Apa Perbedaan Zat, Senyawa dan Unsur

Apa Perbedaan Zat, Senyawa dan Unsur?

  • Unsur adalah zat kimia yang terdiri dari jenis tertentu dari atom dan karenanya tidak dapat dipecah atau diubah oleh reaksi kimia menjadi unsur yang berbeda.
  • Senyawa adalah zat kimia yang terdiri dari satu set tertentu dari molekul atau ion yang terikat secara kimiawi.
  • Zat adalah bentuk materi yang memiliki komposisi kimia yang konstan dan karakteristik sifat yang khas.

Perbedaan unsur dan senyawa adalah:

  • Unsur tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain melalui reaksi kimia. Contoh unsur adalah hidrogen (H), oksigen (O) atau besi (F). Setiap unsur memiliki atom dengan jumlah proton tertentu, yang disebut dengan nomor atom. Misalna, Hidrogen memiliki nomor atom 1, dan oksigen memiliki nomor atom 8.
  • Senyawa terdiri dari beberapa unsur yang tergabung dalam ikatan kimia. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Contoh senyawa adalah air (H2O), asam cuka (CH3COOH) dan karat besi (Fe2O3)

Apa itu unsur?

Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.

3 Jenis unsur adalah:

  1. Unsur Logam, memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran. Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel (Ni).
  2. Unsur Semilogam, atau metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor. Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan. Contohnya, boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).
  3. Unsur Nonlogam, adalah memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik. Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.

Apa itu senyawa?

Pengertian senyawa adalah zat tunggal yang terjadi dari gabungan dua atom atau lebih, yang dengan reaksi kimia, senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya yang lebih sederhana.

Setiap senyawa mempunyai sifat yang khas berbeda dari unsur-unsur pembentuknya. Contohnya senyawa air (H2O). Senyawa air tersusun atas unsur hidrogen dan oskigen. Air berwujud cair. sedangkan hidrogen dan oksigen berbentuk gas. Air tidak dapat terbakar, sedangkan hidrogen dan oksigen mudah terbakar.

4 sifat senyawa adalah:

  • Dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana.
  • Tergolong zat tunggal.
  • Tersusun dari dua jenis unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu.
  • Mempunyai sifat tertentu yang berbeda dari unsur penyusunnya.

Apa Pengertian Campuran?

Campuran adalah zat yang terdiri dari dua zat atau lebih dari zat berbeda tanpa adanya reaksi kimia yang terjadi. Campuran terbentuk melalui penggabungan dua macam zat yang dapat dipisahkan secara fisik. Proses pemisahan zat dalam campuran dapat dilakukan melalui penyaringan.

Contoh campuran:

  • Pasir dalam air
  • Susu bubuk cokelat dalam air yang sering kamu santap setiap hari

Apa Pengertian Kulit Atom

Pengertian kulit atom adalah merupakan orbit dari sebuah partikel yang bernama elektron sedangkan inti atom tersusun atas proton dan neutron.

Kulit atom itu isinya orbital-orbital tempat elektron berada, orbital-orbital itu punya tingkat energi berbeda sehingga posisinya beda. misal kulit L punya orbital 2s,2p lalu kulit M punya orbital 3s,3p,3d jadi dari jarak antar orbital itu akan terlihat terbentuk seperti kulit-kulit.

Konfigurasi Elektron Kulit

Berdasarkan teori Neils Bohr bahwa setiap elektron terdiri atas inti atom yang dikelilingi oleh beberapa kulit atom. Elektron yang mengelilingi inti atom menempati lintasan-lintasan tertentu. Lintasan elektron ini disebut dengan kulit atom. Setiap kulit atom terdapat jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati. Menurut Bohr, jumlah elektron maksimal yang dapat menempati setiap kulit atom dapat dihitung dengan rumus 2n^{2}.

Kulit K (n = 1) maksimum 2 . 1 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum 2 . 4 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum 2 . 9 = 18 elektron
Kulit N (n = 4) maksimum 2 . 16 = 32 elektron, dan seterusnya

Peyusunan elektron pada kulit atom disebut dengan konfigurasi elektron. Konfigurasi suatu elektron dapat digunakan untuk menetukan posisi atom dalam tabel periodik unsur. Jumlah elektron pada kulit terakhir atau disebut dengan elektron valensi menentukan sifat kimia suatu atom.

Nomor golongan = elektron pada kulit terakhir = elektron valensi
Nomor periode = jumlah kulit

Untuk unsur-unsur segololngan maka akan memiliki elektronvalensi yang sama, begitu juga untuk unsur yang satu periode memiliki jumlah kulit yang sama.

KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN KULIT ATOM

Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, dimana n adalah kulit ke berapa.Jika n = 1 maka berisi 2 elektron Jika n = 2 maka berisi 8 elektron Jika n = 3 maka berisi 18 elektron Jika n = 4 maka berisi 32 elekton Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N dan seterusnya dimulai dari dekat dengan inti. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulit tersebut. Jika masih ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.

HUBUNGAN GOLONGAN (A) , PERIODE, KONFIGURASI ELEKTRON, DAN ELEKTRON VALENSI

Untuk golongan A, golongan suatu unsur menunjukkan jumlah elektron valensi, periode suatu unsur menunjukkan jumlah kulit yang telah terisi elektron.

Elektron valensi dan jumlah kulit yang telah terisi elektron dapat diketahui dari konfigurasi elektron. Jadi dari konfigurasi elektron dapat diketahui nomor golongan dan periode suatu unsure.

Contoh : Konfigurasi electron 17 Cl : 2 8 7

Elektron Valensi : 7 (Golongan VII A)

Terdapat 3 kulit yang terisi elektron : Periode 3

cara menuliskan konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom.

Isikan elektron ke dalam kulit atom sesuai daya tampung maksimumnya. Jika elektron yang tersisa kurang dari daya tampung maksimum kulit atomnya, gunakan aturan di bawah ini.

  1. Jika elektron yang tersisa kurang dari 8, maka seluruh sisa ini diisikan pada kulit selanjutnya.
  2. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 8 tetapi kurang dari 18, maka 8 elektron diisikan pada kulit atom, sedangkan sisanya mengikuti aturan pertama.
  3. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 18 tetapi kurang dari 32, maka 18 elektron diisikan, sedangkan sisanya mengikuti aturan sebelumnya.
  4. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 32, maka diisikan 32 elektron, dan sisa elektron mengikuti aturan sebelumnya.

Apa itu atom?

Atom adalah satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung proton (muatan +) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif yaitu elektron. Ada juga yang menyebutkan bahwa atom adalah partikel penyusun unsur.

Apa itu unsur?

Unsur didefinisikan sebagai zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Pada kondisi normal, banyak di antara unsur ini berupa benda padat, seperti tembaga, emas, besi, dan timbal. Merkuri atau yang lebih dikenal dengan nama air raksa dan brom merupakan contoh unsur yang berwujud cair. Oksigen dan nitrogen adalah contoh unsur yang berupa gas.