Fungsi Steroid

Steroid dalam tubuh dapat dikelompokkan menjadi kelas, yaitu kortikosteroid yang paling banyak diproduksi di korteks adrenal dan seks steroid yang paling banyak diproduksi dalam organ kelamin dan plasenta

Yang dimaksud steroid adalah jenis lipid yang mengandung empat cincin atom karbon. Steroid dapat bertindak sebagai hormon dalam tubuh. Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat dari siklisasisqualena dari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain lemak sterol yang umum dijumpai.

Perbedaan Antara Steroid Dan Kolesterol adalah:

  • Kolesterol berperan dalam sintesis hormon steroid aldosteron, yang digunakan untuk osmoregulasi, dan kortisol, yang berperan dalam metabolisme.
  • Steroid berperan sangat penting dalam sistem reproduksi tubuh.

Struktur dan Fungsi Steroid

Steroid adalah jenis lipid yang mengandung empat cincin atom karbon. Steroid dapat bertindak sebagai hormon dalam tubuh.

Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat dari siklisasisqualena dari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain lemak sterol yang umum dijumpai..

Efek Steroid Pada Tubuh Pria Dan Wanita

Anabolic androgenic steroids AAS atau yang sering disebut sebagai steroid atau roid in merupakan bentuk sintetis dari testosteron atau hormon seks pria. Hormon sintetis ini memiliki kerja yang hampir sama dengan testosteron seperti memengaruhi fungsi dari otot, ginjal, hati, dan sistem reproduksi..

Apa Yang Dimaksud Dengan Steroid

Yang dimaksud dengan steroid adalah Senyawa turunan derivat lipisa yang tidak terhidrolisis, misalnya kolesterol. Hormon steroid adalah sekresi kelenjar ductless yang terdiri dari struktur cincin steroid karakteristik dan terbentuk dari kolesterol..

Ditinjau dari segi struktur molekul, perbedaan antara berbagai kelompok steroid ini ditentukan oleh jenis substituen R , R dan R yang terikat pada kerangka dasar karbon. sedangkan perbedaan antara senyawa yang satu dengan yang lain pada suatu kelompok tertentu ditentukan oleh panjang rantai karbon R.

Kolesterol

Apa itu kolesterol?

Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah.

Kolesterol adalah sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol merupakan jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroid adalah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon. Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron; semua hormon steroid ini terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol.

Kolesterol membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Kolesterol dalam kadar yang sesuai sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal.

Selain dari itu, kolesterol juga dibutuhkan untuk proses pencernaan, produksi hormon, dan membentuk vitamin D. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, maka hal tersebut berbahaya bagi tubuh karena akan menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.

Di dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein. Dua jenis utama lipoprotein adalah lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik.

Apa fungsi kolesterol?

Kolesterol diperlukan untuk membangun dan memelihara dan memodulasi fluiditas membran pada kisaran suhu fisiologis. Gugus hidroksil dari setiap molekul kolesterol berinteraksi dengan molekul air yang mengelilingi membran seperti halnya kepala polar dari fosfolipid dan sphingolipid membran, sedangkan steroid besar dan rantai hidrokarbon tertanam dalam membran, di samping rantai asam lemak nonpolar lipid lainnya.

Melalui interaksi dengan rantai asam lemak fosfolipid, kolesterol meningkatkan pengepakan membran, yang keduanya mengubah fluiditas membran.

Sebutkan 3 jenis kolesterol yang ada di tubuh!

  1. Low Density Lipoprotein (LDL), adalah jenis kolesterol yang selama ini kita kenal, yaitu kolesterol jahat. LDL merupakan kolesterol yang bisa menumpuk di pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan aliran darah dari maupun ke jantung menjadi terganggu dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
  2. High Density Lipoprotein (HDL),  inilah yang sering disebut sebagai kolesterol baik. Sehingga, meski termasuk jenis kolesterol, semakin tinggi kadar HDL di tubuh maka akan semakin baik. HDL berfungsi untuk membawa LDL menjauhi pembuluh darah dan kembali ke hati. Di hati, LDL akan dipecah dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Meski begitu, HDL tidak akan sepenuhnya menghilangkan LDL. Hanya sepertiga atau sepertempat kolesterol jahat yang akan dibawa oleh HDL. Apabila kadar kolesterol baik di tubuh kita mencukupi, maka kita bisa lebih terlindungi dari penyakit jantung dan stroke. Sementara itu, jika kadarnya rendah, maka risiko penyakit jantung akan meningkat.
  3. Trigliserida, adalah jenis lemak paling yang paling umum di tubuh. Trigliserida akan menyimpan kelebihan energi yang didapat dari makanan menjadi lemak di tubuh. Tingginya kadar trigliserida, ditambah dengan LDL yang tinggi dan HDL yang rendah, akan membuat pembuluh darah penuh dengan lemak. Sehingga, risiko penyakit jantung dan stroke pun meningkatkan.