Perbedaan Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis

Apa Perbedaan Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis?

  • Megasporogenesis adalah proses pembentukan sel-sel telur (megaspora). Sel induk megaspora terdapat pada bakal buah (ovarium). Sel induk magaspora mengalami pembelahan meiosis menghasilkan dua sel anak yang haploid.
  • Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan mikrospora yang berlangsung di kotak sari pada kepala sari. Proses Mikrosporogenesis diawali dari sel induk mikrospora, kemudian mengalami pembelahan meiosis I yang akan menghasilkan dua sel yang haploid (n).

5 Tahapan megasporogenesis adalah:

  1. Sebuah sel induk megaspora dengan inti diploid di ovarium mengalami pembelahan meiosis I dan menghasilkan dua sel haploid.
  2. Kedua sel haploid tersebut mengalami pembelahan meiosis II sehingga menghasilkan 4 megaspora haploid.
  3. Tiga anakan di antaranya mengalami degenerasi (mati).
  4. Megaspora yang masih hidup mengalami 3 kali mitosis diikuti kariokinesis tanpa sitokinesis dan dihasilkan sel besar (kandung lembaga muda) dan 8 inti haploid.
  5. 8 inti anakan tersebut adalah 2 kandung lembaga sekunder, 3 antipoda, 2 sel sinergid, dan 1 ovum.

4 tahapan pembentukan mikrosporogenesis adalah:

  1. Sel induk mikrospora melakukan pembelahan meiosis I dan menghasilkan sepasang sel haploid.
  2. Sepasang sel haploid membelah meiosis II menghasilkan 4 mikrospora haploid yang berkelompok menjadi satu (tetrad).
  3. Setiap mikrospora mengalami pembelahan kariokinesis sehingga menghasilkan 2 inti haploid. Yaitu inti vegetatif (inti saluran serbuk sari) dan inti generatif.
  4. Inti generatif membelah secara mitosis sehingga membentuk dua inti sperma yang dikenal dengan inti generatif I dan inti generatif II.

Pengertian Microsporogenesis

Benang sari adalah organ reproduksi jantan bunga. Benang sari memiliki dua komponen: antera dan filamen. Antera mengandung microsporangia. Setiap microsporangium mengandung sel induk mikrospora atau mikrosporosit.

Sel-sel ini adalah sel diploid dan membelah menjadi sel-sel haploid yang disebut mikrospora oleh meiosis. Microsporocytes menjalani dua divisi nuklir di meiosis diikuti oleh cytokinesis untuk menghasilkan tetrad empat microspora haploid. Proses ini dikenal mikrosporogenesis. Mikrospora mengalami dua divisi mitosis dan menghasilkan butiran serbuk sari atau gamet jantan. Setiap mikrospora berkembang menjadi butiran serbuk sari.

Serbuk sari atau mikrospora adalah struktur bundar yang sangat kecil. Setelah pembentukan, mikrospora atau butir serbuk sari mengering dan menjadi tepung. Antera menjadi struktur kering dan serbuk sari dibebaskan dari antera ke lingkungan oleh dehiscence antera.

Pengertian Megasporogenesis

Megaspora diproduksi oleh sel induk megaspore (megasporosit). Megasporangium atau ovula mengandung sel induk megaspore. Sel induk megaspore adalah sel diploid (sel 2n). Sel-sel induk ini membelah dengan meiosis untuk menghasilkan sel-sel haploid (n sel). Satu sel induk membelah dengan meiosis dan menciptakan empat megaspora haploid. Proses ini dikenal sebagai megasporogenesis.

Megasporogenesis terjadi dalam struktur yang disebut nucellus (bagian tengah ovula). Pada sebagian besar tanaman, hanya satu megaspore yang berkembang menjadi megagametofit atau kantung embrio. Tiga megaspora lainnya hancur. Megaspore itu terbagi menjadi delapan inti oleh dua divisi mitosis berturut-turut dan menghasilkan megagametofit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *