Sebutkan tiga jenis dumping

Pengertian dumping adalah istilah dalam dunia ekonomi untuk menggambarkan suatu kebijakan (policy) untuk menjual suatu komoditas di luar negeri, namun komoditas tersebut dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang di negara asalnya.

3 jenis dumping adalah:

  • Predatory Dumping. Dumping jenis ini bisa dibilang dumping yang ekstrim dikarenakan bertujuan untuk melumpuhkan para pesaingnya. Dan setelah pesaingnya tumbang, pelaku akan menaikkan lagi harga barang dengan sekehendak hati. Dengan demikian perdagangan bisa di monopoli dan membatasi persaingan untuk jangka waktu yang lama meskipun sebelumnya mengakibatkan kerugian jangka pendek.
  • Sporadic Dumping (Dumping yang bersifat sporadis). Dumping ini dilakukan dengan penjualan barang keluar negeri dalam jangka waktu yang pendek. Tujuan dumping jenis ini adalah mencegah penumpukkan barang di pasar domestik karena terjadi kelebihan produksi di pabrik sehingga di ekspor dengan harga yang rendah. Hal ini tentu akan membuat diskriminasi harga pada waktu tertentu oleh produsen yang untung karena bisa menjual kelebihan produknya di luar negeri.
  • Persistent Dumping (Diskriminasi harga internasional). Dumping presistent adalah penjualan (secara dumping) yang dilakukan secara terus menerus dan menetap. Penjualan ini dilakukan oleh para produsen barang yang memiliki pasar monopolistik dalam negeri, yang bertujuan memaksimalkan keuntungan dari menjual barang yang lebih tinggi pada pasar domestiknya. Dumping ini bisa berjalan sekian lama karena adanya perbedaan pasar antara negara pengimportir dan eksportir.

Politik Dumping

Tujuan Dumping adalah:

Tujuan dumping adalah untuk bisa masuk dan menguasai pasar internasional. Atau, cara ini dilakukan oleh para produsen yang ingin mempertahankan produksi produk-produk yang “kurang laku” di pasar dalam negeri. Mematikan kompetisi di pasar internasional juga menjadi tujuan dumping lainnya yang paling umum.

Para pelaku dumping, guna menguasai pasar luar negeri, acap kali melepas komoditi miliknya dengan harga di bawah batas kewajaran, atau setidaknya harga komoditi tersebut tidak semahal di negara asalnya.

Praktik dumping ini akan tetapi kerap dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Pasalnya, dumping berpotensi merusak pasaran yang lantas menyebabkan produsen komoditi sejenis di negara tujuan ekspor mengalami kerugian. Hematnya, dumping menimbulkan persaingan tidak sehat di kalangan produsen suatu komoditi. Kendati demikian, kehadiran dumping tidak bisa dinafikkan terkait globalisasi dalam ranah ekonomi.

Pengertian Dumping Menurut Para Ahli

1. Pengertian dumping menurut Muhammad Ashri

Pengertian Dumping menurut Muhammad Ashri adalah bentuk persaingan perdagangan yang curang yaitu dalam bentuk diskriminasi harga. Dengan kata lain produk yang ditawarkan di pasar negara lain harganya dibawah harga normalnya atau harga jual di negara lain (pihak ketiga)

2. Pengertian dumping menurut Kamus Lengkap Perdagangan Internasional

Pengertian Dumping menurut Kamus Lengkap Perdagangan Internasional adalah komoditi pada pasar luar negeri yang tingkat harga cenderung lebih rendah dibandingkan nilai pasar wajar atau tingkat harga yang dianggap lebih rendah dari tingkat harga di pasar wilayahnya sendiri atau negara ketiga.

3. Pengertian dumping menurut KBBI (W.J.S. Poerwadarminta)

Pengertian Dumping menurut KBBI (W.J.S. Poerwadarminta) adalah menjual barang ke luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan pada negari sendiri.

4. Pengertian dumping menurut P.Yudha Pratama dan Rosita

Pengertian Dumping menurut P. Yudha Pratama dan Rosita adalah politik ekonomi yang dilakukan suatu negara untuk menjual hasil produksinya di luar negeri dengan harga lebih murah daripada penjualan dalam negeri, dengan tujuan menguasai pasaran luar negeri.

6 Contoh politik dumping adalah:

  1. Jepang yang menjual produk mobil, motor, dan alat-alat elektronik lainnya dengan harga mahal di dalam negeri, namun sangat murah di luar negeri. Tujuan Jepang melakukan hal ini bisa karena untuk mengatasi produksi yang berlebihan, menguasai pasar luar negeri dan untuk mencapai target pemasaran dan penjualan.
  2. Cina menjual produk karpet di Indonesia dengan harga lebih rendah dibandingkan harga jual karpet produksi Indonesia sendiri.
  3. Pada penjualan handphone dengan merek Xiaomi yang memiliki harga lebih murah di Indonesia dibandingkan harga jual Xiaomi di negara asalnya yaitu Cina.
  4. Kegiatan ekspor sutera dari Cina ke India dengan harga murah, padahal India juga merupakan negara penghasil sutera.
  5. Dominasi terigu Turki di Indonesia pada tahun 2009 akibat harga terigu yang diimpor dari Turki lebih murah.
  6. Penjualan ban dari Cina di Amerika dengan harga lebih murah dibanding harga pasar di Amerika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *