Perbedaan antara jamur dan lumut

Diantara jamur dan lumut ada beberapa perbedaan, dan artikel ini akan mencoba menjelaskannya. Semoga saja penjelasan tentang perbedaan yang ada diantara jamur dan lumut ini bermanfaat banyak.

Perbedaan jamur dan lumut adalah:

  • Jamur dapat berkembang paling baik di daerah tropis dan subtropis, sedangkan lumut dapat berkembang paling baik di daerah beriklim dingin.
  • Jamur tumbuh bebas pada tempat lembab, teduh, dan gelap. Sedangkan lumut tumbuh bebas terkena udara dan cahaya
  • Jamur membutuhkan bahan organik mati atau hidup yang mereka makan dan menuntut banyak kelembaban. Sedangkan lumut dapat tumbuh di substrat tandus dalam kondisi kekeringan dan kelaparan.

Apa yang dimaksud jamur?

Jamur adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.

Cara hidup jamur adalah:

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya.

Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme.

Jamur

Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Jamur dibedakan menjadi 4 divisio, yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Beberapa jamur dari genus Psilocybe terkenal dapat menyebabkan halusinasi dan sekarang dilarang di Indonesia.

Apa yang dimaksud lumut?

Lumut adalah tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.)

Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).

Lumut

Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut. Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).

Lumut adalah tanaman kecil tanpa bunga yang biasanya tumbuh di lokasi yang lembab atau teduh. Masing-masing tanaman biasanya terdiri dari daun sederhana yang umumnya hanya setebal satu sel, melekat pada batang yang mungkin bercabang atau tidak bercabang dan hanya memiliki peran terbatas dalam mengalirkan air dan nutrisi.

Meskipun beberapa spesies memiliki jaringan penghantar, pada umumnya jaringan ini kurang berkembang dan secara struktural berbeda dari jaringan serupa yang ditemukan pada tanaman vaskular.

Lumut tidak memiliki biji dan setelah pembuahan berkembang sporofit dengan tangkai tidak bercabang atasnya dengan kapsul tunggal yang mengandung spora.

Tingginya biasanya hanya sekitar 0,2-10 cm (0,1–3,9 in), meskipun beberapa spesies jauh lebih besar. Dawsonia, lumut tertinggi di dunia, dapat tumbuh setinggi 50 cm (20 in).

Lumut termasuk kedalam divisi Bryophyta, salah satu dari setidaknya 12.000 spesies tanaman darat yang mengandung spora nonvaskular kecil. Lumut tersebar hampir ke seluruh dunia kecuali dalam air garam (laut) dan biasanya ditemukan di lokasi teduh yang lembab.

Mereka terkenal karena beberapa spesiesnya yang mendominasi hutan. Secara ekologis, lumut memecah substrat yang terbuka, melepaskan nutrisi untuk penggunaan tanaman yang lebih kompleks yang menggantikannya.

Mereka juga membantu dalam pengendalian erosi tanah dengan menyediakan penutup permukaan dan menyerap air, dan mereka penting dalam ekonomi nutrisi dan air dari beberapa jenis vegetasi.

Spesies yang penting secara ekonomi adalah spesies dalam genus Sphagnum yang membentuk gambut.

Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:

  • Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid
  • alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum

Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.

Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :

  • Vaginula (kaki)
  • Seta (tangkai)
  • Apofisis (ujung seta yang melebar)
  • Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.

Sebutkan ciri-ciri lumut!

  • belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun;
  • akarnya berupa akar semu (rhizoid);
  • tidak punya berkas pembuluh (xilem dan floem); dan
  • organ kelamin lumut disebut anteridium yang menghasilkan spermatozoid, serta arkegonium yang menghasilkan ovum.

Manfaat lumut adalah:

  1. Menyimpan Cadangan Air, Lumut mampu menyerap air pada saat musim hujan dan menjadi tempat cadangan air di saat musim kemarau.
  2. Mencegah Bajir dan Erosi, Tanah yang ditumbuhi lumut cenderung lebih padat dibandingkan dengan tanah yang gundul. Hal ini membuat tanah tidak mudah terkena erosi. Lumut bersifat seperti spons yang dapat menyerap air yang ada di atasnya dan menyimpannya.
  3. Dijadikan Obat, Lumut tertentu dapat dijadikan obat untuk mengobati penyakit tertentu seperti mata, kulit, hepatitis, dan gangguan kesehatan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *