Sebutkan Ciri-ciri Rhizopoda

Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Tubuh Rhizopoda bersel tunggal dan bentuk selnya dapat berubah-ubah. Di bawah ini adalah beberapa ciri dari rhizopoda.

4 Ciri-ciri Rhizopoda adalah:

  1. Alat gerak Rhizopoda berupa kaki semu.
  2. Habitat Rhizopoda di air dan parasit pada tubuh hewan.
  3. Cara hidup Rhizopoda soliter
  4. Reproduksi Rhizopoda secara membelah diri.

Sebutkan 5 klasifikasi rhizopoda!

  1. Ordo Foraminifera, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia yang panjang serta juga halus dan juga mempunyai rangka tubuh dari zat kapur (kalsium karbonat).
  2. Ordo Helioza, ciri-cirinya ialah mempunyai  pseudopodia yang berbentuk seperti benang yang radien serta antarfilamen yang tidak pernah bersatu dan membentuk jala atau juga  anyaman.
  3. Ordo Labosa, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia (kaki semu) yang pendek serta tumpul dan juga bisa atau dapat dibedakan dengan secara jelas antara ektoplasma serta endoplasma.
  4. Ordo Filosa, ciri-cirinya ialah mempunyai pseudopodia yang halus yang mirip dengan benang serta juga bercabang-cabang.
  5. Ordo Radiozoa, ciri-cirinya ialah mempunyai rangka yang terbuat dari bahan silika.

Bagaimana Reproduksi Rhizopoda?

Rhizopoda (ex. Amoeba) ini berkembang biak dengan secara aseksual atau vegetatif yakni dengan pembelahan biner. Pembelahan biner pada Rhizopoda tersebut tidak dengan melalui tahap-tahap mitosis. Pembelahan tersebut dimulai dari membelahnya inti sel itu menjadi dua, kemudian diikuti oleh pembelahan sitoplasma.

Pembelahan inti itu akan menimbulkan lekukan yang sangat dalam kemudian lama-lama akan putus sehingga dari situ terjadilah dua sel anak. Kedua sel anak tersebut kemudian akan mengalami pembelahan biner lagi sehingga setelah hal tersebut menjadi empat, delapan, enam belas sel serta seterusnya.

Di situasi yang tidak menguntungkan, Rhizopoda tersebut dapat mempertahankan hidupnya dengan cara membentuk kista, yakni dengan tubuh yang inaktif yang berubah berbentuk bulat sehingga membran plasmanya itu akan menebal guna melindungi tubuhnya dari kondisi luar yang jelek.

Apabila keadaan luar ini kemudian sudah baik, misalnya seperti pada saat tersedia cukup makanan, maka kemudian dinding kisat itu kemudian akan pecah serta keluarlah Rhizopoda untuk dapat memulai hidupnya kembali.

Peranan rhizopoda dalam kehidupan sehari-hari

  • Entamoeba histolytica, hidup parasit di usus manusia yang dapat menyebabkan penyakit disentri. Organisme ini dapat menyebar melalui air minum, makanan, dan peralatan makanan yang terkontaminasi protozoa tersebut baik dalam bentuk sista maupun bentuk sel aktif
  • Difflugia, hidup di air tawar dan mengeluarkan lendir yang menyebabkan butir-butir pasir halus dapat melekat
  • Entamoeba gingivalis, hidup pada gusi dan gigi manusia dengan memakan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi dan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan radang  gusi.
  • Entamoeba coli, hidup di dalam organ tubuh yaitu usus besar (kolon), tidak bersifat parasit yang kadang-kadang dapat menyebabkan diare.
  • Foraminifera, memiliki cangkang dari bahan organik dan kalsium karbonat yang keras. Foraminifera memiliki cangkang yang merupakan komponen sedimen lautan. Sekitar 90% Foraminifera telah menjadi fosil dan digunakan sebagai marker (penanda) umur batuan sedimen dan juga sebagai penunjuk sumber minyak bumi.

Bentuk dan Struktur Tubuh Rhizopoda

1. Membrane sel atau membrane plasma

Membrane sel disebut juga plasmalema dan berguna untuk melindungi protoplasma. Sitoplasma dibagi menjadi ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang posisinya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.

2. Inti sel (nucleus)

Memiliki fungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.

3. Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)

Memiliki peran sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil juga menjaga supaya tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya.

4. Rongga makanan (vakuola makanan )

Memiliki fungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.

Rhizopoda

Sebutkan 9 Contoh Rhizopoda!

  1. Entamoeba coli, hidup di usus besar (kolon), tidak bersifat parasit, namun seringkali menyebabkan diare.
  2. Entamoeba histolytica, hidup parasit di usus manusia dan mengakibatkan penyakit disentri. Organisme ini menyebar melalui makanan, air minum, dan peralatan makan yang terkontaminasi protozoa tersebut dalam bentuk kista maupun dalam bentuk sel aktif.
  3. Amoeba proteus, hidup ditanah basah dan tidak mempunyai cangkang (telanjang).
  4. Entamoeba gingivalis, hidup pada gusi dan gigi manusia dengan memakan sisa-sisa makanan pada sela gigi dan bisa mengakibatkan kerusakan gigi dan radang gusi.
  5. Difflugia, hidup di air tawar, mengeluarkan lendir yang mengakibatkan butir-butir pasir halus bisa menempel.
  6. Arcella, hidup di air tawar. Cangkang Arcella tersusun dari zat kritin atau fosfoprotein. Cangkang tubuh bagian atas berbentuk kubah, sementara bagian bawah berbentuk cekung dengan lubang-lubang sebagai tempat keluarnya pseudopodia.
  7. Radiolaria, hidup di laut, cangkang serupa gelas, dengan bentuk yang berbeda-beda pada tiap spesies. Radiolaria yang telah mati akan mengendap di dasar perairan menjadi lumpur radiolaria. Lumpur radiolaria digunakan sebagai bahan alat penggosok dan bahan peledak.
  8. Foraminifera, mempunyai cangkang dari bahan organik dan kalsium karbonat yang keras. Fora minifera hidup di tumpukan pasir atau menempel pada plankton, ganggang, dan batuan. Pseudopodia berbentuk rangkaian sitoplasma yang berfungsi untuk berenang, menangkap mangsa, dan membentuk cangkang. Sekitar 90% foraminifera telah menjadi fosil, cangkangnya merupakan komponen sedimen lautan. Fosil Foraminifera digunakan sebagai marker (penanda) umur batuan sedimen dan petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.
  9. Heliozoa (hewan matahari), hidup di air tawar. Pseudopidian Heliozoa bersifat kaku. Cangkangnya mengandung kitin atau silika seperti kaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *