Perbedaan in vitro dan in silico beserta contohnya

Ada beberapa perbedaan diantara in vitro dan in silico beserta contohnya. Nah, berikut ini akan diberikan beberapa perbedaan in vitro dan in silico beserta contohnya, semoga bermanfaat.

3 Perbedaan in vitro dan in silico beserta contohnya

  • Dalam bahasa Latin in vitro berarti “di dalam kaca”, sedangkan Dalam bahasa Latin in silico berarti “dalam silikon” (silikon mengacu pada komputer).
  • Percobaan in vitro melibatkan seluruh eksperimen organisme hidup dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Sedangkan Percobaan in silico melibatkan eksperimen menggunakan komputer atau melalui simulasi komputer.
  • Contoh in vitro: percobaan kultur sel di piring petri, atau beberapa percobaan dalam tabung reaksi. Sedangkan Contoh in silico: Penggunaan struktur protein tiga dimensi untuk merancang obat, analisis urutan menggunakan beberapa perangkat lunak.

Apa yang dimaksud in vitro?

In vitro adalah mengacu prosedur perlakuan yang diberikan dalam lingkungan terkendali di luar organisme hidup. Banyak Studi eksperimen biologi seluler melakukan treatmen di luar organisme atau sel.

Teknik in vitro mudah dilakukan. Kadang-kadang peneliti memiliki keterbatasan dalam mengakses organisme hidup dan pendekatan vitro menjadi solusi dalam hal ini.

Salah satu kelemahan in vitro adalah kegagalan meniru kondisi selular secara tepat terutama mikroba. Penelitian in vitro dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan keadaan organisme hidup.

Stefan Tunev mengatakan bahwa pertanyaan rumit tentang ekspresi protein spirochetes tidak sepenuhnya menyerupai Borrelia dalam host yaitu kegunaan lisat protein bakteri terbatas ketika menganalisis sumber antigen.

Sampai beberapa tahun terakhir upaya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi mikroorganisme dalam tubuh manusia telah bergantung hampir secara eksklusif menggunakan penelitian in vitro.

Akibatnya banyak pemahaman patogen pada penyakit sering mewakili bakteri minoritas dalam tubuh manusia. Spesies-spesies mikrobiota manusia luput diketahui melalui teknik in vitro.

Apa yang dimaksud In silico?

In silico adalah penggunaan ekspresi yang berarti dilakukan pada komputer atau melalui simulasi. Ungkapan in silico pertama kali pada tahun 1989 di Los Alamos, New Mexico.

In silico adalah pendekatan relatif baru dalam penelitian, tapi mulai digunakan secara luas dalam studi untuk memprediksi bagaimana obat berinteraksi dalam tubuh dan patogen.

Sebuah studi pada tahun 2009 menggunakan emulasi software untuk memprediksi bagaimana obat tertentu di pasar bisa mengobati strain resisten antibiotik tuberculosis.

3 Macam Teknik In Silico adalah:

  1. Teknik Sequencing Bakteri. Identifikasi bakteri mengggunakan sekuen DNA dan RNA. Paling umum adalah polymerase chain reaction (PCR) dalam salinan tunggal atau beberapa bagian DNA yang menghasilkan jutaan salinan dari urutan DNA tertentu.
  2. Pemodelan Molekul. Identifikasi obat-obatan dan zat yang berinteraksi dengan reseptor nuklir sel. Misalnya emulasi berbasis komputer menunjukkan zat yang diproduksi bakteri. Kesimpulan saling memdivalidasi pengamatan klinis.
  3. Simulasi Sel Global. Peneliti membangun sebuah model komputer yang ramai diisi sel-sel bakteri dan merespon terhadap zat tertentu dalam lingkungan. Teknik ini secara akurat mensimulasikan perilaku sel-sel hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *