Pengertian Gamet

Pengertian gamet adalah sesuatu yang merujuk kepada sel yang diproduksi oleh organisme untuk tujuan reproduksi seksual. Pada manusia, sel telur dan sperma adalah dua sel seksual.

Sel gamet atau gamet adalah sel haploid (tidak berpasangan) khusus untuk fertilisasi. Gamet-gamet yang melebur dapat identik dalam bentuk dan ukuran (isogami) ataupun berbeda dalam satu atau kedua sifat tersebut (anisogami).

Istilah ‘jantan’ dan ‘betina’ acap kali diterapkan untuk gamet, tetapi hanya berfungsi untuk menunjukkan kelamin asalnya, karena gamet tidak mempunyai kelamin. Bilamana berbeda dalam ukuran, biasanya gamet yang lebih besar disebut makrogamet, dan yang lebih kecil disebut mikrogamet. Kadang-kadang tidak ada pada plasmogami dalam fertilisasi, dalam hal ini nukleus-nukleus yang melebur dapat dianggap sebagai gamet.

Gamet adalah sel reproduksi atau sel seks yang bersatu selama reproduksi seksual untuk membentuk sel baru yang disebut zigot. Gamet jantan disebut sperma dan gamet betina adalah ovum (telur). Sperma bersifat motil dan memiliki proyeksi panjang seperti ekor yang disebut  flagel . Ova non-motil dan relatif besar dibandingkan dengan gamet jantan.

Pembuahan atau fertilisasi

Pemupukan terjadi ketika gamet jantan dan betina bersatu. Pada organisme hewan, penyatuan sperma dan sel telur terjadi di saluran tuba saluran reproduksi wanita. Jutaan sperma dilepaskan selama hubungan seksual dan ini berpindah dari vagina ke saluran tuba.

Sperma secara khusus dilengkapi dengan katalis pengubur dan mekanisme untuk membuahi telur. Wilayah kepala mengandung penutup seperti topi yang disebut akrosom yang mengandung enzim yang membantu sel sperma menembus zona pellucida, lapisan luar selaput sel telur.

Ketika sperma mencapai membran sel telur , kepalanya bergabung dengan sel telur. Ini memicu pelepasan zat yang mengubah zona pellucida untuk mencegah sperma lain membuahi sel telur. Proses ini sangat penting karena pembuahan oleh banyak sel sperma, atau polispermia, menghasilkan zigot dengan kromosom ekstra. Polyspermy mematikan zigot.

Setelah pembuahan, dua gamet haploid menjadi satu zigot diploid. Zigot manusia memiliki 23 pasang kromosom homolog dan 46 kromosom total — setengah dari ibu dan setengah dari ayah. Zigot terus membelah dengan mitosis sampai individu yang berfungsi penuh terbentuk. Seks biologis manusia ini ditentukan oleh kromosom seks yang diwarisi.

Sel sperma mungkin memiliki kromosom seks X atau Y, tetapi sel telur hanya dapat memiliki kromosom X. Sel sperma dengan kromosom seks Y menghasilkan pria (XY) dan sel sperma dengan kromosom seks X menghasilkan wanita (XX).

Mengapa sel telur pada wanita sudah diproduksi sejak dilahirkan, sedangkan sel sperma pada pria baru diproduksi ketika mengalami pubertas?

Pada dasarnya untuk sel – sel Gamet sebenarnya baik laki laki maupun perempuan sudah ada sejak dari pembentukan Janin, akan tetapi memang sel gamet perempuan akan mengalami proses meosis satu kali dalam kandungan memproduksi sel telur yang belum matang, sebelum ” istirahat ” sampai pubertas.

Sedangkan sel gamet laki – laki tidak berkembang keseluruhannya dan proses baru dimulai pada saat pubertas. Mengapa hal ini terjadi tidak ada yang tahu alasan sepenuhnya, apakah mungkin pengaruh secara hormonal atau semacamnya, dan sampai saat ini belum terdapat penelitian medis yang dapat menerangkan.

Pubertas sendiri merupakan suatu tahap perkembangan seorang anak menjadi dewasa secara seksual. Pubertas berlangsung pada kisaran usia 10 tahun sampai dengan 14 tahun untuk perempuan, dan kisaran usia 12 tahun sampai dengan 16 tahun untuk laki laki. Ketika menginjak masa pubertas, remaja laki laki dan perempuan mengalami perubahan fisik.

Setelah memasuki masa pubertas, remaja perempuan memiliki kemampuan untuk hamil pada masa suburnya, dan remaja laki laki sudah mampu membuahi. Pada masa ini pula, seorang remaja akan mengalami peningkatan hormon seksual sebagai perkembangan alami tubuh.

Gamet

Apa itu Spermatogenesis?

Spermatogenesis adalah awal dari proses pembentukan sel spermatozoa yang biasa kita kenal sebagai sperma. Proses ini terjadi di organ kelamin jantan yang disebut testis, tepatnya di bagian tubulus seminiferous.

Tubulus seminiferous berperan penting pada proses pembentukan sperma karena pada dindingnya terdapat calon sperma (spermatogonium/spermatogonia) yang berjumlah ribuan. Benih-benih sperma ini diberi nutrisi oleh sel Sertoli, yang juga terdapat di tubulus seminiferous, untuk bisa melakukan pembelahan sel yang terdiri dari mitosis dan meiosis, hingga pada akhirnya terbentuk menjadi sperma yang matang.

Sperma yang matang kemudian disimpan di suatu saluran yang terletak di belakang testis, yakni epididimis. Dari epididimis, sperma bergerak ke bagian lain yang dinamakan vas deferens dan duktus ejakulatorius.

Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh organ reproduksi lainnya, seperti vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan bulbo uretra, ditambahkan pada sperma hingga membentuk cairan yang biasa disebut sebagai semen atau air mani. Cairan ini kemudian mengalir menuju uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi.

Apa itu Oogenesis?

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam indung telur yang disebut ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan benih sel-sel telur yang disebut oogonia. Pembentukan sel telur pada perempuan dimulai sejak di dalam kandungan ibu, ketika masih berbentuk janin yang sudah memiliki organ reproduksi.

Sama seperti pembentukan sperma, sel telur juga mengalami proses pembelahan yang disebut mitosis dan meiosis. DI akhir bulan ketiga usia janin, semua oogonia telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Seluruh oogonia tersebut akan membelah hingga menjadi sel telur. Pembelahan ini baru berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan.

Selama proses tersebut berlangsung, akan terbentuk 6-7 juta sel telur dan akan berkurang hingga sekitar 1 juta sel telur pada saat bayi dilahirkan. Sel telur tersebut terus mengalami penurunan jumlah hingga sekitar 300.000 sel telur yang disimpan hingga masa pubertas tiba.

Usai masa pubertas, seorang wanita akan memasuki masa aktif reproduksi di mana oogenesis kembali terjadi dalam waktu satu bulan sekali, yang diatur dalam siklus menstruasi. Selama masa aktif reproduksinya, hanya sekitar 300-400 telur matang yang akan dilepaskan untuk selanjutnya dibuahi. Jumlah dan kualitas telur ini akan terus menurun seiring berjalannya usia seorang wanita.

Selama siklus menstruasi berlangsung, indung telur akan menghasilkan 5-20 kantong kecil yang disebut dengan folikel. Setiap folikel ini mengandung sel telur yang belum matang. Namun, hanya sel telur paling sehatlah yang pada akhirnya akan matang. Telur-telur yang sudah matang tersebut akan dilepaskan oleh indung telur ke saluran telur bernama tuba falopi.

Selanjutnya, jika sel telur tersebut bertemu dengan sel sperma dan berhasil dibuahi, sel telur tersebut akan menetap di tuba falopi dan menempel di dinding rahim. Jika tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan dikeluarkan dari dalam tubuh sekitar 14 hari kemudian dalam bentuk darah menstruasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *