Perbedaan Denaturasi dan Renaturasi DNA

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, ada beberapa perbedaan diantara Denaturasi dan Renaturasi DNA. Artikel berikut ini akan menyajikan perbedaan yang ada diantara Denaturasi dan Renaturasi DNA.

6 Perbedaan Denaturasi dan Renaturasi DNA adalah:

  1. Denaturasi, Ini melibatkan pemutusan ikatan hidrogen antara pasangan basa komplementer. Sedangkan Renaturasi, Ini melibatkan pembentukan ikatan hidrogen antara pasangan basa komplementer.
  2. Denaturasi, Peningkatan absorbansi (A260) pada denaturasi disebut sebagai efek hiper kromat. Sedangkan Renaturasi,Ada penurunan absorbansi (A260) pada renaturasi.
  3. Denaturasi, Proses pembentukannya DNA beruntai tunggal dari DNA heliks ganda beruntai. Sedangkan Renaturasi, Proses pembentukan DNA beruntai ganda dari untai DNA tunggal terdampar terdenaturasi komplementer.
  4. Denaturasi, Hal ini dilakukan dengan pemanasan. Sedangkan Renaturasi, Hal ini dipengaruhi oleh pendinginan.
  5. Tingkat kenaikan absorbansi berbanding lurus dengan tingkat denaturasi. Sedangkan Tingkat renaturasi berbanding lurus dengan konsentrasi urutan komplementer.
  6. Setelah denaturasi, viskositas menurun. Dan Setelah renaturasi, viskositas meningkat.

Apa yang dimaksud Denaturasi?

Denaturasi adalah untai ganda molekul DNA yang dapat dipisahkan dengan perlakuan suhu maupun senyawa alkali sehingga konformasinya berubah dan dapat hampir menjadi acak. Tingkat denaturasi DNA tergantung pada tingginya suhu.

Perubahan tingkat denaturasi DNA dapat diikuti dengan memperlakukan DNA pada suhu yang bertingkat, kemudian diukur absorbansinya (A) pada panjang gelombang 260.

Apa yang dimaksud Renaturasi?

Renaturasi adalah proses pembentukan kembali struktur untai ganda dari keadaan terdenaturasi. Renaturasi merupakan suatu proses yang dapat terjadi secara in vivo maupun in vitro.

Renaturasi in vitro merupakan suatu fenomena yang sangat berguna untuk analisis molekuler, misalnya untuk mengetahui kesamaan atau kedekatan genetis antara suatu organisme dengan organisme lain, untuk mendeteksi macam RNA tertentu, untuk mengetahui apakah suatu urutan nukleutida tertentu ada lebih dari satu pada suatu jasad, serta untuk mengetahui lokasi spesifik suatu urutan nukleutida pada genom .

Tahapan renaturasi :

  1. Untai tunggal DNA (sense) bertemu dengan untai tunggal lainnya (antisense) secara acak
  2. Jika urutan Nukleotida kedua untai tunggal tersebut komplementer, maka akan terjadi ikatan hidrogen dan terbentuk struktur untai ganda pada suatu bagian. Pembentukan ikatan hidrogen kemudian akan dilanjutkan pada bagian yang lain secara cepat sehingga terbentuk struktur untai ganda yang lengkap.

4 Syarat Renaturasi adalah:

  1. Konsentrasi DNA, semakin tinggi konsentrasinya maka probabilitas tumbukan antar molekul untai tunggal DNA menjadi semakin besar.
  2. Kecepatan perlakuan renaturasi. Jika suatu molekul DNA didenaturasi dengan perlakuan suhu tinggi kemudian suhunya diturunkan secara cepat, maka probabilitas molekul DNA sense untuk berpasangan dengan molekul antisense secara akurat akan lebih kecil. Oleh karena itu proses renaturasi biasanya dilakukan dengan menurunkan suhunya secara bertahap.
  3. Konsentrasi garam cukup tinggi (0,15 sampai 0,5 M). Ion Na+ yang bersifat positif akan menetralkan gugus fosfat DNA yang bermuata negatif sehingga tidak terjadi saling tolak antar untaian DNA yang satu dengan untaian DNA yang lain.
  4. Suhu renaturasi harus cukup tinggi (20 sampai 25˚C dibawah nilai Tm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *