Perbedaan Darwinisme dan Neo-Darwinisme

Teori evolusi berkembang dengan pesat, salah satunya teori Darwin, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Darwinisme dan Neo-Darwinisme. Semoga uraian perbedaan antara Darwinisme dan Neo-Darwinisme bermanfaat banyak.

6 Perbedaan Darwinisme dan Neo-Darwinisme adalah:

  1. Darwinisme tidak menjelaskan alasan untuk variasi. Sedangkan Neo-Darwinisme, Ini menjelaskan alasan untuk variasi.
  2. Dalam teori Darwin, unit dasar dari evolusi adalah seorang individu. Sedangkan Dalam Neo-Darwinisme, unit dasar dari evolusi adalah populasi.
  3. Darwinisme tidak mempertimbangkan isolasi reproduksi sebagai faktor utama dalam pembentukan spesies baru. Sedangkan Neo-Darwinisme mempertimbangkan isolasi reproduksi sebagai faktor penting utama dalam spesiasi.
  4. Darwinisme, Ini adalah konsep asli yang dinyatakan oleh Darwin dan Wallace yang menjelaskan modus spesiasi. Sedangkan Neo-Darwinisme, Ini adalah modifikasi dari konsep asli yang dinyatakan oleh Darwin dan Wallace berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian genetik.
  5. Darwinisme, Menganggap semua variasi menguntungkan dapat diwariskan. Sedangkan Neo-Darwinisme, Mempertimbangkan variasi genetik hanya diwariskan (mutasi) untuk evolusi
  6. Dalam teori Darwin, seleksi alam adalah kelangsungan hidup bagi yang terkuat dan akan menghilangkan yang tidak layak seiring waktu tertentu.. Sedangkan Dalam Neo-Darwinisme, seleksi alam mengacu pada reproduksi diferensial yang mengarah ke perubahan frekuensi gen.

Apa yang dimaksud Neo Darwinisme?

Neo Darwinisme adalah versi modern dan modifikasi dari Darwinisme atau teori evolusi Darwin. Ini memasukkan fakta-fakta baru dan penemuan biologi modern. Ini menjelaskan mutasi, variasi, faktor keturunan, isolasi serta seleksi alam. Karena itu, dasar Neo Darwinisme adalah Darwinisme. Menurut Neo Darwinisme, spesiasi dan asal-usul spesies baru terjadi sebagai akibat dari efek gabungan dari faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Konsep atau teori baru ini dibangun dengan dukungan Wallace, Hondey, Heinrich, Haeckel, Weismann dan Mendel. Selain itu, Teori Sintetis Modern tentang Evolusi adalah nama lain untuk Neo Darwinisme. Neo Darwinisme dapat mengatasi kedatangan singkat Darwinisme.

Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar.

Sekelompok Ilmuwan yang bersikukuh mempertemukan Darwinisme dengan ilmu genetika, dengan segala cara, berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh the Geological Society of America [Perkumpulan Masyarakat Geologi Amerika] pada tahun 1941.

Setelah pembicaraan panjang, mereka setuju pada cara untuk membuat penjelasan baru tentang Darwinisme; dan beberapa tahun setelah itu, para ahli menghasilkan sebuah sintesis dari berbagai bidang mereka menjadi sebuah teori evolusi yang telah diperbaharui.

Para ilmuwan yang berperan serta dalam membangun teori baru ini termasuk ahli genetika G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli ilmu hewan Ernst Mayr dan Julian Huxley, ahli paleontologi George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika matematis Sir Ronald A. Fisher dan Sewall Wright.

Untuk menyanggah fakta “stabilitas genetik” (genetic homeostasis), kelompok ilmuwan ini menggunakan gagasan “mutasi”, yang telah diperkenalkan oleh ahli botani Belanda Hugo de Vries pada awal abad ke-20. Mutasi adalah kerusakan yang terjadi, untuk alasan yang tidak diketahui, dalam mekanisme penurunan sifat pada makhluk hidup.

Organisme yang mengalami mutasi memperoleh bentuk yang tidak lazim, yang menyimpang dari informasi genetik yang mereka warisi dari induknya. Konsep “mutasi acak” diharapkan bisa menjawab pertanyaan tentang asal usul variasi [keragaman] menguntungkan yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi sesuai dengan teori Darwin—sebuah kejadian yang Darwin sendiri tidak bisa menjelaskannya, tetapi hanya mencoba menghindarinya dengan mengacu kepada teori Lamarck.

Kelompok The Geological Society of America [Perkumpulan Masyarakat Geologi Amerika] menamai teori baru ini, yang dirumuskan dengan menambahkan gagasan mutasi pada teori seleksi alam Darwin, sebagai “teori evolusi sintesis” atau “sintesis modern”. Dalam waktu singkat, teori ini menjadi dikenal dengan nama “neo-Darwinisme” dan pendukungnya sebagai “neo-Darwinis.”

Teori Neo Darwinisme muncul dengan harapan dapat memodifikasi dari teori Darwin sebelumnya terutama pada konsep hukum-hukum Genetika menurut Gregor Mendel dan menggunakan istilah mutasi acak untuk menjawab mengenai asal-usul keragaman menguntungkan makhluk hidup yang menyebabkan mereka berevolusi. Tetapi istilah mutasi sangat tidak cocok digunakan karena sejauh ini terjadinya mutasi hanya menyebabkan kerugian bagi makhluk hidup itu sendiri.

Jadi teori Neo Darwinisme ini juga mengalami kebuntuan dalam menjawab mengenai keragaman sifat makhluk hidup yang diturunkan oleh induknya yang sebenarnya terjawab dengan hukum-hukum genetika milik Gregor Mendel.

Apa yang dimaksud Darwinisme?

Darwinisme adalah teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin mengenai evolusi suatu spesies melalui seleksi alam. Teori ini menyatakan bahwa semua spesies organisme menjalani seleksi alam dan seleksi alam akan memilih spesies yang memiliki variasi genetik.

Ketika suatu organisme memiliki variasi yang diwariskan, kemampuan mereka untuk bersaing, bertahan hidup dan bereproduksi di lingkungan meningkat. Karena evolusi menyukai variasi semacam itu. Teori Darwin mencakup tiga prinsip yaitu variasi, keturunan, dan perjuangan untuk hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *