Pengertian Termoplastik dan Termoset beserta Contohnya

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, berikut ini adalah Pengertian Termoplastik dan Termoset beserta Contohnya. Semoga penjelasan tentang Pengertian Termoplastik dan Termoset beserta Contohnya bermanfaat banyak.

Pengertian termoplastik adalah sesuatu yang merujuk kepada plastik yang bisa berubah bentuk dengan mudah pada pemanasan dan bisa ditekuk dengan mudah. Termoplastik adalah jenis plastik yang dapat didaur ulang, yaitu jika dipanaskan lagi memiliki sifat plastis sehingga dapat dicetak lagi.

Contoh termoplastik

Contoh termoplastik adalah PVC dan Polietilena digunakan untuk sisir manufaktur, mainan, pemanggang mobil dan berbagai jenis kontainer.

Pengertian termoset

Pengertian termoset adalah sesuatu yang merujuk kepada plastik yang ketika dibentuk sekali, tidak dapat dihaluskan lagi (mengeras) dengan pemanasan. Termoset jika dipanaskan akan langsung mengeras dan menjadi arang, sehingga tidak dapat didaur ulang.

Thermosetting merupakan jenis plastik yang tidak dapat didaur ulang karena plastik jenis ini akan langsung mengeras dan menjadi arang jika dipanaskan.Plastik thermosetting meliputi Phenol Formaldehyde (PF), Urea Formaldehyde (UF),Melamine Formaldehyde (MF), Alkyds, Epoxy resin (EP), Polyurethane (PUR), Silicones serta Acrylic. Polycarbonat (PC), teflon, PVC, nylon, cellulosics, polyfluorocarbon, stryrene acrylonitrile (SAN), acetal.

Perbedaan Termoplastik dan Termoset

Contoh termoset

Contoh termoset adalah Bakelit dan Melamin. Bakelit adalah konduktor panas yang buruk dan cahaya. Bakelit digunakan untuk membuat saklar listrik, menangani berbagai peralatan dan lain-lain.

Melamin tahan terhadap api dan dapat menerima panas yang lebih baik daripada plastik lainnya. Melamin digunakan untuk membuat ubin lantai, barang-barang dapur dan kain.

Sifat polimer termoseting adalah:

  • Jika dipanaskan akan meleleh.
  • Tahan terhadap asam basa.
  • Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul.
  • Keras dan kaku (tidak fleksibel)
  • Jika dipanaskan akan mengeras.
  • Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).
  • Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.

4 Perbedaan antara termoplastik dan termoseting

  • Polimer termoplastik dapat didaur ulang, sedangkan polimer termoseting tidak dapat didaur ulang.
  • Polimer termoplastik mampu dilarutkan pada jenis pelarut yang sesuai, sedangkan polimer termoseting tidak mampu larut dalam semua jenis pelarut.
  • Polimer termoplastik bersifat tidak tahan terhadap panas, sedangkan polimer termoseting bersifat tahan terhadap panas.
  • Polimer termoplastik bersifat fleksibel dan mudah direnggangkan, sedangkan polimer termoseting bersifat keras dan kaku.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *