Pengertian penetrasi paksa (penetration violence) budaya

Pengertian penetrasi paksa (penetration violence) adalah sesuatu yang merujuk kepada kegiatan atau proses masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan secara paksa serta sifatnya merusak sebab disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan guncangan-guncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Contoh penetrasi paksa (penetration violence) adalah masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan.

Pengertian Penetrasi kebudayaan

Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya.

2 Jenis penetrasi kebudayaan adalah

  • Penetration pasipique
  • Penetration violence

1. Penetration pasipique (penetrasi damai)

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penetrasi damai (penetration pasifique) adalah proses masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan dengan jalan damai sehingga penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak akan menimbulkan konflik, tetapi justru memperkaya khazanah budaya masyarakat setempat. Selain itu, pengaruh kedua kebudayaan tersebut juga tidak akan menghilangkan sifat/unsur asli budaya masyarakat setempat, contohnya masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.

Hubungan manusia dengan kebudayaan adalah kebudayaan merupakan hasil dari ide, gagasan dan pemikiran baik nyata ataupun abstrak dan juga rancangan hidup masa depan. Sehingga dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kebudayaan manusia, semakin tinggi pula tingkat pemikirian setiap manusia.

Kebudayaan itu sendiri digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat antar manusia karena sifat manusia yaitu makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus hidup dengan manusia lainnya.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India.

Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

2. Penetration violence (penetrasi paksa)

Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.

Fungsi Kebudayaan adalah:

  1. Pembimbing kehidupan manusia
  2. Pembeda antar manusia dan binatang
  3. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
  4. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *