Ciri-ciri zaman Mesolithikum

Zaman Mesolithikum adalah salah satu dari zaman prasejarah, berikut ini adalah beberapa ciri dari zaman Mesolithikum. Semoga saja uraian tentang contoh atau ciri-ciri zaman Mesolithikum ini bermanfaat banyak.

Ciri-ciri zaman Mesolithikum adalah:

  • Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
  • Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
  • Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
  • Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih), ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
  • Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte), Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
  • Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)

Apa yang dimaksud Zaman mesolitikum?

Zaman mesolitikum itu juga disebut dengan zaman batu tengah atau juga bisa disebut batu madya yang berlangsung kira kira 10.000 tahun yang lalu.

Zaman mesolitikum berlangsung kira-kira 150 juta tahun. Jenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Pada Zaman mesolitikum muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya, sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.

Faktor yang membuat cepat perkembangan budaya pada Zaman mesolitikum adalah:

  • Keadaan alam pada masa ini relatif lebih stabil sehingga manusia bisa hidup dengan suasana yang lebih tenang, karena hidup lebih tenang mereka dapat mengembangkan kebudayaan mereka.
  • Manusia pendukung kebudayaan mesolitikum yaitu homo sapiens lebih cerdas dari pendahulunya.

Sebutkan 5 Peninggalan zaman mesolithikum!

1. Abris sous roche

Abris sous roche bisa dibilang sebagai goa yang jadi tempat tinggal para manusia purba zaman mesolitikum pada saat itu. Fungsi dari goa ini tentu sebagai rumah atau tempat berlindung dari cuaca dan binatang buas.

Abis Sous Roche ini pertama kali diselidiki oleh Dr. Van Stein Callenfels pada tahun 1928-1931 di goa Lawa. Di goa ini ditemukan banyak alat-alat pada zaman mesolitikum.

2. Kjokkenmoddinger (sampah dapur)

Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa denmark yaitu kjokken yang artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Jadi kjokkenmoddinger adalah fosil yang berupa timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter.

Penemuan ini juga menjadi bukti bahwa manusia purba sudah mulai menetap atau sudah tidak nomaden lagi. Karena kebanyakan fosil ini ditemukan disepanjang tepi patai timur sumatera, antar daerah medan hingga langsa.

Pada tahun 1925 dr. P.v. Van stein callenfels melakukan penelitian pada kjokkenmoddinger. Kemudian, dia menemukan kapak genggam yang berbeda dengan kapak genggam pada zaman paleolitikum.

3. Kebudayaan tulang dari sampung (sampung bone culture)

Karena sebagian besar yang ditemukan adalah alatat yang terbuat dari tulang maka oleh para arkeolog disebut sebagai sampung bone culture.

4. Kebudayaan bacson-hoabinh

Bacson hoabinh merupakan kebudayaan yang ditemuka di dalam bukit-bukit kerang dan gua di Indo-china, sumatera timur, dan melaka. Terdapat alat seperti batu giling yang ditemukan di gua itu.

Peninggalan yang satu ini cukup unik, kalau ada orang yang meninggal, mayatnya diposisikan dengan posisi berjongkok kemudian diberi cat warna merah. Tujuan pemberian cat tersebut katanya sih “supaya mengembalikan hayat kepada mereka yang masih hidup”

5. Kebudayaan toala

Sebagian besar kebudayaan toala membuat alatnya dari batu yang menyerupai batu api dari eropa, seperti kaleson, jaspis, obsidian dan kapur.

Budaya ini beda dengan bacson-hoabinh. Kalau ada yang meninggal, dia akan dikuburkan didalam gua dan kalau tulang belulangnya telah mengering akan diberikan kepada keluarganya sebagai kenang-kenangan.

Biasanya kaum perempuan akan menjadikan tulang belulang tersebut sebagai kalung.

Zaman Mesolithikum

Jelaskan Kehidupan zaman mesolitikum!

Pada zaman mesolithikum manusia lebih cerdas dibandingkan dengan para pendahulunya.

Mereka sudah mulai menetap dan membangun tempat tinggal yang semi permanen dan mereka juga mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana. Tempat yang mereka pilih untuk dijadikan tempat tinggal umumnya berlokasi di:

  • tepi pantai (kjokkenmoddinger)
  • goa-goa (abris sous roche)

Sehingga di lokasi lokasi tersebut banyak ditemukan peninggalan peninggalan kebudayaan manusia pada zaman itu.

Manusia purba pada zaman ini masih menggunakan alat alat yang terbuat dari tulang dan tanduk hewan untuk digunakan dalam kehidupan sehari hari seperti pada zaman mengumpulkan makanan di zaman paleolitikum.

Alat alat pada zaman mesolitikum banyak ditemukan di pulau sumatra, pulau jawa, pulau bali, dan nusa tenggara bagian timur. Manusia yang hidup di zaman batu tengah ini sudah mempunyai kemampuan untuk membuat gerabah dari bahan tanah liat.

Benda benda hasil budaya mesolitikum yang di temukan, diantaranya adalah kapak genggam sumatra (sumatralith pebble culture), flake (flakes culture) di daerah toala, alat dari bahan tulang (bone culture) di sampung.