Perbedaan Hydra dan Obelia

Selamat berjumpa kembali teman-teman, berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan antara Hydra dan Obelia. Mudah-mudahan informasi ini akan bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Sebelum mengetahui perbedaan diantara keduanya, tidak ada salahnya bila kita mengenal terlebih dahulu dengan apa yang disebut Hydra dan apa yang disebut Obelia, langsung saja simak uraiannya.

Hydra

Hydra hidup di perairan air tawar, hewan ini hidup soliter dan berbentuk polip dan berukuran antara 10 mm sampai 30 mm dan berwarna agak keputihan. Hydra menempelkan pangkal tubuhnya yang berbentuk cakram pada substrat misalnya pada batu atau batang tanaman air.

Pada ujung tunas hydra terdapat mulut yang dikelilingi oleh tentekel dan hipostom, tentekel berfungsi untuk menangkap mangsa yang berupa hewan kecil atau tumbuhan, mangsa selanjutnya dicerna dalam rongga gastrovaskular.

Hydra berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dengan cara membentuk tunas, dimana tunas akan berkembang dan terbentuk epidermis, mesoglea, dan rongga gastrovaskular. Setelah tunas terus berkembang dan membesar maka akan melepaskan diri dan menjadi individu yang baru yang berbentuk polip.

Selain itu pada hydra juga terjadi perkembangbiakan secara seksual melalui peleburan sel telur (ovarium) dengan sperma (testis). Hasil peleburan akan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium grastula.

Pada perkembangan selanjutnya embrio akan berkembang membentuk kista yang dapat berenang bebas dan akan tempat yang sesuai untuk melekat. Bila keadaan lingkungan membaik kista akan pecah dan embrio akan tumbuh menjadi hydra yang baru.

Obelia

Pada siklus hidupnya obelia berbentuk polip dan medusa. Pada fase polip obelia hidup berkoloni dan melekat di suatu substrat seperti batu karang. Sebagian besar waktu hidup obelia berada pada fase polip yang juga merupakan fase vegetatif.

Pada obelia terdapat dua jenis polip, yaitu polip hydrant yang bertugas mengambil dan mencerna makanan, dan polip gonangium yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual yang akan menghasilkan obelia dalam bentuk medusa.

Obelia mengalami pergiiran keturunan (metagenesis) antara fase keturunan seksual dengan fase keturunan aseksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan pada fase polip gonangium, dimana polip gonangium akan membentuk tunas yang dapat memisahkan diri dan berkembang menjadi bentuk medusa muda yang dapat berenang bebas.

Medusa muda kemudian berkembang menjadi medusa dewasa yang mempunyai dua alat kelamin (hermafrodit) yang akan menghasilkan sel telur dan sperma. Pembuahan terjadi secara eksternal di luar tubuh dan membentuk zigot.

Dalam perkembangannya zigot akan menjadi larva bersilia yang disebut planula. Planula kemudian akan melekatkan diri pada tempat yang sesuai dan akan berkembang menjadi bentuk polip muda yang kemudian tumbuh menjadi obelia baru.

Apa perbedaan antara Hydra dan Obelia?

  1. Hydra adalah spesies soliter dan hidup dengan melekat pada substrat, sedangkan Obelia adalah spesies kolonial dan hidup sebagai polip dalam jaringan bercabang yang saling berhubungan.
  2. Hydra hidup di habitat air tawar, sedangkan Obelia secara eksklusif hewan laut.
  3. Hydra tidak memiliki bentuk medusa dalam siklus hidup mereka, sedangkan Obelia memiliki kedua bentuk; polip dan medusa.
  4. Tidak seperti Obelia, Hydra memiliki kekuatan regeneratif yang besar.

Klasifikasi Hydra

  • Kingdom: Animalia – Hydra milik kingdom Animalia (metazoa). Dengan demikian, mereka adalah organisme eukariotik multiseluler yang bergantung pada organisme lain sebagai sumber makanan mereka.
  • Filum: Cnidaria – Hydra termasuk dalam filum Cnidaria. Filum ini juga terdiri dari polip seperti medusa anemon laut dan karang. Kelompok organisme ini memiliki karakteristik sebagai berikut: mereka akuatik, mereka memiliki tentakel, mereka memiliki bukaan tubuh tunggal, mereka memiliki dua lapisan tubuh dan, sebagian besar, simetris secara radial / biradial.
  • Kelas: Hydrozoa – Kelas hydrozoa terdiri dari organisme predator kecil yang dapat hidup di koloni atau sebagai hewan soliter. Mayoritas ditemukan di lingkungan laut sementara beberapa tinggal di air tawar. Hydrozoa ditandai oleh ruang pencernaan internal, keberadaan eksoskeleton, dua bentuk tubuh serta keberadaan knidosit
  • Ordo: Hidroida – Ordo Hydroida terdiri dari hidroid yang dicirikan oleh tiga tahap dasar kehidupan, tubuh tubular, dua lapisan tubuh yang sebagian besar menggunakan reproduksi aseksual.
  • Genus: Hydra – (di bawah ini adalah karakteristik dari genus Hydra)

Ciri-ciri hydra

Secara umum, tubuh hydra diatur seperti tabung (seperti polip) dengan tentakel yang disusun di sekitar kutub kepala organisme. Akan tetapi, jika dilihat lebih dekat, akan muncul celah mulut (di kutub atas organisme yang dikelilingi oleh tentakel), tangkai dan cakram basal tempat organisme menempel pada substrat.

Berkenaan dengan ketinggian, polip ini berkisar antara 1 dan 2 cm dengan tentakel lebih panjang tergantung pada spesies. Misalnya, tentakel Hydra hijau dapat berukuran sekitar 5 cm (saat rilek) dan hingga 20 cm saat diperpanjang.

* Tubuh hydra dapat menarik kembali membuat organisme tampak lebih pendek dan bulat.

Ujung aboral (pedal disc) hydra diratakan dan memainkan peran penting dalam perlekatan sementara. Bagian tubuhnya terdiri dari zona kelenjar yang terlibat dalam sekresi perekat yang memungkinkan organisme menempel pada substrat. Namun, itu juga dapat menghasilkan gelembung gas yang memungkinkan Hydra melayang.

Ujung lainnya (tiang kepala) terdiri dari hipostom yang berisi mulut terbuka dan tentakel (6-12) yang digunakan untuk menjebak makanan di lingkungan mereka.

Pada permukaan eksternal hydra, kuncup dapat diamati berkembang dari organisme induk. Secara internal, hydra memiliki rongga sentral yang dikenal sebagai coelenteron yang bertindak sebagai rongga gastrovaskuler.

* Struktur reproduksi hidra meliputi testis (terdiri dari sel sperma) dan ovarium (membawa telur) yang terletak di bawah ektoderm.

Dinding tubuh – Sebagai organisme diploblastik, Hydra memiliki dua jenis lapisan jaringan, yaitu; ektoderm dan endoderm yang masing-masing membentuk gastrodermis dalam dan epidermis luar yang dipisahkan oleh mesoglea.

Epidermis bertindak sebagai lapisan pelindung dan sensorik dan ditutupi oleh kutikula tipis. Ini terdiri dari sel-sel epitel-otot (memainkan peran dalam menutupi dan kontraksi), sel-sel kelenjar (mensekresi zat perekat lengket dan gelembung gas), sel-sel interstitial (terlibat dalam reproduksi dan regenerasi) dan Cnidoblasts (sel khusus bertindak sebagai sel penyengat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *