Apa Perbedaan Simbiosis Mutualisme, Parasitisme, dan Komensalisme

Perbedaan Simbiosis Mutualisme, Parasitisme, dan Komensalisme adalah:

  • Simbiosis parasitisme adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup berbeda jenis, tetapi satu makhluk hidup diuntungkan (parasit) dan satu makhluk hidup dirugikan (inang).
  • Simbiosis komensalisme adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup berlainan jenis, salah satu makhluk hidup diuntungkan dan makhluk hidup yang lain tidak dirugikan.
  • Simbiosis mutualisme adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup yang keduanya saling diuntungkan.

Apa pengertian simbiosis mutualisme?

Simbiosis Mutualisme adalah kertergantungan antara dua mahkluk hidup yang saling menguntungkan. Artinya, dalam hubungan kedua organisme ini tidak ada pihak yang dirugikan.

Contoh dari simbiosis mutualisme

  1. Kupu-kupu dan lebah dengan bunga, Dalam hubungan ini, kupu-kupu atau lebah tidak menjadi satu-satunya pihak yang diuntungkan, karena mendapatkan sari makanan dari bunga. Bunga juga mendapatkan manfaat atau keuntungan serupa berkat simbiosis ini. Dalam hal ini keberadaan kupu-kupu dan lebah membantu bunga dalam proses penyerbukan.
  2. Bakteri Rhizobium leguminosarum dan tanaman polong-polongan. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kok bisa? Ya, bakteri Rhizobium leguminosarum adalah bakteri yang berfungsi menyuburkan tanah dengan cara mengikat Nitrogen yang terdapat dalam udara bebas. Nah, dengan adanya bakteri ini, tanaman polong-polongan menjadi lebih subur. Bakteri Rhizobium sendiri akan mendapatkan makanan dari tanaman polong-polongan.
  3. Manusia dengan bakteri, Dalam hal ini bakteri yang dimaksud adalah bakteri E. Coli yang ada di usus Besar. Dengan adanya bakteri ini di dalam tubuh, manusia dapat mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di dalam usus besar. Sedangkan bagi bakteri E. Coli sendiri mendapat keuntungan karena bisa mendapat makanan dari sisa-sisa makanan pada usus besar.
  4. Lalat dengan bunga raflesia, Bunga raflesia atau bunga bangkai mungkin identik dengan bau yang tidak sedap, paling tidak bagi kita manusia. Namun bagi lalat, ini adalah tempat yang paling “indah” lantaran bisa dihinggapi untuk mencari makanan. Bagi bunga raflsia sendiri, keberadaan lalat ini memberi keuntungan lantaran dapat membantunya dalam proses penyerbukan. Tidak jauh berbeda lah dengan hubungan antara kupu-kupu dan bunga.
  5. Burung bangau dengan kuda Nil, Bukan tanpa sebab hubungan antara burung bangau dan kuda nil disebut sebagai hubungan yang menguntungkan. Di satu sisi, kebiasaan burung bangau yang suka memakani kutu-kutu dan parasit yang ada di punggung kuda nil adalah keuntungan karena membuat tubuh kuda nil menjadi bersih dan terhindar dari kutu. Bagi burung bangau, kutu-kutu dan parasit yang ada di badan kuda nil bisa mengeyangkan perut, karena ini adalah makanan.

Apa pengertian simbiosis parasitisme?

Simbiosis parasitisme adalah ketergantungan yang terjadi ketika pihak yang satu mendapat keuntungan namun merugikan pihak lainnya.

Contoh simbiosis parasitisme

  1. Manusia dengan cacing pita. Salah satu contoh simbiosis parasitisme yang ada dalam tubuh manusia adalah interaksi manusia dengan cacing pita. Cacing pita terdapat pada sistem pencernaan manusia dan merugikan manusia karena mengambil sari makanan yang penting bagi manusia untuk menjadi energi. Keuntungan akan didapatkan oleh cacing pita karena mengambil makanan dari sari makanan manusia. Sementara kerugian didapatkan oleh manusia karena kehilangan sari makanan yang digunakan untuk metabolisme karbohidrat untuk dijadikan energi.
  2. Manusia dengan cacing tambang. Interaksi antara manusia dengan cacing tambang juga menjadi contoh simbiosis parasitisme. Cacing tambang ada pada usus dan merugikan manusia karena akan menyerap darah yang ada dalam tubuh. Keuntungan didapatkan oleh cacing tambang yang mendapat makanan dengan menyerap darah. Sementara manusia mengalami kerugian dan dapat menyebabkan mengalami anemia atau kurang darah.
  3. Sapi dengan cacing hati. Hubungan antara sapi dengan cacing hati juga merupakan salah satu contoh simbiosis parasitisme. Jenis cacing hati biasa tinggal pada bagian hati dari sapi dan memperoleh makanan dari sapi. Keuntungan akan didapatkan oleh cacing hati yang mendapat makanan dari sapi. Sementara sapi akan mengalami kerugian karena kesehatannya menjadi terganggu dan membuat terserang penyakit.
  4. Kutu dengan hewan, Kutu merupakan organisme berukuran kecil yang mendapat makanan dengan menghisap darah makhluk hidup yang ia tempati, termasuk juga hewan-hewan seperti kerbau, kambing, sapi atau anjing. Keuntungan didapatkan oleh kutu karena mendapat makanan dan tempat tinggal, sementara hewan yang ditempati akan mengalami kerugian dari adanya kutu dan dapat menyebabkan rasa gatal.
  5. Kutu daun dengan tumbuhan, Kutu daun atau dikenal juga dengan nama afid atau aphid merupakan jenis serangga kecil pemakan getah tanaman. Mereka hidup secara berkelompok dan berperan sebagai hama tanaman. Kutu daun biasanya hidup di tumbuhan-tumbuhan dan merugikan tumbuhan yang ia tinggali. Keuntungan akan didapatkan oleh kutu daun berupa getah makanan yang diperoleh. Sementara tumbuhan yang ditinggali akan dirugikan karena diserap oleh kutu daun.
  6. Kutu dengan manusia, Sama seperti interaksi kutu dengan hewan, interaksi antara kutu dengan manusia juga termasuk contoh simbiosis parasitisme. Kutu pada manusia biasa ditemukan di rambut kepala. Adanya kutu tentu akan membuat rasa gatal atau rasa tidak nyaman. Keuntungan didapatkan oleh kutu karena mendapat makanan dan juga tempat tinggal di rambut kita. Sementara manusia tentu akan dirugikan dengan adanya kutu.
  7. Benalu dengan tumbuhan inangnya, Interaksi antara benalu dengan tumbuhan inangnya juga termasuk contoh simbiosis parasitisme. Benalu merupakan tanaman parasit yang menumpang pada inangnya. Benalu akan mendapat keuntungan, sementara dengan adanya benalu akan merugikan tumbuhan inangnya. Keuntungan didapatkan oleh benalu karena mengambil air dan mineral dari tumbuhan inangnya karena benalu tidak memiliki akar. Sementara tumbuhan inangnya akan dirugikan karena kehilangan air dan mineral untuk proses fotosintesis dan menghambat pertumbuhan.
  8. Tali putri dengan tumbuhan inangnya, Interaksi keduanya menguntungkan tumbuhan tali putri, namun malah merugikan tumbuhan inangnya. Tumbuhan tali putri menempel pada inangnya untuk mencari makanan karena tali putri tidak memiliki klorofil. Keuntungan didapatkan oleh tumbuhan tali putri yang menempel di tumbuhan inang untuk bertahan hidup. Sementara tumbuhan inangnya akan dirugikan dengan adanya tali putri tersebut.

Apa pengertian simbiosis Komensalisme?

Simbiosis Komensalisme adalah ketergantungan antara dua mahkluk hidup, dalam hal ini mahkluk hidup yang satu mendapat keuntungan sementara mahkuk hidup lainnya tidak dirugikan.

Contoh simbiosis Komensalisme

  • ikan remora dengan ikan hiu.
  • bunga anggrek dengan batang pohon.
  • Simbiosis tanaman paku jenis tanduk rusa dengan tanaman Jati.
  • tanaman sirih dengan tanaman inangnya.
  • ikan badut dengan anemone laut.
  • udang dengan timun laut.
  • ikan remora dengan ikan pari.