Sebutkan usaha untuk meredakan Perang Dingin

Yang dimaksud dengan Perang Dingin adalah sesuatu yang merujuk kepada sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Dunia Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya.

Sebutkan upaya dilakukan untuk meredakan perang dingin!

  • Usaha kedua negara adidaya Amerika dan Uni Soviet
  • Usaha antar negara
  • Usaha negara berkembang
  • Usaha PBB

1. Usaha kedua negara adidaya Amerika dan Uni Soviet

  • Perjanjian Nonproliferasi Nuklir
  • Antara Amerika dan Soviet sepakat untuk mengadakan perundingan Strategic Arms Limitation Talks (SALT)
  • Perjanjian pengurangan senjata-senjata strategis atau Strategic Arms Reduction Treaty (START).

2. Usaha antar negara

  • Pada tahun 1972 Presiden Amerika Serikat Ricard Nixon mengunjungi RRC untuk menjalin hubungan diplomatik.
  • Pada tanggal 3 Oktober 1990 penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur.
  • Presiden Soeharto pada tahun 1989 mengunjungi Uni Soviet untuk mempererat hubungan.

3. Usaha negara berkembang

Negara-negara baru yang lahir setelah Perang Dunia II mendirikan organisasi sendiri yang disebut dengan nonblok, yang berarti tidak memihak Blok Barat maupun Blok Timur dan bersifat netral.

4. Usaha PBB

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi No. 255 yang memuat seruan kepada negara-negara nuklir untuk membantu negara-negara non-nuklir yang menjadi korban suatu serangan nuklir.

Jelaskan Upaya Meredakan Perang Dingin!

Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah mengadakan perjanjian untuk mengurangi, membatasi atau memusnahkan senjata nuklir. Sebagai contoh, selama periode tahun 1968 – 1982, telah dilakukan perjanjian-perjanjian sebagai berikut :

Perjanjian untuk membatasai dan memusnahkan senjata nuklir adalah:

  • Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau Non-Proliferation Treaty tahun 1968 antara Uni Soviet, USA dan Inggris. Perjanjian ini berisi kesepakatan untuk tidak menjual senjata nuklir atau memberikan informasi kepada negara-negara non-nuklir.
  • Perjanjian Pembatasan Senjata-Senjata Strategis atau Strategic Arms Limitation Talks (SALT I) tahun 1972 yang berisi kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata-senjata nuklir strategis.
  • Perjanjian Pengurangan Senjata-Senjata Strategis atau Strategic Arms Reduction Treaty (START) tahun 1982 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perjanjian ini berisi kesepakatan untuk memusnahkan senjata nuklir yang berdaya jarak menengah.

Pengurangan dan pembatasan serta pemusnahan senjata-senjata yang berhulu ledak nuklir tersebut berpengaruh besar bagi perkembangan dunia. Kecemasan setiap bangsa di dunia mulai berkurang, sehingga perang dingin pun secara perlahan mulai mereda.

Di samping ketiga perjanjian tersebut, beberapa negara juga telah mengadakan kesepakatan-kesepakatan yang menyangkut keamanan kawasan. Salah satu kesepakatan itu adalah Persetujuan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (Southeast Asia Nuclear Weapons Free Zone/SEANWFZ) yang ditandatangani di Bangkok bulan Desember 1995. Persetujuan tersebut bertujuan menjamin keamanan internasional, khususnya kawasan Asia Tenggara.

Upaya-upaya menjamin adanya keamanan internasional sudah dimulai sejak tahun 1968. Ketika itu Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi No. 255 yang memuat seruan kepada negara-negara Nuklir (Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet) untuk membantu negara-negara non-nuklir yang menjadi “korban suatu serangan nuklir”.

Keruntuhan Uni Soviet yang kemudian diikuti oleh berdirinya Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (Commonwealth of Independent States atau CIS) pada tahun 1991 besar pengaruhnya terhadap berakhirnya Perang Dingin.

Jelaskan dampak dan akibat dari perang dingin!

Setelah Perang Dingin, Rusia sebagai ahli waris utama Uni Soviet memotong pengeluaran militer secara drastis. Restrukturisasi ekonomi menyebabkan jutaan warga di seluruh Uni Soviet menganggur. Sedangkan reformasi kapitalis mengakibatkan terjadinya resesi parah, lebih parah daripada yang dialami oleh AS dan Jerman selama Depresi Besar.

Setelah berakhir, Perang Dingin masih terus mempengaruhi dunia. Setelah pembubaran Uni Soviet, dunia pasca-Perang Dingin secara luas dianggap sebagai dunia yang unipolar, menyisakan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adidaya di dunia.

Perang Dingin

Perang Dingin juga membantu mendefenisikan peran politik Amerika Serikat di dunia pasca-Perang Dunia II: pada tahun 1989 AS menjalin kerjasama militer dengan 50 negara dan memiliki 526.000 tentara di luar negeri yang tersebar di puluhan negara, dengan 326.000 terdapat di Eropa (dua pertiganya di Jerman Barat), dan sekitar 130.000 terdapat di Asia (terutama di Jepang dan Korea Selatan).

Perang Dingin juga menandai puncak pengembangan industri-militer, terutama di Amerika Serikat, dan pendanaan militer secara besar-besaran. Pengembangan industri militer ini memiliki dampak besar terhadap negara yang bersangkutan; membantu membentuk kehidupan kemasyarakatan, kebijakan, dan hubungan luar negeri negara tersebut.

Pengeluaran militer Amerika Serikat selama berlangsungnya Perang Dingin diperkirakan sekitar $ 8 triliun, sedangkan hampir 100.000 orang Amerika kehilangan nyawa mereka dalam Perang Korea dan Perang Vietnam. Sulit untuk memperkirakan jumlah korban dan kerugian dari pihak Soviet, namun jika dilihat dari komparasi produk nasional bruto mereka, maka biaya keuangan yang dikeluarkan oleh Soviet selama Perang Dingin jauh lebih besar daripada yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat.

Selain hilangnya nyawa warga sipil oleh para tentara tak berseragam, jutaan jiwa juga tewas dalam perang proksi antar kedua negara adidaya di berbagai belahan dunia, terutama di Asia Tenggara. Sebagian besar perang proksi dan bantuan untuk konflik-konflik lokal turut berakhir seiring dengan usainya Perang Dingin. Perang antar-negara, perang etnis, perang revolusi, serta jumlah pengungsi menurun tajam pada tahun-tahun pasca-Perang Dingin.

Di sisi lain, konflik-konflik antar-negara di Dunia Ketiga tidak sepenuhnya terhapus pasca-Perang Dingin. Ketegangan ekonomi dan sosial yang dulu dimanfaatkan sebagai “bahan bakar” Perang Dingin terus berlangsung di Dunia Ketiga.

Kegagalan kontrol negara di sejumlah wilayah yang dulunya dikuasai oleh pemerintah komunis telah menghasilkan konflik sipil dan etnis baru, terutama di negara-negara bekas Yugoslavia.Berakhirnya Perang Dingin telah menghantarkan Eropa Timur pada era pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah negara demokrasi liberal, sedangkan di bagian lain dunia, seperti di Afganistan, kemerdekaan diikuti dengan kegagalan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *