Siapa penemu proton, elektron dan netron

Dalam dunia ilmiah sering dibahas dan diteliti mengenai proton, elektron dan netron. Nah, idealnya kita semua mengetahui siapakah penemu dari proton, elektron dan netron tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa lebih menghargai para penemu proton, elektron dan netron.

Elektron ditemukan oleh Thomson, Proton ditemukan oleh Goldstein, dan penemu Netron adalah James Chadwick.

Apa itu proton

Pengertian proton adalah merupakan partikel subatomik, simbol p atau p+, dengan muatan listrik positif +1e muatan elementer dan massa sedikit lebih kecil dari neutron. Proton dan neutron, masing-masing dengan massa sekitar satu satuan massa atom, secara kolektif disebut sebagai “nukleon”.

Suatu atom biasanya  adalah merupakan sejumlah proton dan neutron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya.

Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nukleus atau nukleon (nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.

Istilah proton adalah bahasa Yunani untuk “pertama”, dan nama ini diberikan kepada inti hidrogen oleh Ernest Rutherford pada tahun 1920. Pada tahun-tahun sebelumnya, Rutherford telah menemukan bahwa inti hidrogen (dikenal sebagai inti paling ringan) dapat diekstraksi dari inti nitrogen dengan tumbukan atom. Oleh karena itu, proton adalah kandidat untuk menjadi partikel dasar, dan merupakan blok pembangun nitrogen dan semua inti atom yang lebih berat lainnya.

proton, elektron dan netron

Apa Pengertian Elektron

Elektron adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada salah jenis partikel dasar pembentuk struktur atom yang terdapat di luar inti yang bermuatan negatif satu satuan (-1,6 x 10-19 Coulomb) dan memiliki massa 9,1 x 10-28 gram atau kira-kira 1/1836 dari massa proton. Elektron biasa dinotasikan dengan huruf (e) kecil.

Penemuan elektron berdasarkan pada percobaan yang dilakukan oleh Crookes dengan menggunakan alat yang disebut tabung sinar katoda atau Catode Ray Tube (CRT) dan biasa disebut juga tabung Crookes.

Pengamatannya menunjukkan sinar katoda dapat dibelokkan mendekati kutub positif medan listrik. Ini artinya sinar katoda bermuatan positif. Hasil pengamatan selanjutnya sinar katoda merupakan partikel negatif yang terdapat pada atom dan diberi nama elektron.

Dalam banyak fenomena fisika, seperti listrik, magnetisme dan konduktivitas termal, elektron memainkan peran yang sangat penting. Suatu elektron yang bergerak relatif terhadap pengamat akan menghasilkan medan magnetik dan lintasan elektron tersebut juga akan dilengkungkan oleh medan magnetik eksternal. Ketika sebuah elektron dipercepat, ia dapat menyerap ataupun memancarkan energi dalam bentuk foton.

Elektron bersama-sama dengan inti atom yang terdiri dari proton dan neutron, membentuk atom. Namun, elektron hanya mengambil 0,06% massa total atom. Gaya tarik Coulomb antara elektron dengan proton menyebabkan elektron terikat dalam atom. Pertukaran ataupun perkongsian elektron antara dua atau lebih atom merupakan sebab utama terjadinya ikatan kimia.

Apa Pengertian Neutron.

Neutron adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada salah satu jenis partikel pembentuk struktur atom yang tidak memiliki muatan atau netral dan memiliki massa satu amu (1,6750 x 10-24 gram). Sedikit lebih besar dibanding dengan masaa proton. Neutron biasa dinotasikan dengan huruf (n) kecil.

Penemuan neutron berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan oleh Geiger, Marsden dan Rutherford yang meradiasikan lembaran emas sangat tipis dengan sinar alpha. Sinar alpha adalah partikel bermuatan positif.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa volume terbesar dari atom adalah ruang kosong. Di dalam atom ada partikel yang memiliki kerapatan sangat tinggi dan bermuatan positif yang tidak dapat ditembus sinar alha. Partikel alpha dipantulkan kembali. Partikel ini dinamai inti atom oleh Ruthetford.

Hasi percobaan lainnya menunjukkan kira – kira setengah dari massa inti atom berasal dari massa proton. Ini artinya ada partikel lain pembentuk inti atom yang massanya hampir sama dengan proton dan tidak bermuatan.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Chadwick yang melakukan percobaan kamar kabut. Chadwick menemukan bahwa logam berilium yang disinari dengan partikel alpha memancarkan suatu cahaya yang mempunyai daya tembus sangat tinggi dan tidak terpengaruh medan magnet dan listrik. Partikel ini diberi nama neutron.

Bagaimana Penemuan Elektron

Dalam percobaannya, Thomson memberikan medan listrik dan medan magnet secara bersamaan terhadap berkas sinar katode. Karena sinar katode bermuatan negatif, Thomson berpendapat bahwa partikel-partikel ini sama seperti elektron yang terkait dengan percobaan-percobaan Faraday. Menurut Thomson, atom adalah partikel berbentuk bulat bermuatan positif yang di permukaannya tersebar elektron-elektron bermuatan negatif.

Bagaimana Penemuan Proton dan Netron

Fakta pertama mengenai partikel dasar bermuatan positif berasal dari kajian tentang sinar terusan yang diamati dalam tabung sinar katode berlubang oleh Eugen Goldstein (1850–1930). James Cadwick (1891–1974) berhasil membuat alat percobaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi partikel-partikel tak bermuatan ini. Partikel tak bermuatan yang berhasil dideteksi disebut neutron.