukuran lebih besar akan jatuh sampai ke bumi, tetapi yang berukuran kecil jika didukung kondisi tingkat kelembaban udara rendah akan menguap lagi ke langit karena saat pergesekan dengan udara menimbulkan panas.

Mengapa Awan Dapat Melayang?

Awan terjaga tetap di atas karena ia berasal dari sekumpulan udara yang naik karena densitasnya lebih ringan dibandingkan udara di sekitarnya. Selanjutnya, jika suhu udara di dalam awan masih sangat dingin (lebih rendah dari 0 derajat Celcius) maka proses pembentukan es (icing) dapat terus terjadi dengan berbagai cara antara partikel-partikel kecil yang ada di sana seperti saling bergabung, menumbuk, memisah, dan sebagainya. Jadi di dalam awan itu ada kegiatan yang sangat ramai dan heboh, loh. Tidak diam dan tenang sebagaimana ketika kita lihat dari kejauhan.

Selain itu, sepanjang kandungan awan sebagian besar masih berupa kristal es, air super-dingin (supercooled water), dan titis-titis kecil es (ice droplet) dibandingkan dengan titis-titis kecil air (water droplet) apalagi tetes-tetes air hujan (raindrop) maka awan itu masih akan terus berada di atas.

Posisi awan akan semakin turun jika lebih banyak mengandung titis-titis kecil air dibandingkan dengan es. Jika sudah begitu, awan pun dapat berubah wujud seluruhnya menjadi tetes-tetes air hujan sehingga tak lagi bisa kita temukan melayang di udara.

Cara terbentuknya awan

  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Sebutkan jenis-jenis awan!

1. Awan Rendah

Jenis-jenis awan yang pertama adalah awan rendah. Kelompok awan rendah sering berada pada ketinggian di bawah 3.000 meter. Jenis awan ini terbentuk dekat dengan permukaan bumi dan terdiri atas awan Stratocumulus, Nimbostratus, dan Stratus. Startocumulus (St-Cu) ciri-ciri awan ini bertumpuk dan berlapis sehingga sering terlihat berbentuk seperti gumpalan.

2. Awan Menengah

Jenis-jenis awan lainnya yaitu awan menengah. Kelompok awan ini terdiri dari 2 jenis awan yaitu Altocumulus dan Altostratus. Jenis awan ini sering berada pada ketinggian antara 3.000 hingga 6.000 meter dari permukaan laut.

3. Awan Tinggi

Selain itu jenis-jenis awan selanjutnya adalah awan tinggi. Kelompok awan tinggi yaitu yang berada di atas ketinggian 8.000 meter. Ada beberapa jenis awan yang berada pada kelompok ini. Salah satunya Cirrus, Cirrocumulus, dan Cirrostratus. Sering berbentuk seperti bulu dan kapas sehingga sangat mudah dikenali.

4. Awan yang Terjadi karena Udara Naik

Jenis-jenis awan berikutnya yaitu awan yang terjadi karena udara mengalami kenaikan. Kelompok awan ini merupakan awan yang terbentuk akibat proses pendinginan adibatik uap air. Sering disebut sebagai awan hujan yang dapat menjulang tegas hingga kebatas lapisan Troposfer.

Awan

4 Manfaat Awan Bagi Manusia adalah:

  1. Sebagai Pengatur Cuaca. Kandungan air yang banyak pada awan, juga bisa menjadi pengatur suhu dan cuaca melalui proses hujan.
  2. Sumber Air Bagi Bumi. Adanya hujan, maka air akan segera terserap kembali ke bumi dan akan dikembalikan dalam bentuk mata air.
  3. Pemantul Radiasi Matahari. Tidak semua radiasi surya dapat terpantul oleh atmosfer, terkadang radiasi sinar ultraviolet masuk ke bumi. Nah, dengan adanya awan, radiasi yang sempat lolos tersebut langsung dipantulkan kembali ke luar angkasa.
  4. Awan sebagai Indikator Cuaca dan Iklim. Keberadaan awan yang pertama sangatlah penting bagi manusia karena berguna untuk mengukur kondisi cuaca dan iklim di bumi. Tanpa awan, Badan Metreologi dan Geofisika (BMKG) akan kesulitan memetakan cuaca, sehingga tidak adan ada perkiraan cuaca. Selain itu, berguna untuk petunjuk arah angin, karena dengan melihat pergerakan awan, dapat mengetahui pasti ke mana arah angin bergerak dan seberapa kecepatannya.